Home Asian Church Mgr. Adrianus Sunarko Pimpin Misa Puncak Minggu Migran & Pengungsi Sedunia 2026 di Batam

Mgr. Adrianus Sunarko Pimpin Misa Puncak Minggu Migran & Pengungsi Sedunia 2026 di Batam

by Veronika Suci Handayani

Pangkalpinang, Berkatnews.com – Rangkaian peringatan Minggu Migran dan Pengungsi Sedunia 2026 di Batam ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Pangkalpinang sekaligus Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Prof. Dr. Adrianus Sunarko OFM, di Pacific Palace Hotel, Batam, Minggu (20/9/2026).

Perayaan Ekaristi tersebut menjadi bagian kedua sekaligus penutup dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Stella Maris Batam. Sebelumnya, ribuan peserta mengikuti Seminar Internasional bertema “From Vulnerability to Dignity: Promoting Safe and Orderly Migration”, yang menghadirkan para pejabat pemerintah, akademisi, organisasi internasional, pekerja migran, serikat pekerja, aktivis, serta pegiat kemanusiaan.

Perayaan Ekaristi dipimpin Mgr. Adrianus Sunarko bersama sekitar 20 imam konselebran dan enam diakon. Di antara para imam konselebran hadir Sekretaris Eksekutif Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) KWI RD. Marthen L.P. Jenarut, S.Fil., S.H., M.H., serta Direktur Caritas Indonesia RD. Fredy Rante Taruk.

Ekaristi Hari Migran Sedunia

Ekaristi Menjadi Puncak Seluruh Rangkaian

Dalam homilinya, Mgr. Adrianus Sunarko mengungkapkan kekagumannya melihat umat yang tetap bertahan hingga akhir seluruh rangkaian kegiatan.

Sejak seminar internasional berlangsung hingga perayaan Ekaristi, peserta mengikuti kegiatan dalam waktu yang panjang. Karena itu, Uskup menyampaikan apresiasi sekaligus rasa syukur karena umat tetap hadir dan mengambil bagian hingga perayaan Ekaristi berakhir.

Menurutnya, kehadiran umat hingga penghujung acara menunjukkan bahwa perhatian terhadap persoalan migrasi dan pengungsi bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi juga merupakan bagian dari panggilan iman.

Bapa Uskup Adrianus Sunarko, OFM

Uskup: Menjadi Relawan adalah Anugerah

Dalam homilinya, Mgr. Adrianus juga menyampaikan rasa syukur karena begitu banyak orang bersedia terlibat dalam memberikan perhatian terhadap persoalan migrasi.

Ia melihat keterlibatan tersebut sebagai bentuk kerelawanan yang dilakukan tanpa pamrih.

Menurutnya, para relawan tidak hanya memberikan tenaga dan waktu, tetapi menghadirkan perhatian, kepedulian dan solidaritas kepada mereka yang berada dalam situasi rentan.

Dalam semangat Kristiani, keterlibatan tersebut menjadi kesempatan untuk menghadirkan kasih kepada sesama.

“Kita bersyukur karena begitu banyak umat, begitu banyak relawan yang mau terlibat dalam memberi perhatian pada isu-isu migrasi tanpa pamrih.”

Ia menekankan bahwa justru dalam keterlibatan semacam itu manusia dapat menemukan sukacita yang sejati.

Menjadi relawan, menurut pesan homili tersebut, bukan semata-mata tentang apa yang diberikan kepada orang lain, tetapi juga tentang anugerah untuk dapat mengambil bagian dalam karya kasih Kristus.

“Di sanalah kita menemukan sukacita yang sejati, ketika kita diberikan anugerah menjadi relawan-relawan Kristus.”

Sebelum perayaan Ekaristi, Seminar Internasional menghadirkan sejumlah keynote speaker, antara lain Kapolda Kepulauan Riau Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H.; Mgr. Prof. Dr. Adrianus Sunarko OFM; Dirjen Pelindungan KP2MI Rinardi, S.E., M.Sc.; serta RD. Marthen L.P. Jenarut, S.Fil., S.H., M.H.

Dalam paparannya, Kapolda Kepulauan Riau mengapresiasi Keuskupan Pangkalpinang yang dinilainya aktif mengambil bagian dalam isu migran dan pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Sesi berikutnya menghadirkan panelis dari berbagai bidang, di antaranya Jessica Sparks dari Stanford Center for Ocean Solutions dan Tufts University, Hengki Wijaya dari Indonesian Maritime Crewing Agents Association (IMCAA), Ilyas Pangestu dari Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI), Wahyu Susilo dari Migrant CARE, Shafira Ayunindya dari IOM Indonesia, Albert Yosua Bonasahat dari ILO Indonesia, RD. Chrisanctus Paschalis Saturnus dari KKPPMP Keuskupan Pangkalpinang, serta RP. Ansensius Guntur, CS, Direktur Stella Maris Batam.

Kepada media, Cosmas Eko Suharyanto, Ketua Pantia Minggu Migran & Pengungsi 2026 mengatakan bahwa secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar dan tertib walau diikuti ribuan peserta.

“Kami juga menghadirkan band The Consonance dari Sekolah Yos Sudarso dan Encho DC untuk menggaet anak muda mengikuti kegiatan, dan mereka mulai belajar isu migrasi…” tutup Cosmas.

You may also like

Leave a Comment

hacked by rexom

hacked by rexom
phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi