Meneladan Maria, Fasilitator Allah Sejati: Rekoleksi Fasilitator AsIPA St. Damian

evi
Laporan L V Evy Puspitosari (Fasilitator AsIPA St. Damian)

BerkatNews.com~Bengkong. Komunitas Basis  Gerejawi (KBG) merupakan Locus Pastoralis  dalam “a new way of being Church”, cara baru hidup menggereja, yaitu Gereja Partisipatif, maka peran Fasilitator KBG sangat penting untuk menjadi Animator yang mengajak umat menjadi ‘Pelaksana Sabda’, tidak hanya sebagai ‘Pendengar Sabda’ saja.

Mengacu pada buku “Menuju Gereja Partisipatif “ (MGP) Pendoman Pastoral Keuskupan Pangkalpinang, artikel 261 tentang Pemberdayaan Fasilitator dan Pemimpin Komunitas, dalam artikel tersebut dinyatakan bahwa peningkatan kuantitas dan kualitas para Fasilitator harus menjadi agenda penting.

Oleh karena itu,  Sie Fasilitator PIPA Paroki St Damian mengadakan Rekoleksi bersama, Fasilitator angkatan 1, Calon Fasilitator angkatan 2, dan pemandu di KBG yang belum AsIPA (28/8/2016).

Rekoleksi ini diadakan untuk menyegarkan kembali Fasilitator angkatan pertama dan menyemangati Calon Fasilitator yang sedang mengikuti Lokakarya Asipa yang Senin besok memasuki modul C, serta membangun spiritualitas dan semangat bagi para pemandu di KBG yang belum AsIPA.  Rekoleksi ini mengambil tema “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendakmu” (Lukas 1:38). Rekoleksi dilaksanakan di Sport Hall Sekolah Yos Sudarso Batam Centre, Batam.

Rekoleksi ini di mulai dari pukul 07:30 WIB, pada sesi pertama, yang menjadi narasumber yaitu RP. Bonie Payong, SS.CC. Romo Boni memberikan materi dengan sub-tema “ Menyadari diri bahwa Fasilitator adalah salah satu bentuk pelayanan kepada Tuhan”. Romo Bonie juga menegaskan bahwa panggilan menjadi Fasilitator bukan satu-satunya bentuk pelayanan, melainkan hanya salah satu bentuk pelayanan. Seorang Fasilitator dalam kehidupan sehari-hari juga mempunyai peran dan tanggung jawab baik sebagai pekerja, sebagai orang tua, sebagai warga negara Indonesia, dan juga sebagai warga Komunitas. Dan dalam tugas dan tanggung jawabnya itu, para peserta diajak untuk bijaksana dalam memilih prioritas. Para peserta juga diajak untuk menggali, menemukan dan meneladani semangat pelayanan Bunda Maria, sebagai Fasilitator Allah yg sejati.

RD. Lucius Poya Hobamatan menjadi narasumber yang ke-2. Romo Poya memberikan materi dengan sub tema “ Sharing Injil keutamaan Kristiani, Maria Tipos Fasilitator sejati sebuah telaah Alkitabiah”. Dalam sesi kedua ini, para peserta diajak untuk merenungkan sosok Yesus dan Maria sebagai Adam dan Hawa yang baru, yang bertolak belakang dengan Adam dan Hawa yang lama. Adam dan Hawa yang lama adalah manusia pertama dalam penciptaan Allah, yang tidak taat pada Tuhan, yang membawa manusia jatuh ke dalam dosa yang mangakibatkan penderitaan dan kematian, dan keluar dari Eden. Tapi Yesus dan Maria adalah manusia pertama dalam tata penciptaan baru, yang taat pada Tuhan, yang membawa kebahagiaan dan kehidupan, dan membawa umat manusia pada keselamatan dan masuk ke dalam surga. Setiap pribadi  tercipta dari Firman.  Direncanakan dengan matang untuk menjadi citra Allah dan menghayati hidup dan gambaran Allah. Untuk memelihara identitas dan martabat itu, maka dengan mendengarkan Firman, memelihara, meresapkan, menyimpannya dalam hati serta mewujudkannya, dengan spiritualitas hamba dalam kerendahan hati adalah keutamaan.

Setelah merenungkan dan meneladani Bunda Maria sebagai Fasilitator Allah sejati, para peserta yang berjumlah sekitar 200 orang, merenungkan sengsara Yesus dalam prosesi Jalan Salib, dan dilanjutkan dengan Adorasi kepada Sakramen Mahakudus.

Pada sesi berikutnya, didampingi oleh Romo Uung Ungkara SS.CC, para peserta diajak menggali  peran penting menjadi seorang Fasilitator KBG bagi diri sendiri dan komunitas, kendala dan kesulitan yang dihadapi oleh para peserta di KBG masing-masing, serta dimintai saran dan masukan untuk pelaksanaan lokakarya AsIPA di Paroki St Damian Batam. Semua peserta tetap menunjukkan antusiasnya dalam berdiskusi, meskipun kegiatan sepanjang hari sudah menguras energi mereka, tapi mereka tetap mengikuti tiap sesi dengan setia.

Dengan dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa para Fasilitator KBG Paroki St Damian menjadi garis terdepan atau corong untuk menganimasi umat dalam pemberdayaan, melalui Rekoleksi ini diharapkan bisa membangun kembali spiritualitas pelayanan para Fasilitator/ Calon Fasilitator/ Pemandu di KBG, dengan bercermin pada spiritualitas dan teladan Bunda Maria dalam menanggapi panggilan Allah.  Para peserta juga diharapkan bisa menggali kendala dan rintangan berkaitan dengan pelayanan di KBG, mendatanya dan mencari jalan keluarnya. Para Fasilitator Paroki St Damian yang baru lahir ini merasa bahwa masih membutuhkan banyak dukungan dan kerjasama dari Paroki tetangga yaitu Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi (MBPA), oleh karena itu sampai saat ini seringkali kegiatan dilakukan bersama-sama.

Rangkaian rekoleksi fasilitator akhirnya ditutup dengan menimba kekuatan utama; Ekaristi pada pukul 18.30 WIB. Julius Jonni, ketua panitia mengucapkan limpah terimakasih kepada semua Pastor Nara sumber, tim animator AsIPA Paroki St. Damian, Fasilitator tamu dari MBPA dan seluruh peserta atas suksesnya rekoleksi ini.

Selamat meneladan Bunda Maria untuk para fasilitator semua…

Foto Dokumentasi

IMG-20160830-WA0010

IMG-20160830-WA0011

IMG-20160830-WA0014

IMG-20160830-WA0017

IMG-20160830-WA0025

IMG-20160830-WA0028


editor:costmust

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *