Para Uskup Filipina Serukan Upaya untuk Mengakhiri Perdagangan Manusia

BerkatNews.com. Kasus perdangan manusia atau biasa disebut Human Trafficking dilaporkan semakin meningkat. Berdasarkan hasil laporan dari PBB; United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) sebagaimana dimuat dalam laman resminya, bentuk paling umum dari perdagangan manusia (79%) adalah eksploitasi seksual. Para korban eksploitasi seksual sebagian besar adalah perempuan dan anak perempuan.

MOST REV. RUPERTO CRUZ SANTOS, D.D. (CBCP Episcopal Commission on Migrants)
MOST REV. RUPERTO CRUZ SANTOS, D.D.
(CBCP Episcopal Commission on Migrants)

Di tempat terpisah, para uskup Filipina mendesak pemerintah Filipina untuk semakin meningkatkan upaya dalam memerangi perdagangan manusia. Sebagaimana dilansir Radio Vatikan (05/07/2016), Mgr. Ruperto Santos, ketua Komisi Migran dan Perantau Konferensi Uskup Filipina mengatakan bahwa perdagangan manusia adalah “momok utama” negara yang membutuhkan upaya bersama dari semua lapisan masyarakat untuk mengatasi masalah itu.

Gereja Katolik bulan lalu melakukan inisiatif dengan “perjanjian kemitraan” bersama-sama dengan Dewan Nasional Gereja-Gereja di Filipina dan Dewan Gereja Injili Filipina untuk melawan perdagangan manusia. Gereja-gereja berjanji untuk menjadi “tempat untuk menerima, penyembuhan dan perhatian” bagi korban trafficking, memberikan bantuan hukum, dana darurat, dan dukungan medis dan psikologis. Gereja-gereja juga akan terus terlibat dalam melobi melalui jaringan internasional dan nasional untuk memastikan bahwa semua bentuk perdagangan manusia dapat ditangani oleh pemerintah.


/de Maria numquam satus [costmust]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.