Gadis Kristen Bersembunyi Delapan Jam dan Selamat dari ISIS yang Menguasi Rumah Mereka: “Ini adalah Pertolongan Bunda Maria”

Sebagaimana dilaporkan dari Kirkuk, Irak, 23 Oktober 2016 / 12:57 (CNA / EWTN News), tujuh perempuan muda di Kirkuk merasa berhutang kepada Perawan Maria. Mereka selamat dari ISIS setelah selama delapan jam dalam penantian yang mengerikan, bersembunyi di bawah tempat tidur, sementara tentara ISIS menggunakan rumah mereka sebagai tempat persembunyian selama serangan di kota.

Pastor Momika, pastor yang baru saja di tahbiskan di Irak dan langsung di tempatkan di kamp. pengungsian memberikan komentar atas peristiwa ini.

Baca artikel terkait Pastor Momika di link berikut: Tahbisan Pastor di Irak: Sukacita di Tengah Kesedihan Pengungsi

“Perawan Maria bersama mereka”, kata Pastor Momika kepada Catholic News Agency (23/10/2016). Pastor Momika, imam yang melayani kamp-kamp pengungsi Ankawa, Erbil di Irak Utara, melakukan kontak ponsel  dengan dua gadis selama mereka bersembunyi. Mereka saling kontak tentang apapun yang terjadi.

Mereka, ke tujuh perempuan muda tersebut adalah mahasiswi di Kirkuk. ISIS masuk ke rumah mereka. Ketika mereka mendengar militan datang, mereka cepat melesat bersembunyi di bawah empat tempat tidur di salah satu kamar, selama delapan jam dan tak terendus oleh tentara ISIS yang memanfaatkan rumah mereka untuk  makan dan bersembunyi dari gempuran pasukan Irak.

Saya tetap menjalin kontak dengan mereka“, kata Pastor Momika mengenang mereka sebagai para gadis yang kuat. “Pastor, kami akan tetap berkomunikasi dengan pastor dan terus memberitahu apapun yang terjadi di sini“, Pastor Momika menceritakan apa yang para gadis katakan.

Durasi delapan jam itu lama, mereka memanfaatkan rumah itu bukan saja untuk bersembunyi namun juga untuk berbagai aktivitas; makan, merawat dua orang tentara ISIS yang terluka.

Pastor Momika berbagi dengan CNA beberapa foto yang diambil dari ruangan setelah tentara ISIS meninggalkan rumah itu. “Di satu tempat tidur ada banyak darah,” kata imam itu. Dia menjelaskan bahwa “ketika ISIS diserang oleh tentara kita (Tentara Irak) ada dua orang dari ISIS terluka, dan ISIS menempatkan mereka di sini di tempat tidur ini … dan di bawah tempat tidur  inilah para gadis-gadis itu bersembunyi.

Pastor Momika mengatakan, ia terus menjalin kontak dengan para gadis, menguatkan mereka dan meminta mereka untuk tidak melupakan iman mereka dan untuk “berdoa kepada Bunda Maria, dia akan datang untuk membantu kalian“.

Baik para gadis dan imam meyakini apa yang mereka alami adalah sebuah anugerah mukjizat dari Tuhan, sebuah keajaiban.  “ISIS tidak melihat mereka,” kata pastor Momika. Salah seorang gadis mengatakan kepadanya kemudian bahwa “ketika ISIS masuk ke kamar, mereka tidak melihat kami (dan) kami meyakini bahwa Perawan Maria menutup mata mereka untuk melihat kami.

Serangan terhadap Kirkuk terjadi di tengah serangan ofensif yang lebih luas oleh tentara Irak dan Kurdi untuk merebut kembali kota Mosul, yang diambil oleh pasukan kelompok ISIS pada tahun 2014. Pada 17 Oktober Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengumumkan serangan darat untuk merebut kembali Mosul dari cengkeraman ISIS.

Selain pasukan Peshmerga Kurdi, pasukan AS, Pasukan Khusus Inggris dan Perancis, dan sejumlah tentara Turki mendukung tentara Irak dalam pertempuran tersebut, yang awalnya diperkirakan akan memakan waktu antara beberapa minggu sampai beberapa bulan. Namun, proses tersebut telah terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan.

Pastor Momika mengatakan bahwa ke tujuh gadis tersebut adalah bagian dari 100 orang pengungsi yang tetap melanjutkan kuliah di Universitas Kirkuk setelah diusir dari kampung halaman mereka oleh kelompok ISIS pada tahun 2014.

Banyak gadis-gadis datang dari Mosul dan kota-kota lain terdekat seperti Bartella, Alqosh dan Telskuf, katanya. Semua dari mereka pernah belajar di Universitas Mosul sebelum invasi.

Pastor juga berbicara tentang pembebasan kampung halamannya, Qaraqosh. Kota ini sebelumnya dianggap sebagai ibukota Kristen Irak sebelum invasi pada 2014 yang memaksa 120.000 orang mengungsi dalam satu malam. Sebagian besar penduduknya kini tinggal di kamp-kamp pengungsi di Erbil.

Pada hari Sabtu pasukan Irak dan Kurdi masuk Qaraqosh, yang berjarak sekitar 20 mil dari Mosul. Meskipun kota sebagian besar kosong, militan kelompok Negara Islam ISIS telah menghancurkan banyak kota. Mereka meninggalkan ranjau darat berserakan di sepanjang jalan menuju Mosul.

Pastor Momika mengatakan bahwa tentara Irak telah memasang bendera Irak di Qaraqosh, menggantikan bendera ISIS. “Ada banyak tempat hancur, dan ISIS membakar gereja kami dan ISIS memecah semua salib yang berada di atas gereja-gereja,” katanya. Sebuah gereja yang sangat penting di wilayah tersebut telah hancur. “Sangat sedih, karena  ini sebuah gereja besar di Timur Tengah, di Qaraqosh”. Kondisi yang sama juga terjadi di daerah Bartella, yang baru-baru ini berhasil direbut kembali.

Kemarin para imam, mereka memasuki gereja di Bartella dan mereka melihat semua hitam, karena ISIS membakar semuanya,” katanya.

Pastor Momika berharap tentara ISIS tidak akan datang lagi ke Qaraqosh, dan kota aman untuk beberapa hari kedepan. Sang imam mempunyai permohonan “doakanlah kami…” ***

sumber: Catholic News Agency


diterjemahkan oleh [costmust/BerkatNews.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *