Venerabilis Edel Quinn (Envoy Legio Maria)

Edel Quinn dilahirkan di Greenane, Kantruk, Co.Irlandia pada tanggal 14 September 1907. Ayahnya, Charles Quinn, adalah seorang manajer Bank National yang selalu berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain setiap kali ada promosi baru.
Suster Elizabeth RSM seorang guru yang pernah mengajar Edel, mengatakan bahwa Edel adalah orang yang sangat rajin, adil, berambut ikal, Good-Humoured,dan selalu bersemangat. Ibunya Louis Burke Browne adalah seorang Katolik yang rajin, setiap hari ia menghadiri misa, dan ibunyalah dan beberapa gurunya yang sangat mempengaruhi perkembangan spiritualitasnya. Edel adalah anak pertama, ia mempunyai tiga adik perepempuan; Leslie, Mona, Dorothea, dan satu laki-laki yaitu Raphael.
Edel yang menerima Komuni Pertama pada tahun 1916, juga menjadi orang yang paling rajin mengikuti misa harian sama seperti ibunya, Misa dan Komuni Kudus adalah pilar seluruh karya dan kehidupannya. Keheningan doa Pagi dan malam, Pengakuan dosa secara reguler dan Devosinya yang mendalam dalam Adorasi menyertai perkembangan kehidupan spiritualitasnya.
Bagaimanakah kegiatan Edel diluar, Edel adalah seorang yang sangat popular, wajahnya yang natural , dan segudang prestasi dalam olahraga tennis, Atletik, Golf, Renang, pemain Piano, Pemain Biola, Olah Vokal dan kemampuan acting, dan yang lebih penting kepribadiannya yang sangat menarik, terbuka, tidak egois, simpati dari hati kepada pendidikan dan kerendahan hatinya sungguh sangat menarik orang.


Pendidikan terakhirnya adalah di English Boarding School yang dikelola oleh suster-suster FCJ, Disana ia sangat terkenal dan sangat dihargai karena kepintarannya, bakatnya dalam cabang-cabang olahraga memberikan kesan yang mendalam baginya, ia selalu menjadi kapten dalam teamnya, salah seorang gurunya mengatakan “pengaruhnya di kelas tidak hanya menyehatkan tapi membangkitkan semangat”
Ketika ia ke Belanda, ia menjadi tertarik dengan kehidupan biarawati, keheningan doa yang kushuk, dan dedikasi spiritual yang tinggi membuat ia tertegun. Dalam hatinya, ia memutuskan untuk menjadi biarawati dan mempersembahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan.
Setelah tamat sekolah, ia bekerja sebagai sekretaris pada sebuah perusahaan tembakau di Dublin, Edel sangat terkejut ketika pemilik perusahaan mengatakan bahwa ia mencintainya dan ingin menikahinya, namun dengan sopan Edel menjelaskan bahwa ia telah berjanji pada dirinya sendiri untuk mempersembahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan melalui Kehidupan Religius.
Saat ini, kondisi ekonomi keluarganya menurun, jadi Edel harus bisa mencari uang sendiri untuk bisa masuk biara.
Pada tahun 1927, ketika ia berusia 20 tahun ia aktif dalam “Loreto Convent Sodality” yaitu sebuah perkumpulan utuk membantu anak-anak miskin, dimana kepandaiannya dalam musik sangat dibutuhkan. Suatu hari pada suatu Pertemuan ini, menjadi “Turning life” (titik balik) dari kehidupannya, Edel diajak oleh seorang anggota Legioner bernama Mona Tierney, untuk menghadiri Rapat Mingguan pada sebuah Presidium baru Legio Maria.

Kardinal Suenens menulis “suasana rapat, diamana doa dan karya bersatu, sangat kuat menarik Edel, pada sebuah kelompok kecil, dia telah diperkenalkan dengan semangat laksana pada Ruang Atas di Jerusalem, Gereja Perdana…, Edel merasakan bahwa aksi kerasulan masih berjalan dan saat ini melintas di matanya. Segera ia memutuskan untuk dapat diterima sebagai Legioner”

Dedikasi Edel yang luar biasa segera saja terdengar sampai kepada Konsilium Legionis, Badan Tertinggi Legio Maria, dan Frank Duff, Pendiri, memintanya untuk memimpin sebuah Presidium yang berkarya untuk menyelamatkan moral dalam dunia Prostitusi di Dublin. Edel menerima tugas ini dengan semangat “ad nutum” tunduk setia pada atasan dan bertanggung jawab pada Sancta Maria Hostel dimana kebaikan dan simpatinya yang luar biasa mengatasi rintangan-rintangan yang ada.
Edel yang rajin membaca buku, sangat terkesan dari sebuah buku tentang “Santa Teresia dari Liseux” yang telah mempersembahkan hidupnya dalam kesucian yang tersembunyi dengan melakukan sesuatu sesempurna mungkin dan mencari kesempatan untuk melakukan pengorbanan-pengorbanan kecil yang tersembunyi. Buku-buku lain yang sangat membantu perkembangan spiritualitasnya adalah sebuah karangan Santo Yohanes dari Salib dan sebuah buku karangan Santo Louis Marie de Monfort, setiap hari ia membacanya kira-kira 30 menit sebelum Adorasi dan Doa Rosario.

Pada tahun 1932, dengan bantuan sekuatnya dari keluarganya, ia memutuskan untuk masuk Poor Clare Sister, dan ia diterima. Namun dalam masa-masa persiapannya, ia jatuh sakit dan oleh pihak Rumah Sakit ia divonis menderita Tuberculosis yang tidak bisa diobati. Selama 18 bulan ia harus menjalani pengobatan pada sanatorium.
Tentu saja banyak biaya yang harus dikeluarkan keluarganya untuk pengobatan ini, tetapi kondisi Edel tidak berubah, dan Edel memutuskan untuk keluar, Ia masih bisa berkarya aktiv dan masih diperlukan tenaganya, tetapi untuk sementara ia hanya menjalankan tugas-tugas ringan dari presidium.

Waktu terus berjalan Legio Maria semakin berkembang keseluruh Irlandia dan ke dunia. Pada tahun 1936 Konsilium Legionis, Dublin meminta Edel untuk menjadi envoy/utusan ke Afrika Timur. Beberapa Legioner di Dublin mengkhawatirkan kondisi Edel atas permintaan Konsilium Legionis untuk karya misi yang sangat berbahaya baik bagi kesehatannya ataupun keselamatannya di Afrika. Tetapi Frank Duff berpikiran lain, menurutnya kondisi iklim di Afrika justru akan baik untuk kesehatannya, ia telah mengenal seorang yang sangat berkualitas dan mempunyai banyak potensi yang luar biasa, “ kalian tidak bisa membiarkan burung lincah ini untuk berdiam di sangkarnya, ia harus diberi kesempatan, Edel akan membuat sebuah sejarah apabila ia dibebaskan” .

Edel dengan gembira menerima tugas ini, ia berangkat pada tanggal 24 Oktober 1936, ia mengucapkan selamat jalan kepada para rekan-rekannya dan berkata “saya tidak akan kembali”. Setelah itu sebuah surat diterima Frank Duff, Edel menulis “Apapun konsekwensinya, suka cita yang anda imani dan keberanian untuk membawa kasih Allah, dalam pilihan-Nya terhadap sesuatu yang lemah.”

Delapan tahun kemudian, Pusat karya misi Edel di Afrika Timur dan Afrika Selatan berada di Nairobi, Kenya. Dari sana Edel menempuh beribu-ribu kilometer tak menghiraukan kesehatannya melewati jalan-jalan yang payah, Uganda, Tanzania, Malawi, Zimbabwe, Afrika Selatan bahkan sampai Mauritius, samudra India.

Para Misionaris localpun cepat menerima Edel dengan kehangatan, Edel menjelaskan, melatih, dan mengorganisir beberapa presidium baru. Kemauan yang kuat dan kemampuan Legioner local yang baru direkrutnya semakin meringankannya, mereka ditugaskan berdua-dua kedesa-desa, menjadi katekis bagi anak-anak, dan mengajar katekumen, mengunjungi orang-orang sakit, meninggal, dan mencoba mendekatkan hubungan orang-orang non-Kristen dengan para imam.

Edel juga terus mengirim laporan ke Dublin dewan atasannya, dalam salah satu laporannya, ia menggambarkan pada suatu Malam Natal “Gereja penuh sesak dengan orang-orang Afrika, kira-kira 1.500 orang, mereka bernyanyi, suatu yang indah melihat anak-anak Afrika dengan tertib dan disiplin mengikuti perayaan, pada saat Komuni tentu saja harus antre panjang seperti kereta api, dua orang imam melayani Komuni sampai lama, itu adalah pemandangan yang tidak terlupakan, melihat orang-orang Afrika bernyanyi dengan bahasa Latin dan Credo yang kadang-kadang tidak cocok.”

Suatu hari pada tahun 1937, seorang imam Belanda sedang mengantar Edel menuju ke sebuah rapat Legio Maria beberapa mil jauhnya dari tugasnya di tanah misi Afrika. Mereka sampai di seberang sungai dengan banjir besar yang meluap sehingga jembatan penyeberangan tidak kelihatan, Pastor itu hampir saja berbalik ketika gadis itu (Edel) berseru, “O..Pastor, ayo terus berjalan, saya yakin bunda kita akan melindungi kita”. Pastorpun menjadi heran, tetapi ia tidak bisa menahan diri terhadap iman yang sedemikian besar itu. Beberapa pria yang ada di situ membentuk sebuah rantai manusia untuk mejadi tanda bahwa jembatan itu masih ada disana. Maka iapun maju terus tanpa melihat jembatan. Air memenuhi mesin, tetapi semangat mereka justru berhasil menyeberangkan mobil itu sampai seberang sungai. Ia mengeringkan karburator dan mencoba menghidupkan mesin lagi, mobil itu berhasil dihidupkan lagi dan mereka tiba pada rapat itu tepat waktu.

Kesulitan-kesulitan yang dihadapi Edel memang besar, tetapi dia menghadapi setiap tantangan dengan iman yang tak tergoyahkan dan keberanian yang besar. Ketika orang lain menjadi lemah iman, tanggapannya adalah “Mengapa kita tidak mempercayai bunda kita?”
Hal yang mendasari segala kegiatan Edel adalah kesatuan yang mendalam dengan Allah yang dipupuk melalui doa yang terus menerus. Ekaristi adalah pusat dari hidupnya; “sungguh suatu hidup yang kosong jika tidak ada Ekaristi”, demikian tulisnya. Devosinya kepada Perawan Maria ditandai dengan sebuah keyakinan seorang anak terhadap ibu dan kemurahan hari yang luar biasa.
Dengan jumlah presidia yang ada, Edel bergerak maju, menemui para uskup dan imam, dan terus membentuk presidium-presidium baru dan melakukan konsolidasi-konsolidasi yang diperlukan, dengan beberapa presidium disuatu wilayah di sekitar Pantai Danau Victoria, ia membentuk Kuria pada tanggal 4 April 1937 yang langsung dibawah Konsilium Legionis, Dublin.

Beban perjalanan misi Edel diringankan karena kini Legio memiliki sebuah mobil kecil, salah seorang misionaris mengatakan “ Jalanan sungguh sangat berdebu dan ketika hujan juga tak mungkin untuk dilalui, mobil Edel yang hanya memuat dua orang saja, suara bising mobilnya memecah keheningan Afrika, telah menjadi suatu bunyi kehangatan dalam misi-misi sunyi, ia membawa kebahagiaan kemanapun ia pergi, energinya luar biasa, teman-temannya mengatakan bahwa ia tak mungkin istirahat bahkan di saat terik matahari disiang hari, itu karena karyanya lebih banyak dari pada waktu yang ia punya.”

Hari terus berjalan, suatu hari ia terbaring lemah karena penyakit yang ia derita, Tuberculosis dan Malaria, pneumonia, disentri. Tetapi kemauannya untuk kembali berkarya melupakan dirinya sendiri, komitmennya dalam kerasulan yang luar biasa dan kepercayaannya pada kekuatan Ekaristi.
Namun, tahun tahun di Afrika sungguh sangat menguras tenaganya, Suster-suster di sebuah biara di Malawi dikejutkan dengan kedatangan Edel dengan keadaan lemah, bayangan kematian dan sepertinya sudah tidak ada harapan lagi. Para suster membaringkannya dan melakukan sedapat mungkin apa yang bisa dilakukan, mengobati demamnya dan berdoa untuk kesembuhannya, salah seorang suster (seorang Franch-Canadian), menunggunya sepanjang malam, dan pagi harinya Edel sudah dapat bernapas dengan lebih mudah. Ketika suster itu melangkah dengan tenang supaya tidak mengganggu istirahat Edel, Edel terbangun dan berkata “Suster, saya tahu suster berpikir bahwa saya akan meninggal malam ini, jangan khawatirkan saya suster, Bunda Maria mengatakan kepada saya bahwa saya masih punya kesempatan lagi untuk berkarya untuknya”.

Menjelang tahun 1943, karya Edel semakin meluas keseluruh Afrika Timur dan Afrika Selatan. Legio Mariae telah membuktikan dirinya membawa kehidupan baru dan perkembangan di paroki-paroki, sebagai perpanjangan tangan dari para imam hingga sampai ke sudut-sudut umatnya yang jauh dari jangkauannya
Dibawah kepemimpinan Edel, semakin banyak orang yang bersemangat dalam kerasulan, sebagaimana pertumbuhan doa dan kekudusan para anggota.

Pada tanggal 6 Maret 1944, dalam jadual perjalanan yang melelahkan, Edel berangkat dalam 18 jam perjalanan kereta api dari Nairobi ke Kisumu. Namun lagi-lagi kesehatannya menurun, dan ia harus kembali ke Nairobi padatanggal 11 April 1944.
Pada tanggal 9 Mei 1944, ia mengirim surat kepada Frank Duff “saya susah untuk bergerak akhir-akhir ini……., saya berdoa untuk perjalanan saya ke Kisumu dan Kuria disana, …”
Kemudian, setelah bertahan dari serangan jantung yang ia derita, pada malam 12 Mei 1944, ia menghembuskan nafas terakhirnya dengan bisikan lirih dimulutnya yang suci “ Yesus, Yesus, Yesus” diikuti nama ibunya “Bunda Maria, Bunda Maria, Bunda Maria”.
Ia dimakamkan di Pemakaman Missionaris di Nairobi.

PROSES PENGANGKATAN MENJADI ORANG KUDUS


Edel Quinn adalah Envoy (Utusan) Legio Mariae ke Afrika Timur dari 30 Oktober 1936 sampai 12 Mei 1944.
Pada tahun 1957 Uskup Agung Nairobi memprakarsai proses beatifikasinya dan banyak kesaksian diteliti baik di Afrika maupun di Irlandia, bukti mereka yang dipublikasikan oleh Tahta Suci menunjuk tidak hanya pada kesuciannya yang unggul tetapi kesucian dalam bentuk yang paling menarik. Kata-kata cinta, sukacita dan damai selalu muncul hampir dalam semua kesaksian. Vikaris Jenderal Mauritius berbicara kepada banyak orang “saya ingin memberikan penekanan khusus pada sukacitanya yang tanpa henti; dia selalu tersenyum, dia tidak pernah mengeluh, dia selalu siap sedia membantu dan tidak pelit dengan waktunya”
Tahta Sucilah yang akan memutuskan mengenai kesucian heroiknya. Sementara itu ratusan uskup telah menulis kepada Bapa Suci untuk mendukung proses beatifikasinya, sebagian besar dari para uskup menekankan relevansi khusus Edel bagi orang-orang muda dimasa kita. Edel dalam kata-kata seorang Kardinal Spanyol “Adalah gambaran dari anak muda sejati Gereja”
Edel Quinn, “Ia mengisi misinya dengan devosi yang luar biasa dan keberaniannya untuk menyentuh setiap hati, ia meninggalkan Legio Mariae dan Afrika dalam karya agungnya sepanjang hidup. Paus Yohanes Paulus II sendiri mengakui dan menghormati karya, pelayanan yang luar biasanya kepada Gereja”
Pada tanggal 31 Desember 1994, Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II dalam pertemuan khusus para kardinal dan Konggregasi untuk Penggelaran Nama Kudus membuat sebuah deklarasi : “Sudah selayaknya, The Servant of God Edel Mary Quinn, seorang Perawan Legio Maria dengan mempraktekkan nilai-nilai theologies Iman, Kasih dan Harapan dengan jiwa kepahlawanannya kepada Tuhan dan sesama ……, setelah itu Bapa Suci memberikan gelar untuknya Venerable.
Bapa Suci memerintahkan untuk mempublikasikan dan untuk memberikan prioritas sejauh mungkin kedalam aksi Konggregasi.”


Doa Beatifikasi oleh Kardinal Keuskupan Agung Quito, Amerika Latin:

DOA UNTUK BEATIFIKASI EDEL QUINN

Venerabilis Edel Quinn
Venerabilis Edel Quinn

Bapa yang kekal dan kuasa, kuhaturkan terimakasih kepada-Mu atas rahmat yang telah Engkau anugerahkan bagi hamba-Mu Edel Quinn untuk berusaha agar senantiasa hidup dalam sukacita di hadapan-Mu, atas kasih yang senantiasa memancar yang Engkau leburkan dalam hatinya melalui daya Roh Kudus-Mu dan daya kekuatan yang ia peroleh dari Roti Kehidupan untuk berkarya sampai ajalnya demi kemuliaan nama-Mu dalam ketergantungan mesra pada Maria, Bunda Gereja.Dengan penuh keyakinan, Ya Bapa yang berbelas kasih, oleh karena hidupnya telah menyenangkan hati-Mu, saya mohon kepada-Mu untuk menganugerahkan kepadaku, melalui pengantaraannya, anugerah khusus yang kini aku mohonkan……(sebutkan permohonan yang dikehendaki dalam hati)Ya Bapa yang maharahim, nyatakanlah itu melalui anugerah-anugerah mulia yang ia nikmati di surga, sehingga ia boleh dimuliakan juga oleh Gereja-Mu di bumi, melalui Kristus Tuhan kami. Amin.

(costmust)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *