Tanjungpinang, Berkatnews.com— Umat begitu membludak. Pasalnya, terhitung sekitar 1500 menghadiri misa Penutupan Bulan Rosario di Gua maria Teluk Dalam. Warisan tradisi dari Paus Leo XIII ini, sungguh dihayati oleh umat Katolik di Pulau Bintan.
Di pulau Bintan terdapat 2 Paroki, yaitu, Paroki Hati Santa Maria Tak Bernoda atau HSMTB dan Paroki Allah Tritunggal maha Kudus alias ATM. Uniknya, paroki HSMTB adalah paroki tertua di Kepulauan Riau, sedangkan Paroki ATM adalah paroki termuda di Kepulauan Riau. Jumlah Umat Katolik di Kedua Paroki ini hampir mencapai 8000 Orang.
Penutupan Bulan Rosario di laksanakan pada hari minggu 27 Oktober 2024 di Gua Maria Teluk dalam yang berjarak kurang lebih 60 km dari Pusat Paroki HSMTB yang beralamat di Jalan Diponegoro no.12 Tanjungpinang tidak jauh dari Pelabuhan Sri Bintan Pura. Hadir dalam perayaan tersebut kurang lebih 1500 Umat dari beberapa Wilayah. Dari Paroki HSMTB terdapat 6 wilayah di tanjungpinang, wil Dompak, wil Senggarrang, wil Matias Mulumba, wil Kijang, Malang Rapat, Kawal, galang batang, tanjungkapur, teluk dalam dan dari Paroki ATM.
Kagiatan yang dilaksanakan 1 tahun sekali ini di selenggarakan dengan arak arakkan patung Bunda Maria yang di hias dari masing masing wilayah. Mereka telah hadir di Lokasi sejak puluk 7 pagi untuk mempersiapkan diri dalam perarakkan patung Maria. Semua Umat sangat Antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Misa di tutup dengan Doa di depan Maria yang di pimpin oleh Rm Poya. Lagu-lagu maria terus dinyanyikan dengan penuh hikmat sehingga prosesi perayaan dapat berlangsung Tenteram, aman damai dan teduh. (Ad/sfn/sumber : Web Kemenag Kota Tanjunpinang)
Editor : Fadli K

Pemerintah Provinsi Kepri tidak setengah-setengah dalam relokasi ini. Keseriusan Pemerintah Provinsi ditunjukkan dengan menyediakan lahan yang tidak jauh dari gereja yang lama dan membangunnya untuk umat katolik di Kijang ini. Tidak tanggung-tanggung, biaya milyaran rupiah digelontorkan untuk membangun gedung gereja dengan ukuran 14,5 m x 40 m, beserta dengan ruangan sekretariat, pastoran dan aula yang bisa menampung sekitar 400 orang, yang akan berdiri tepat di samping kanan gereja.

Kamis, 9 Agustus 2018, hari yang bersejarah bagi umat di Senggarang. Kunjungan pastoral Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM ke paroki Hati Santa Maria Tak Bernoda, menjadi suatu kebahagiaan bagi umat di sana. Karena Mgr. Adrianus berkenan memberkati kapela tempat mereka beribadah.




Rabu sore tanggal 8 Agustus 2018, setibanya rombongan di jalan masuk ke kapela, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM disambut dengan 4 adat NTT, yaitu adat Lembata dengan tarian Hedung, ditandu, diarak dan dielu-elukan laksana panglima yang menang dalam pertempuran. Lalu perarakan tandu disambut dengan tarian Ja’i dari Bajawa, tarian Hegong yang diiringi alat musik tradisional Gongwaning dari Maumere dan tarian Sai dari Manggarai.
Pemberkatan ini juga dihadiri oleh suster provinsial JMJ Jakarta; Sr. Vinsensia Siunta, JMJ. Turut hadir dalam pemberkatan Sr. Natalia, JMJ, Sr. Yulita JMJ, serta Sr. Agnes, JMJ dari Rampang-Batam. Biara ini nantinya akan menjadi rumah bagi Sr. Ivonne Pusung, JMJ dan Sr. Vinsentia Elmika Anri Jama, JMJ yang akan mendampingi 41 remaja putri yang tinggal di asrama putri Batu Kucing.
bukan hanya menjadi house, tapi benar-benar menjadi home bagi para penghuninya. Mgr. Adrianus juga berpesan untuk menjadikan biara ini menjadi rumah doa, yang penghuninya selalu bahagia, saling mendukung, saling melengkapi, saling mengasihi dan tidak mendendam satu dengan yang lain. Karena jika ada dendam, disitulah setan yang sudah mengintai, memiliki kesempatan masuk ke dalam hati penghuni rumah itu.



