Berbagi Cerita Fasilitator Paroki Katedral Pangkalpinang: Studi Bersama Modul Tahun Kerahiman

Mikael Bekti Setyanto Koordinator Pemberdayaan KBG dan Fasilitator Paroki Katedral
Oleh: Mikael Bekti Setyanto
Koordinator Pemberdayaan KBG dan Fasilitator Paroki Katedral

Pangkalpinang~BerkatNews.com. Memasuki tahun Kerahiman Ilahi, mulai bulan Januari 2016,  sebagai perwujudan gerak Pastoral Keuskupan pangkalpinang, Paroki Katedral menyambut dengan baik dengan mengadakan studi modul Kerahiman Ilahi bagi  fasilitator se-Paroki Katedral. Persiapan mula-mula dengan membuat jadwal khusus untuk hari studi fasilitator, dan ditetapkan pada setiap Senin.

Pertemuan perdana difasilitasi tim Kevikepan Babel; tercatat sebanyak  156 orang  hadir dari 7 wilayah yang ada di Katedral Pangkalpinang. Mereka yang hadir adalah para Ketua KBG dan seluruh fasilitator AsIPA Katedral Pangkalpinang.

Untuk semakin membangun komunio fasilitator sebagai ujung tombak gerak Pastoral, pada bukan Pebruari 2016 diadakan Jubileum untuk Fasilitator. Acara ini bertempat di Paroki St. Bernadeth, Pangkalpinang. Sebanyak 256 fasilitator dari paroki Katedral ambil bagian dalam perayaan ini. Dengan wajah berseri-seri mendiang Mgr. Hila tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya. Dalam sambutannya menyatakan kekaguman dan diluar dugaan atas  antusiasme para fasilitator dan berpesan agar menjadi fasilitator yang setia dan handal  dan menjadikan KBG sebagai Locus Pastoral dan Locus Kerahiman Ilahi.

Pasang surut

Dalam perjalanan waktu, tentu ada pasang surut dan kendala dalam studi bersama ini terlihat  dari peserta yang mulai menurun, modul yang  dirasa sulit dipahami , masalah waktu dan jarak dari rumah ke tempat pertemuan. Bagi Romo Poya, pastor kepala Paroki Katedral tentu hal ini bukanlah halangan yang berarti mengingat segudang pengalamannya dalam membangun fasilitator di Paroki MBPA-Batam. Akhirnya atas usulan Pastor Paroki, Seksi KBG dan fasilitator berupaya dengan beberapa cara antara lain selalu mengundang melalui berita paroki ataupun telepon, merevisi modul menjadi lebih mudah ,  waktu studi tepat mulai pk 18.30 sampai maksimum 20.30, dan memberi pengertian bagi fasilitator yang jauh tempat tinggalnya bahwa studi bersama ini sengaja tidak dipecah dalam wilayah atau stasi agar bisa menyatukan visi dan saling mengenal dan membantu antar  fasilitator sendiri.

Metode Pendalaman Modul

Studi bersama yang dilakukan para fasilitator di Paroki Katedral menggunakan metode yang sederhana, namun sangat tepat diterapkan. Inilah yang dilakukan:

  1. Setiap hari Jumat studi bahan untuk persiapan bagi fasilitator yang akan membawakan simulasi pada hari Senin.
  2. Pertemuan hari Senin diawali dengan ritus pembuka  : Penghormatan Sang Sabda, Doa mengundang Tuhan Yesus, Membaca Kitab suci, Memetik ayat dan Hening.
  3. Setelah ritus pembuka para fasilitator dibagi menjadi kelompok kecil ( maks 10 orang )
  4. Setiap kelompok kecil melaksanakan simulasi dengan satu orang menjadi fasilitator ( yang sudah melaksanakan persiapan pada hari Jumat ) dan yang lain sebagai peserta.
  5. Kembali ke kelompok besar untuk dievaluasi bersama bagaimana pelaksanaan simulasinya.
  6. Evaluasi meliputi  : pertama hal2 yang baik dan  kekurangan yang harus diperbaiki pada diri fasilitator yang membawakan simulasi , kedua kendala apa yang kira kira dihadapi saat dibawa ke KBG serta menerima usulan yang bersifat membangun.
  7. Menjadwalkan fasilitator yang akan membawakan simulasi pada hari Senin yang akan datang.
  8. Evaluasi dan refleksi dalam kurun waktu satu atau dua bulan  sekali dilakukan bersama Pastor Paroki.

Perkembangan fasilitator  menurut pengamatan Seksi KBG dan fasilitator itu seperti melihat pohon yang ada di depan rumah yang kelihatan tidak  bertambah besar, tetapi setelah diamati secara teliti  jelas ada perubahan. Perubahan itu diantaranya :  setia untuk studi bersama secara rutin tiap hari Senin selama hampir 9 bulan yaitu dr bulan Januari sampai dengan September, semua Fasilitator  menjadi  satu yaitu sebagai tim fasilitator  Paroki Katedral, tidak ada lagi fasilitator  yang  menemui kendala teknis dalam membawakan modul, pertemuan / comunio di  KBG menjadi lebih dinamis, muncul lebih banyak lagi bentuk –bentuk  aksi nyata dan partisipasi umat meningkat.

Di sisi lain tentu masih banyak kekurangan  dalam studi bersama ini tetapi dengan keyakinan dan harapan yang kuat  semoga  tim fasilitator  ini memberikan peran dalam  mewujudkan visi, misi dan spiritualitas  Gereja Keuskupan Pangkalpinang. Amin. ***

Foto Dokumentasi

p_20160913_201015

p_20160913_201011

p_20160913_200946

p_20160913_191055

p_20160913_191023

p_20160913_190956

p_20160913_190803

p_20160913_185244

p_20160913_185228

p_20160913_185106

One thought on “Berbagi Cerita Fasilitator Paroki Katedral Pangkalpinang: Studi Bersama Modul Tahun Kerahiman

  • September 19, 2016 at 6:16 am
    Permalink

    Dalam membangun sesuatu apapun namanya tidak terkecuali team fasilitator Paroki Katedral Sto. Yosep Pangkalpinang, membutuhkan proses dan kesabaran dari semua pihak yang terkait. Baik itu pihak team pembangun maupun yang dibangun.

    Kehadiran para fasilitator dalam setiap pertemuan yang mengalami pasang surut seperti yang disebut diatas, itu merupakan sifat alami dalam berkomunitas. Namun kita tidak perpatokan pada kelemahan yang ada, tapi marilah kita melihat sisi positif yang sekecil apapun untuk tetap dihargai. Yang tidak kalah penting untuk jadi perhatian saya secara pribadi dan patut untuk diacungkan jempol adalah koordinator yang selalu siap untuk mendampingi para fasilitator. Para fasilitator memiliki corak dan latarbelakang yang berbeda dengan pengalaman yang serba terbatas, namun bagi para koordinator itu bukanlah suatu hambatan dan hasil dari jeripayah itupun semua sudah terlihat walaupun belum sesuai dengan apa yang diharapakan. Dan saya yakin bahwa itu semua awal yang terbaik menuju keberhasilan dan kesuksesan bersama.

    Terima Kasih,
    Salam Damai Kristus.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *