Bangka Selatan, Berkatnews.com 20 September 2026 — Menemani generasi muda Katolik di era modern tentu memiliki dinamika dan tantangan tersendiri. Menyadari hal tersebut, para pendamping Orang Muda Katolik (OMK) se-Paroki Santa Maria Assumpta Toboali, Bangka Selatan, menggelar kegiatan Pembinaan Inspiratif dalam suasana penuh kebersamaan, refleksi, dan semangat membara di Stasi Santo Petrus Air Semut. Kegiatan ini dirancang khusus untuk memperkuat peran strategis para pendamping dalam membimbing dan mengembangkan kehidupan iman kaum muda.
Misi Menjadi Sahabat dan Penuntun Iman
Dalam kata pengantarnya, Sr. M. Marsiana, PRR selaku Koordinator Seksi Kepemudaan Paroki menegaskan bahwa seorang pendamping OMK harus melangkah lebih jauh dari sekadar urusan organisatoris.

“Pendamping diharapkan memiliki hati yang tulus untuk mendampingi kaum muda dalam perjalanan iman dan kehidupan mereka,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Moderator OMK Paroki, RP. Titus Unagolok, SS.CC, saat membuka acara secara resmi mengajak para peserta untuk mengevaluasi pelayanan selama ini, khususnya dalam mencari solusi atas tantangan OMK yang kurang terlibat dalam kegiatan menggereja maupun kemasyarakatan.
“Orang muda bukan hanya masa depan Gereja, tetapi mereka adalah bagian penting dari Gereja hari ini. Mari menjadi pendamping yang membuat mereka merasa diterima, dipercaya, dan diutus.” — Bpk. Petrus Marbun, Narasumber dan Pendamping OMK Paroki Toboali,


Suasana Interaktif dan Sharing Pengalaman Antar-Stasi. Kegiatan ini berlangsung semakin hidup berkat sesi sharing dan diskusi interaktif dari perwakilan stasi:
• Stasi Elisabeth Kampung Baru dan Stasi Santo Petrus Air Semut: Menyoroti tantangan klasik dalam memahami karakter kaum muda yang dinamis di tengah arus teknologi dan kesibukan hidup. Kendati demikian, para pendamping terus berkomitmen untuk konsisten hadir mendampingi OMK di setiap kegiatan.
• Pusat Paroki Santo Wilibrodus Toboali: Membagikan cerita sukses di mana OMK aktif terlibat dalam pelayanan gereja hingga kunjungan orang sakit. Perwakilan dari pusat paroki berpesan, “Proses pembinaan OMK butuh waktu panjang. Tugas kita adalah memelihara yang aktif; tidak perlu banyak, yang penting berkualitas.”
• Solusi Konkret: Menanggapi problem OMK yang kurang aktif, Seksi Kepemudaan merekomendasikan pendekatan personal melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah (door-to-door) untuk menyapa mereka secara hangat.

Sesi interaktif para pendamping OMK
Menutup dengan Semangat St. Yohanes Don Bosco
Mengakhiri rangkaian pembinaan, Romo Moderator berpesan kepada seluruh pendamping untuk senantiasa beradaptasi dan memperbarui semangat pelayanan dengan mengutip teladan Santo Pelindung Kaum Muda:
“Tidak cukup hanya mencintai anak muda. Mereka harus merasa bahwa mereka dicintai.” — St. Yohanes Don Bosco
Melalui pembinaan inspiratif ini, para pendamping OMK Paroki Toboali kembali dikukuhkan dalam panggilannya: siap hadir dengan hati, mendampingi dengan kasih, dan berjalan bersama OMK menggapai masa depan iman yang gemilang.
Mari terus melangkah bersama! Jadilah terang yang tidak redup dan garam yang tidak tawar. Karena bersama kalian, wajah Gereja hari ini menjadi hidup, segar, dan penuh sukacita Kristus.
Penulis : Seksi Komsos Paroki Santa Maria Assumpta Toboali

Para pendamping OMK Toboali