Bapa Suci Fransiskus: Gereja Sangat Membutuhkan Komunio

“Sekarang ini, kita sangat membutuhkan komunio di dalam Gereja dan dunia”, demikian seruan Bapa Suci kepada peserta Sidang Internasional Konfederasi Persatuan Kerasulan Klerus, yang dalam Sidang itu mereka merefleksikan tema : tempat para gembala dalam Gereja Partikular.

“Spiritualitas diosesan”, menurut Paus, “adalah spiritualitas persekutuan (communio) bermodelkan communio Allah Tritunggal”.

romben2Dan, seperti yang ditulis oleh Santo Yohanes Paulus II, tantangan besar di abad 21 ini  adalah “membuat Gereja sebagai rumah dan sekolah communio”, dengan memajukan “spiritualitas komunio”.

Hal itu mungkin bila ada “pertobatan kepada Kristus, keterbukaan kepada Roh Kudus dan keterbukaan untuk saling menerima sesama saudara”.

Lanjut Papa Francesco, “Para gembala dipanggil untuk mengenakan “rahim pelayanan”, tunduk kepada “kehidupan komunitasnya, memahami sejarah dan menghidupi kegembiraan, kecemasan, duka dan derita, penantian dan harapan” umat Allah.

Sangat penting para imam menanamkan “hidup persaudaraan” dengan ambil bagian pada “ziarah pastoral Gereja Keuskupannya, pada rencana-rencana dan proyek-proyek pastoral serta progran-program pastoralnya” dalam kesatuan dengan Uskupnya. Referensi “imprescindibile” (yang harus diperhatikan) adalah proyek pastoral dioses, yang “mendahului program-program dari asosiasi-asosiasi, gerakan-kgerakan kelompok kategorial dan kelpmpok-kelompok gerejawi manapun”: “Dan kesatuan pastoral inilah, dalam kesatuan dengan uskup, yang akan membuat Gereja itu satu”.

Mgr. Adrianus Sunarko, OFM
Mgr. Adrianus Sunarko, OFM

Kemudia Bapa Suci mengingatkan: “Sangatlah menyedihkan ketika di dalam sebuah presbiterium kita temukan bahwa kesatuan ini tidak ada. Dialam situasi inilah yang mendominasi adalah “le chiacchiere” (omong-omong tak berarti), dan le chiacchiere merusak keuskupan, merusak kesatuan presbiterium, di antara mereka dan mereka dengan uskupnya.  Saudara-saudaraku imam, tolong: kita melihat selalu hal jelek dala diri orang lain, selalau –mata kita selalu siap melihat hal-hal jelek, tetapi tolong, jangan sampai pada le chiacchiere. Jika saya melihat hal buruk, saya berdoa, atau sebagai saudara, saya berbicara. Saya bukan teroris, karena le chiacchiere adalah terorisme. Le chiacchiere sama seperti meledakan bom: merusak yang lain dan saya pergi diam-diam. Tolong, tidak ada lagi chiacchiere, seperti virus yang memakan pakaian Gereja, Gereja diosesan, dan kesatuan di antara kita”. *(BSB)


Sumber: http://www.news.va/it/news/francesco-la-chiesa-ha-tanto-bisogno-di-comunione

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *