Hadapi Tantangan di Myanmar, Keuskupan Kengtung Perkenalkan AsIPA

Myanmar-BerkatNews.com. Myanmar (sebelumnya Burma) adalah sebuah negara multi etnis. Kedatangan para misionaris Kristen di tanah Myanmar adalah fajar era baru dalam sejarah negara yang mayoritas beragama Buddha ini. Para misionaris perintis menginjakkan kaki wilayah paling Timur Myanmar, sampai terbentuknya Keuskupan Kengtung berdiri tahun 1912 oleh kedatangan misionaris PIME (Pontificio Instituto Missione Estere). Namun, upaya pewartaan saat itu tanpa banyak keberhasilan karena perang dan berbagai bentuk ketidakstabilan politik.

Wilayah Shan di Myanmar dibagi menjadi tiga area: Selatan, Utara dan bagian Timur. Keuskupan Kengtung terdiri dari sembilan kota dari Timur Wilayah Shan, yang terletak di bagian Timur sebagian besar Myanmar yang juga dikenal sebagai “Segitiga Emas.” Daerah ini berbatasan dengan Thailand, Cina dan Laos.

Masalah yang dihadapi orang-orang dari daerah ini diantaranya termasuk konflik antara kelompok etnis dan tentara, perpindahan, kehilangan tanah adat dan peluang mata pencaharian, perdagangan manusia, budidaya opium dan penyalahgunaan narkoba, HIV / AIDS, potensi yang tinggi melakukan migrasi ilegal, kurangnya kesempatan untuk pendidikan, dan kemiskinan.

Fokus pastoral Keuskupan Kengtung

Keuskupan Kengtung melakukan Sinode Keuskupan pertama pada tahun 2007. Sinode ini merumuskan enam hal sebagai fokus pastoral Keuskupan, Yaitu:

  1. Formasi Iman dan Katekese
  2. Evangelisasi dan Program Pembaharuan Pastoral
  3. Komisi Kepemudaan
  4. Komisi Awam dan Keluarga
  5. Kerasulan Media
  6. Dialog Antar Agama

2

Workshop (Lokakarya) AsIPA

Langkah konkrit yang diambil oleh Keuskupan dalam menghadapi tantangan-tantangan pastoral di Myanmar adalah dengan  memperkenalkan AsIPA (Asian Integral Pastoral Approach) dalam hidup dan misi Keuskupan. Pada 25-30 Januari 2016, Tim Sumber Daya AsIPA Keuskupan menyelenggarakan workshop AsIPA di Pusat Pastoral Keuskupan Kengtung. Lokakarya ini difasilitasi oleh Tim Sumber Daya AsIPA (AsIPA Resource Team) Ibu Wendy Louis (Executive Secretary of the Office of Laity & Family of FABC, Singapore) dan Ibu Bibiana Joohyun Ro (Executive Secretary of AsIPA Desk of OLF of FABC, Korea) bekerjasama dengan Tim Sumber Daya AsIPA Keuskupan dan Nasional Myanmar.

Tujuan diadakannya Lokakarya AsIPA ini adalah untuk Pengembangan Pastoral Integral untuk Komunitas Basis di Keuskupan Kengtung melalui AsIPA, yaitu:

  1. Untuk menemukan dan memperdalam visi Gereja: sebuah Cara Baru Hidup Menggereja (Persekutuan Komunitas-komunitas; Gereja partisipatif)
  2. Untuk memperjelas bahwa KBG (Komunitas Basis Gerejawi) adalah sebuah jalan dan instrumen menerapkan visi Cara Baru Hidup Menggereja
  3. Untuk memperdalam pemahaman tentang Komunitas Basis Gerejawi (KBG)
  4. Untuk mengalami kehadiran Yesus dalam komunitas melalui Sharing Injil
  5. Untuk berbagi pengalaman dalam ber-KBG dengan keuskupan lainnya

Peserta

Ada 167 peserta yang ikut dalam lokakarya AsIPA ini yang merupakan perwakilan semua paroki (20) di Keuskupan Kengtung. Diantaranya dua orang uskup, 40 pastor, 25 religius, 27 katekis, 30 ibu-ibu, 15 bapak-bapak dan 28 kaum muda. Uskup Lucius Hre Kung, Uskup Hakha dan Presiden Komisi Episkopal Kerasulan Awam dan Keluarga mempresentasikan tentang visi Cara Baru Hidup Menggereja.

Teks AsIPA dalam Bahasa Burma

Tim Sumber Daya Nasional (National AsIPA Resource Team) telah berhasil menterjemahkan Teks AsIPA ke dalam bahasa Burma dan dalam Lokakarya ini Teks AsIPA bahasa Burma untuk pertama kalinya di pakai.

Rencana Aksi Kedepan:

Setelah lokakarya AsIPA, Keuskupan Kengtung menyusun beberapa rencana aksi dalam berikut:

  1. Merevitalisasi komunitas-komunitas Kristen melalui Cara Baru Hidup Menggereja
  2. Melatih para pemimpin awam
  3. Memperkuat Gereja Lokal Keuskupan dengan cara mempromosikan KBG

Tim Sumber Daya AsIPA Keuskupan Kengtung menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Tim Sumber Daya AsIPA (AsIPA Resource Team/ART) Ibu Wendy Louis (Executive Secretary of the Office of Laity & Family of FABC, Singapore), Ibu Bibiana Joohyun Ro (Executive Secretary of AsIPA Desk of OLF of FABC, Korea) dan Tim Sumber Daya AsIPA Nasional Myanmar.***

5

4

3


Diterjemahkan oleh BerkatNews.com dari Newsletter FABC Office of Laity and Family Edisi Jan-Mar 2016

de mariam numquam satis[costmust] 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *