400 Anggota Ikuti Pendadaran THS-THM Distrik Keuskupan Pangkalpinang 2017

Galang-BerkatNews.com. Setiap Organisasi memiliki sistem Pengkaderan yang berusaha mempersiapkan sumber daya masing-masing anggotanya sehingga memiliki kualitas diri demi tercapainya organisasi yang handal,atau dapat dikenal seperti bentuk sistem pengkaderan  ‘Saringan Alam’, Pengujian Formal, Pendidikan, Kaderisasi, dan  lain sebagianya.

ths5Untuk mencapai visi dan misi  dalam Organisasi Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria (THS-THM) tidak luput dari proses Pengakaderan dalam mempersipakan Calon Anggota Baru yang sering disebut PENDADARAN agar Menjadi Anggota THS-THM yang Militan dan berbakti kepada bangsa dan gereja  sebagaimana yang diajarkan dan dikehendaki dalam Gereja Katolik. Pendadaran Berasal dari Serapan Bahasa Jawa, yaitu “dadar” yang berarti memasak Telur dengan Bumbu Dapur secukupnya, ibarat telur calon Anggota baru dipecahkan dari Pribadi yang lama, kemudian dimasukkan kedalam Penggorengan berupa Serangkaian Proses Pemantapan dan diolah bersama Bawang,Garam, dan Lain-lain berupa Masukan yang berharga tentang THS-THM khususnya dan Hakikat kehidupan pada umumnya. Selanjutnya diangkat dan disajikan menjadi pribadi yang Baru (EF 4:22-24).Pendadaran dilaksanakan selama tiga hari tiga malam. Pemilihan Waktu ini Diasumsikan Bahwa Setiap Peserta Pendadaran diajak Mengikuti Kisah Mulia Tuhan Yesus Kristus, yang Dalam Tradisi Gereja Katolik disebut TRI HARI SUCI yakni Kamis Putih, Jumat Agung, dan Malam Paskah.Tahun ini THS-THM Distrik Keuskupan Pangkalpinang kembali melakukan kegiatan Pendadaran dengan total senior dan calon sekitar 400 lebih orang sedangkan  jumlah calon anggota sebanyak 187 orang dari berbagai Ranting Paroki dan Unit Latihan. Dengan rincian 5 calon anggota dari Ranting Paroki Hati Santa Maria Tak Bernoda-Tanjung Pinang, 22 calon anggota dari Ranting St.Damian-Bengkong, 62 calon dari anggota dari Ranting Maria Bunda Pembantu Abadi-Batu Aji,1 calon anggota dari Ranting St.Petrus-Blok II, 15 calon anggota dari Unit Latihan St.Aloysius-Pancur, 25 calon anggota dari Unit Latihan St.Yoseph-Kabil, 57 calon anggota dari Unit Latihan St. Maria Bintang Laut-Taroka. Yang dimulai dari  Kamis s/d Minggu, 22 s/d 25 Juni 2017.

Kegiatan yang lebih menghayati  TRI Hari Suci dimulai dari hari Kamis Putih, 22 Juni 2017 diawali dengan upacara yang disahkan oleh ketua Distrik (Yanselmus Nanga), Tema hari pertama “Berjaga-jagalah dan Berdoalah supaya kamu tidak jatuh ke Dalam Pencobaan ( Mark 14:38),dengan maksud agar semua calon peserta diminta untuk Cinta Persaudaraan. Sama seperti Yesus saat makan bersama dengan para murid didalam perjamuan akhir. Sesuai dengan Homili Romo Moderator THS-THM Distrik Keuskupan Pangkal Pinang, Romo Nikolaus Bot Syura SSCC, yang dari awal kegiatan hingga akhir kegiatan selalu senantiasa mendampingi dan memimpin setiap perayaan ekaristi selama kegiatan ini,  Pada saat misa dimalam hari nya, bertepatan dengan menyambut Hari Raya Hati Yesus Yang Maha Kudus, sesuai dengan perayaan tarekat SSCC, puncak kegiatan di hari Kamis adalah setelah misa Tepat Pukul 20:00 waktu seluruh dunia dimana pun berada dilaksanakan kegiatan Adorasi secara serentak yang dilakukan dengan sangat hening dan hikmat oleh seluruh calon anggota dan anggota, setelah itu berjaga bersama Yesus hingga pagi, sesuai dengan kelompok anggota yang sudah ditentukan.

Esoknya, Jumat Agung 23 Juni 2017 dilanjutkan dengan Tema” Allahku, Ya Allahku Mengapa Engkau Tinggalkan Daku? ( Mat 27:46 )’, dengan maksud agar semua calon peserta diminta untuk Tabah Sampai Akhir, seperti Yesus yang tetap tabah,sabar sekalipun DIA menderita. Puncak kegiatan dihari Jumat ini lebih kepada menghayati apa arti salib kehidupan itu sendiri baik secara pribadi dan bersama teman” didalam kelompok didalam jalan salib dan bagaimana mereka dapat bekerja sama dalam setiap peristiwa jalan salib yang mereka lewati, sekalipun hari itu faktor cuaca sangat tidak mendukung, Hujan lebat yang turun dari awal hingga akhir kegiatan, menambah arti sebuah pencobaan dalam kegiatan jalan salib tersebut dan dilanjutkan dengan kegiatan ekaristi pada malam hari nya yang juga bertepatan dengan hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus.

Narasumber BNN bersama Rombongan GEMA PELITA dan Panita
Narasumber BNN bersama Rombongan GEMA PELITA dan Panita

Sabtu Suci, 24 Juni 2017 bertepatan dengan hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis, Ekaristi dimulai di Pagi Hari dengan Tema “Sungguh Dia Ini Adalah Anak Allah ( Mat 27:46 )”,dengan maksud agar semua calon peserta diminta untuk lebih menghayati arti sebuah Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus sendiri. Kegiatan dihari ini adalah Puncak dari segala kegiatan selama kegiatan Pendadaran berlangsung, disiang harinya diisi dengan seminar yang dibawakan oleh Bapak Addlinsyah,skm plt.Kasi Pencegahaan BNNP Kepri dan Bapak Cosmas Eko Suharyanto,S.Kom., M.MSI. selaku dosen Teknik Informatika Universitas Putera Batam yang menjelaskan tentang Tantangan orang muda katolik di era digital “Berita Hoax selalu berlawanan dengan Berita Gembira”.

ths3Dilanjutkan kegiatan dimalam harinya lebih kepada mengacu mental dan spritualitas setiap calon anggota pendadaran sendiri. Pesan Ketua panitia (Kristianto Nugroho) dalam sambutanya mengucapkan banyak terimaksih kepada seluruh umat yang secara langsung melibatkan dirinya untuk berkontribusi atau kepada pihak yang sudah berdonasi sehingga pendadaran kali ini berjalan dengan baik sesuai harapan.

Minggu Paskah, 25 Juni 2017 dengan Tema “Ia Sungguh Sudah Bangkit, Alleluya ( Lukas 24:36 )”, dengan maksud agar semua calon peserta diminta untuk dapat lebih menghayati adanya perubahan Pribadi Lama menjadi Pribadi yang Baru didalam setiap pribadi masing-masing calon kegiatan pendadaran ini. Kegiatan ini juga menjadi sekaligus penutup kegiatan dengan misa penutup. (Laporan Virgilius Rutu, Fasilitator AsIPA MBPA, Panitia Pendadaran THS-THM 2017)

ths4


Editor: costmust/BerkatNews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *