Luar Biasa, Ini Cerita OMK KEPRI dalam Perhelatan Indonesian Youth Day Di Manado

omk11
Laporan Virgilius Rutu, OMK Paroki MBPA

Batam-BerkatNews.com (10/11/2016 17.00 WIB)Indonesian Youth Day (IYD)  yang ke-2  digelar di Manado dengan Tema ”Sukacita Injil di Tengah Masyarakat”  sebagai tuan rumah kali ini  adalah Manado setelah di Sanggau Kalimantan Barat pada tanggal 20-26 Oktober 2012 yang lalu. Gereja menyadari bahwa OMK merupakan kekuatan amat penting dalam masyarakat jaman ini dan peran OMK dalam kerasulan Gereja sangat dibutuhkan (Apostolicam Actuositatem,artikel 12). Maka OMK dari keuskupan Pangkal Pinang juga ambil bagian dalam perhelatan akbar ini bersama dengan 36 keusukupan lainnya.

Dua kontingen yang mewakili Keuskupan Pangkalpinang yakni kontingen Bangka Belitung dan Kepri. Dari Bangka Belitung jumlah peserta 42 orang termasuk Pastor pendamping RD.Hans K. Jeharut  dan dari Kepri 24 orang bersama RD.Stelo Sanggu.

Sebelum sampai kepada puncak IYD kontingen Kepri mempersiapakan diri dari bulan Januari sampai September yang disebut sebagai Pra IYD. Dengan semangat ”menjangkau yang tak terjangkau” Slogan ini melekat dan dijiwai oleh OMK, berbagai macam kegiatan juga dilewati seperti Prosesi Salib, rekoleksi, novena, devosi dan kegiatan lainnya terkait OMK.

omk1Kamis (29/09), Kontingen ini berangkat Ke Manado, di Bandara Sam Ratulangi, Panitia Live-in sudah menunggu untuk penjemputan dan pada pukul 23.00 waktu setempat kami tiba di bandara. ”Muda Akrab susah berpisah” sebagai perkenalan pertama mereka langsung mengajak kami untuk berkeliling kota Manado sebelum ke Desa tempat kami Live-in. Pukul 03.00 wita kami menuju desa Kinamang tempat live-in ditempauh dalam waktu 3 jam dengan jalan yang berliku-liku. Di Kinamang umat sudah menuggu dan menyabut penuh antusias dengan dentuman drumband yang ditampilkan anak-anak sekolah minggu. “Selamat datang OMK Kepri mari torang semua basaudara“, ucap ketua panitia Ibu Ivanda Gumogar dalam sambutannya awalnya.

Acomk2arapun terus berlanjut dengan perkenalan serta pembagian orang tua angkat masing-masing. “Desa dilereng bukit dengan udara yang menyejukan sangat menyenangkan bagi kami yang sehari-hari di Kepri dengan cuaca panas“, ucap Ester Nainggolan yang sehari-hari bekerja di kantor CU Jembatan Kasih, baginya hari pertama saja sudah menyetuh hatinya atas Rahmat Tuhan yang dirasakanya.

Hari-hari berikutnya kami disuguhkan dengan berbagai macam kegiatan yang schedule-nya sudah dibuat Panitia; seperti Shering kitab suci, Rosario bersama, latihan koor sampai pada kegiatan diluar kerohanian seperti berbagi tarian khas daerah masing-masing. Salah seorang peserta IYD sebut saja Rano OMK St.Damian yang piawai menari dan menyayi mengajarkan tarian kas Flores GE MU FA MI RE yang membuat OMK St. Andreas Kinamang tak dapat melupakannya. Feedback dari Tema Sukacita Injil ditengah masyarakat majemuk sungguh dinyatakan dalam setiap kegiatan yang dilalui sampai pada mengambil batu di kali untuk perbaikan jalan serta batanam Milu (tanam jagung) salah seorang Umat di Stasi St.Andreas Kinamang.

Semangat dan kesediaan hati dari panitia, pembimbing, orangtua angkat untuk membawa OMK pada kematangan kristiani yaitu bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus karena dalam baptisanya mereka dituntut untuk membina OMK agar benar-benar makin menghayati diri sebagai “Raja, imam, nabi” karena baptisan yang sama (Sahabat sepeziarah, hal 72) mereka melayani kami dengan kerendahan hati bahkan pakaian pun mereka mau menyucinya. Kesan ini lah yang membuat Mey Nainggolan dalam sambutanya mengatatakan bahwa kami tak dapat membalas semua jasa baik keluarga disini hanya Tuhan yang membalasnya tapi kami berjanji bahwa suatu saat akan kembali kesini sambungnya dengan nada sedih.

Berbeda dengan Alexander Wathoen wakil panitia IYD, baginya pengelaman yang menarik adalah ketika makan daging yang ekstrim seperti tikus, ular, monyet, kodok dan kelelawar. Ia mengatakan bahwa “Orang Manado yang cantik dan ganteng saja makan daging beginian, kalian yang muka pas-pas saja takut untuk memakanya, kalau mau cantik dan ganteng silakan makan sebanyak-banyaknya….” pungkasnya dengan nada canda. Karena OMK Kepri sudah dibekali oleh Romo Stelo pada acara rekoleksi sebelum berangkat ke Manado sehingga kata GEGANA (gelisah, galau, merana) sudah dilunturkan di Pantai Dangas Sekupang, hanya kekuatan iman yang selalu diteguhkan oleh Romo lewat kotbah dan ucapanya yang sering dilontarkan kepada kami bahwa ”Kamulah Garam dan Terang Dunia” (Matius 5:13)

omk6Sebelum sampai kepada acara puncaknya di Lotta tibalah malam keakraban bersama dengan Kontingen Babel di Paroki pusat Santa Perawan Maria Ratu Rosario Modoinding Kevikepan Stella Maris. Acara dimulai dengan Misa yang dipimpin oleh Romo Stelo Sanggu bersama Romo Hans serta Romo Paroki Stevi Motoh. Kemudian dilajutkan dengan acara ramahtamah serta perpisahan dengan umat paroki setempat.

Anastasya yang sebagai ketua OMK Tiban juga merasakan perhatian yang luar biasa dari para orang tua angkat karena mereka senantiasa mendampingi bahkan kemana kami mau pergi mereka salau mengantarnya tanpa perhitungan bahkan setelah panitia Live-in sudah menyerahkan ke Panitia IYD tetapi perhatian mereka tetap diutamakan. Sehingga air matapun terus jatuh dari para kontingen dan orangtua angkat yang tak dapat dibendung lagi.

omk7Selasa (04/10), kontingen berangkat ke Manado bersama orang tua angkat untuk diserahka kepanitia IYD keuskupan, acarapun mulai dibuka dilapangan KONI dilanjutkan DEFILE ke Stadion Klabat diiringi dengan Yel-yel dari setiap keuskupan dan dimeriahkan dengan drumband.

Upacara pembukaan dihadiri 24 uskup dan duta besar vatikan, Wali Kota Manado, dan Wali Kota Sanggau juga turut hadir. Misa pembukaan oleh Mgr.Joseph Theodorus Suwatan didampingi oleh Mgr.Ignatius Suharyo dan Mgr.Pius Riana Prabdi serta Duta besar Vatikan untuk Indonesia Mgr.Antonio Guido Filipazzi. Berbagai acara seni dan Budaya juga ditampilkan disana. Pastor John Montolalu,pr, dalam sambutannya awalanya ”Sore sampai malam nanti kalian adalah tamu istimewa di kota ini semoga ini menjadikan kesempatan yang berharga bagi kita sebagai warga gereja dan masyarakat”.

Sambutan berikutnya dari  Walikota Manado Bapak Vicy Lumentut menyampaikan selamat datang di Manado, “Saya mewakili pemerintah dan masyarakat kota manado menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan karena acara ini dapat dimulai dan berlanjut dengan baik“, sambutan Pak Vicy.

Malam semakin larut kamipun semakin lelah tibalah waktunya untuk kembali kepenginapan di salah satu seminari tinggi SCM Pineleng, disitulah tempat kami menginap untuk beberapa hari kedepanya. Kami masih teringat orang tua angkat kami yang barusan kami tinggalkan, semoga mereka baik-baik saja.omk8

Rabu (05/10) Di Gedung Amphitheater Wisma Lorenso Lotta beragam acara yang sudah diagendakan Panitia. Ngopi (Ngobrol Pintar) juga tak kalah menariknya dengan bermacam-macam tema yang diangkat seperti: OMK dan Tantangan Lingkungan Hidup, OMK melawan Narkoba, Perjumpaan OMK dalam Teknilogi Informasi, OMK dan Moralitas Hidup dll. Dalam acara NGOPI Para narasumber seperti Mgr.Ignatius Soeharyo, Mgr.Petrus Canisius Mandagi MSC, Mgr.Agustinus Agus,Mgr.Josep Suwatan MSC, selain Para Uskup hadir juga para awam yang berkompeten dibidangnya seperti Bpk.Agus Sriyono yang selaku Duta Besar Indonesia untuk Tahta suci Vatikan VJ Daniel Manantha, Reiner Rahardja, Citra Skolastika, Stefanus Rizal Rejadi dari Mindset Academy Indonesia dan Daniel Oscar Baskoro  Yang memiliki segudang prestasi level dunia dibidang IT salah satunya menjadi Google Ambassador atau duta Google. Acara dilengkapi juga dengan sharing kesaksian Iman kepada ribuan audiens yang memenuhi gedung Emmanuel Amphitheatre, Pawai Budaya masing-masing keuskupan, Jalan Salib, Kontemplasi Taize dan Pertobatan (Pengakuan dosa) yang dilayani oleh puluhan Imam dibeberapa titik strategis ampliteather.

omk10Kamis (06/10), OMK mengawali dengan lagu-lagu sukacita, Thema Song IYD 2016 serta lagu-lagu kebangsaan yang mengemah di ampliteather Lotta, dimeriahkan Oleh MC yang mengajak OMK untuk membawakan animasi, me-request lagu dan berjoget kami pun semakin terlarut dalam Sukacita Injil bersama tamu hiburan dari Menpora RI Imam Nahrowi. Dialog serta canda tawanya membuat OMK terus tertawa. Pada kesempatan yang sama tokoh muda NU ini berpesan agar OMK ”Menghargai perbedaan sebab dengan perbedaan hidup semakin bahagia”.

Perayaan Misa penutupan Indonesian Youth Day (IYD) dipersembahkan oleh Uskup Keuskupan Ketapang Mgr.Pius Riana Prabdi yang juga sebagai Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia sebagai konselebran utama bersama koselebran Mgr.Joseph Th.Suwatan MSC dan Mgr.Anton Bunjamin Subianto OSC.

omk9Disela-sela Kegiatan Puncak pelaksanaan IYD, Belasan Komkep keuskupan peserta IYD dan Komisi Pengembang Sosial Ekonomi-Konferensi Waligereja Indonesia (PSE-KWI) menggelar hasil produk masing-masing daerah disekitar Lotta, Aktivitas kunjungan disekitar Stand-stand Pameran juga dimeriahkan dengan tawar menawar barang-barang yang menggiurkan bahkan ada yang gratisan seperti yang ditawarkan dari OMK Keuskupan Agung Jakarta (KAJ).

Mgr.Pius Riana Prabdi menyampaikan bahwa pertemuan OMK se-Indonesia yakni untuk belajar bersama memahami tugas perutusan para OMK untuk membawa Sukacita Injil dengan semangat pembaharuan diri terus menerus agar menjadi manusia murni dari manusia lama menjadi manusia baru, menjadi OMK yang hidup pembawa suka cita dan damai menjadi harapan Gereja dan Masyarakat yang siap diutus. Sebanyak 18 Uskup dari sejumlah Keuskupan di Indonesia hadir mengikuti perayaan ekaristi penutupan serta Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow, M.SI. Misapun sangat hikmat dan kusyuk dengan alulan lagu dari paduan suara yang sangat merdu.

Selesai misa penutupan panggung dibuka dengan ikrar janji dan komitmen dari masing-masing kontingen keuskupan agar dapat membagikan dan mewartakan Sukacita Injil ditengah masyarakat yang majemuk. Puncak acara juga ditampilakan pentas seni, keuskupan Pangkalpinang yang merupakan regio Sumatra diwakili oleh keuskupan Padang yang menampilkan Tari Payung yang merupakan salah satu tarian adat Minangkabau. Menariknya OMK dari bumi Papua yang menampilkan tarian kas Papua dengan penuh semangat yang membuat ribuan OMK terharu menyaksikanya. Setelah pentas seni Mgr.Pius Riana Prabdi memberkati kontingen dan kembali menyanyikan Thema song IYD 2016.

Acara perpisahanpun berakhir dengan joget bersama serta nyanyian lagu kas musik nusantara sambil melambaikan tangan……

Sayo nara,sampai baku dapa lagi

Makase So Datang Di Manado….

Ayo…ayo…Jiwa muda…

Salam OMK Sukacita Injil ditengah masyarakat majemuk….

Foto Dok. Lainnya

omk3
OMK ambil bagian dalam kerja bakti bangun jalan warga desa Kinamang

omk4

omk5
Foto bersama panitia dan orang tua angkat di St.Andreas Kinamang

Editor : costmust/BerkatNews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.