Keuskupan Darjeeling, India Rayakan Yubileum 25 Tahun Membangun KBG

BerkatNews.com. Bagi keuskupan kami, perjalanan menjadi Gereja Partisipatif dimulai pada tahun 1990 ketika uskup kami Mgr. Eric Benjamin pergi ke Bandung, Indonesia, sebuah rapat FABC yang membuat sebuah keputausan yang revolusioner, bahwa di Asia, Gereja akan menjadi persekutuan komunitas-komunitas. Segera setelah kepulangannya, ia mengirim 4 orang dari keuskupannya pergi ke Ranchi untuk belajar tentang KBG pada Pastor Oswald Hirmer dari Lumko, Afrika Selatan. Mereka telah memulai karyanya namun belum ada tindak lanjut. Uskup Eric dan setelah beliau, Pastor Thomas D’Souza, Administrator Keuskupan yang sekarang menjadi Uskup Agung Calcutta mempersiapkan 3 program pelatihan tentang KBG yang dianimasi oleh Uskup Bosco dari Bombay.

Uskup Stephen juga memberikan banyak perhatian tentang KBG. Pada tahun 1998, ia menunjuk Pastor Jagdish Parmar, SJ yang baru saja pulang dari Filipina setelah mengikuti pelatihan KBG di EAPI, Manila, sebagai koordinator keuskupan untuk KBG. Ia datang hampir di semua paroki untuk memberikan pelatihan dan hampir semua paroki mulai membangun KBG.

Setelah membangun sebuah sekretariat KBG pada tahun 2008, Pastor Marcus semakin mengintensifkan melalui kunjungan-kunjungan, pelatihan dan pembentukan DST (Diosesan Service Team) dan DRT (Diosesan Resource Team). Sebagai hasilnya Keuskupan ini berkembang lebih pesat dari semua keuskupan di bagian barat Bengal-Sikkim pada bidang ini.

Pada tahun 2014, Pastor Jagdish ditunjuk sebagai koordinator KBG keuskupan dan Sr. Veronica Ranger, SJC sebagai sekretaris full time pada bulan Nopember 2015. Sekarang, keuskupan ini memiliki 639 KBG, dan sebagaimana arahan National Service Team (NST), Nagpur, kami telah memiliki Parish Animation Team (PAT) di 59 paroki, yang terdiri dari 216 animator laki-laki dan 155 animator wanita. Kami juga mempunyai team tingkat kevikepan yang disebut Deanery Animation Team di 5 kevikepan. Partisipasi umat total di keuskupan ini hampir 100%.

KBG yang telah dikembangkan, memberi banyak manfaat baik bagi paroki maupun individu. Mereka mempersiapkan liturgi hari Minggu dalam paroki dan terlibat dalam berbagai aktivitas, memperkuat rasa saling memiliki dan membuat paroki menjadi mandiri. Banyak orang mulai membaca Kitab Suci, membantu yang membutuhkan pertolongan, menjadi animator bagi komunitasnya.

DARJEELING1Pada 15 Desember 2016 yang lalu, sebuah hari yang cerah, ketika 900 orang, perwakilan dari paroki-paroki, membawa vandel paroki dan KBG-nya masing-masing, berkumpul di lapangan Sekolah Loreto, Darjeeling. Hadir juga 5 uskup dan seorang administrator keuskupan, Pastor I.P Sarto, dan Sr. Christin (mantan dan sekretaris Regional KBG).

Acara dimulai dengan penerimaan vandel-vandel oleh Uskup Clement Tirkey dari Jalpaiguri yang juga sebagai ketua komisi KBG. Dilanjutkan dengan prosesi dan pentahtaan Kitab Suci, Penyambutan oleh Uskup Stephen. Presentasi oleh Pastor Jagdish, tentang 25 tahun membangun KBG, dilanjutkan acara ramah tamah dan ditutup dengan perayaan Ekaristi. Ada juga pembagian sovenir KBG oleh Uskup Salvadore Lobo dari Baruipur. Setelah itu acara makan bersama. Acara begitu sederhana namun sangat berarti; membawa klerus, religius dan awam bersama untuk merayakan kebersamaan dalam suasana yang penuh keakraban, begitu dekat dengan Bunda Gereja untuk membangun Gereja Partisipatif dan bermimpi untuk 25 tahun kedepan.***

Fr. Jagdish Parmar SJ
Diocesan SCC Coordinator,
Diocese of Darjeeling


Foto source: https://www.facebook.com/ClunyGlobalConcernsCommittee/posts/462654010525291

Diambil dari Newsletter DIIPA edisi Januari 2017, Diterjemahkan oleh costmust/BerkatNews.com

[de mariam numquam satis]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *