Home Episkopal Ongoing Formation Fasilitator St. Damian: Workshop Membuat Modul Pertemuan KBG

Ongoing Formation Fasilitator St. Damian: Workshop Membuat Modul Pertemuan KBG

by admin
Oleh L V Evy Puspitosari (Fasilitator AsIPA St. Damian)

Oleh L V Evy Puspitosari (Fasilitator AsIPA St. Damian, Kontributor BerkatNews.com)

Bengkong-BerkatNews.com.  Program Ongoing Formation (Bina Lanjut) untuk para Fasilitator dan Pengurus KBG Paroki St. Damian-Benkong, digagas rutin dua bulan sekali. Salah satu alasannya adalah masih kurangnya bekal Fasilitator dan Pengurus KBG yang seharusnya menjadi garis terdepan untuk menganimasi umat dalam pemberdayaan komunitas sesuai dengan Visi Keuskupan.

Rekoleksi pertama untuk Program Ongoing Formation dilaksanakan pada Minggu (23/7), yang berfokus pada tujuan meningkatkan spiritualitas kemuridan dan hamba Allah, berkomunio dan  memiliki pengetahuan yang cukup dalam menyusun modul pertemuan KBG.

Narasumber rekoleksi ini adalah RD Marcel Gabriel, bapak Alfons Liwun dan ibu Shito Kadari, ketiganya dari tim Keuskupan Pangkalpinang.

Dibuka dengan Sharing Injil sampai langkah ke-4 dipandu oleh Rafael Agus Supriyono. Pelatihan pembuatan modul ini melewati 4 proses, yaitu: proses persiapan (mengetahui profil peserta di KBG), lalu dilanjutkan dengan tahap membuat sesi–sesi kesadaran (memilih dan mengkonkritkan topik dalam kehidupan nyata, melukiskan ‘masalah’ dalam satu kode, mendalami kode dengan pertanyaan (decode), menemukan langkah baru dalam kode, hidup kita dan Kitab Suci- tantangan kita). Setelah kedua tahapan itu selesai, dilanjutkan dengan membuat upacara doa untuk setiap sesi dari modul, dan membuat instruksi bagi para fasilitator.         

Rekoleksi ini dilaksanakan di aula paroki ini, dihadiri oleh 285 orang fasilitator dan pengurus KBG, dari perwakilan semua wilayah yang ada dalam teritorial Paroki St. Damian, Batam. Semua peserta rekoleksi mengikuti pelatihan ini tahap demi tahap dengan setia.

Setelah sesi pertama yaitu penyampaian teori tentang bagaimana cara membuat modul penyadaran yang sederhana, dilanjutkan dengan praktik menyusun modul. Dari semua peserta dibagi menjadi 3 kelompok besar  berdasarkan warna, dan tiap kelompok besar warna dibagi lagi menjadi 10 kelompok kecil. Dari rekoleksi ini diharapkan mendapatkan banyak hal yang bisa digali dari setiap permasalahan di KBG dan disajikan dalam bentuk modul penyadaran. Tiap kelompok kecil berdiskusi sesuai langkah-langkah yang diarahkan.

RD Marcel, bapak Alfons dan ibu Shito masing-masing mendampingi 10 kelompok kecil. Mereka mendampingi satu persatu, menanyakan hal-hal yang peserta kurang paham atau menjelaskan jika peserta merasa kurang paham saat pemaparan materi dalam kelompok besar.

Antusiasme peserta membuat ketiga narasumber bersemangat. Seperti yang diungkapkan oleh ibu Shito, bahwa beliau melihat keseriusan dari mata para peserta sejak dalam kelompok besar. 90% dari peserta berusaha untuk aktif dan ambil bagian dalam penyusunan modul di kelompok-kelompok kecil. Tambah ibu Shito saat diwawancarai oleh Berkatnews.com.

RD Marcel menambahkan lagi pada Berkatnews.com, bahwa pelatihan penyusunan modul penyadaran ini menjadi awal yang baik, tetapi tidak cukup sampai disini, harus ada pertemuan-pertemuan lanjutan untuk mengolah modul-modul mentah yang dihasilkan dalam rekoleksi ini agar menjadi modul penyadaran yang bisa digunakan dalam pertemuan KBG, sekaligus mengasah terus kemampuan para fasilitator dan pengurus KBG dalam menyusun modul. Bisa dilakukan berdasarkan kelompok warna, atau jika memungkinkan dilakukan pertemuan dan evaluasi di setiap wilayah. Dan PIPA Keuskupan Pangkalpinang siap mendampingi apabila ada Paroki-Paroki yang melakukan Rekoleksi Bina Lanjut, seperti di Paroki Santo Damian, Batam.

Dalam sesi berikutnya, tiap kelompok  warna diberi kesempatan 1 kelompok kecil untuk menyampaikan hasil penyusunan modul penyadaran dari kelompok mereka. Kelompok Merah diwakili oleh kelompok M8 ibu Mitra Yanti, kelompok Kuning diwakili oleh kelompok K4 ibu Vivi Lawalata, dan kelompok Hijau diwakili oleh kelompok H9 bapak Kayus Keabani. Memang dari semua modul yang disusun oleh peserta belum ada yang ‘sempurna’, tapi saat mereka menyampaikan secara pleno, mereka bisa melihat kekurangannya dan memperbaikinya. Dan kekurangan kelompok-kelompok ini juga merupakan masukan bagi kelompok lain.

 Pada sesi berikutnya, banyak peserta yang antusias bertanya dan menanggapi pelatihan ini. Salah satu peserta juga menyampaikan bahwa pertemuan KBG membosankan atau tidak sangat tergantung pada pemandunya. Mereka juga mengharapkan adanya tim inti penyusun modul di Paroki St. Damian. Pak Alfons Liwun, salah satu narasumber memberi masukan pada panitia dan Pastor Paroki, untuk metindaklanjuti pelatihan ini dengan pertemuan lanjutan dan evaluasi untuk semua kelompok, dan akan lebih baik lagi jika dilakukan untuk setiap wilayah

Pelaksanaan Rekoleksi Bina Lanjut Fasilitator dan Pengurus KBG ini ditutup dengan misa perutusan yang dipimpin langsung oleh RD Marcel Gabriel.

Ketua panitia bapak Sihar M. Sitompul mengucapkan limpah terima kasih pada narasumber yang sudah memberi diri untuk rekoleksi ini, pada Pastor Paroki RP Kornelis Aroendati Gaga, SS.CC atas dukungan dan arahannya, pada seluruh panitia yang terlibat dalam kepanitiaan kali ini, serta pada para korwil, ketua KBG dan Fasilitator yang sudah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini, sehingga rekoleksi bisa berjalan dengan baik. Beliau juga meminta maaf jika masih ada kekurangan dalam pelaksanaan rekoleksi ini.

Sampai bertemu lagi pada rekoleksi Bina Lanjut Fasilitator dan Pengurus KBG yang akan datang.(LVEP)

Foto dok.

WhatsApp Image 2017-07-27 at 12.29.38 PM

WhatsApp Image 2017-07-27 at 12.29.39 PM

WhatsApp Image 2017-07-27 at 12.29.40 PM

WhatsApp Image 2017-07-27 at 12.29.45 PM

WhatsApp Image 2017-07-27 at 12.29.45 PM(1)

WhatsApp Image 2017-07-27 at 12.29.46 PM


Editor: costmust/BerkatNews.com

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.