Belinyu, BerkatNews.com – Umat Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Belinyu menggelar prosesi perarakan Patung Bunda Maria pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Patung Bunda Maria diarak dari Gereja Paroki menuju Gereja Stasi dan kembali lagi ke Gereja Paroki sebagai puncak penutupan perayaan Bulan Rosario yang telah berlangsung sepanjang bulan Oktober.
Selain penutupan Bulan Rosario, momen bersejarah ini juga diisi dengan pemberkatan pelataran Gua Maria dan pendopo yang baru saja selesai direnovasi. Pemberkatan dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM.

Prosesi perarakan patung Bunda Maria
Prosesi perarakan dimulai pada pukul 14.00 WIB dan tiba kembali di Gereja Paroki sekitar pukul 16.00 WIB. Tiba di gerbang gereja, Patung Bunda Maria disambut antusias oleh segenap umat dan diiringi dengan tarian khas Batak. Patung kemudian diarak menuju Gua Maria, tempat dilaksanakannya Perayaan Ekaristi penutupan.
Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Mgr. Adrianus Sunarko, OFM dengan didampingi oleh para imam, di antaranya Pastor Vikjen Keuskupan Pangkalpinang Pastor Anton Moa Tolipung, Pastor Vikep Bangka Belitung Pastor Stanislaus Bani, Pastor Gregorius Gilberto Casadei, Pastor Mitsie Benson Sitepu, Pastor Silvester Rasun Moro, dan Pastor Yos Anting. Turut mendampingi pula Pastor Paroki Belinyu Pastor Wendelinus Pantaleon dan Vikaris Paroki Pastor Yustinus, serta dihadiri oleh Pastor Servasius Samuel, Pastor Yudi, Diakon Erik, dan Diakon Edo.

Suasana ekariti penutupan bulan rosario di Gua Maria Belinyu

Dalam homilinya, Mgr. Adrianus Sunarko mempertegas peran penting sosok Maria dalam karya keselamatan Allah. Bapa Uskup mengutip perkataan Maria, “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Jawaban Maria ini merupakan tanda penyerahan diri sebagai hamba Allah sekaligus Bunda Allah yang melahirkan Yesus Kristus, Sang Juruselamat.
Lebih lanjut, Bapa Uskup juga menegaskan nama Gua Maria Belinyu yaitu “Gua Maria Bunda Segala Bangsa”. Penamaan ini mempertegas bahwa Gua Maria ini terbuka untuk siapa saja tanpa memandang latar belakang. Siapa pun diperkenankan datang untuk berdoa dan memohon perlindungan serta doa perantaraan Bunda Maria.
Seusai homili, acara dilanjutkan dengan prosesi pemberkatan pelataran dan pendopo Gua Maria yang baru selesai direnovasi oleh Bapa Uskup.

Homili Bapa Uskup dan sambutan Pastor Paroki Belinyu
Sebelum berkat penutup, Pastor Paroki Belinyu, Pastor Wendelinus Pantaleon, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh umat yang telah memberikan dukungan, baik berupa doa maupun bantuan materiil demi terlaksananya renovasi Gua Maria. Secara khusus, beliau juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah sukarela berderma, di mana sebagian di antaranya berasal dari luar lingkungan Gereja.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan ramah tamah bersama seluruh umat di pendopo yang baru. Suasana malam penutupan Bulan Rosario tersebut berlangsung penuh kehangatan dan persaudaraan, semakin semarak dengan berbagai macam penampilan hiburan dari para Seminaris, umat Stasi, serta Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Belinyu.
Diharapkan dengan selesainya renovasi pelataran dan pendopo Gua Maria Bunda Segala Bangsa ini, umat dapat semakin khusyuk dalam berdevosi dan menjadikan tempat ini sebagai sarana mempererat tali silaturahmi serta iman, tidak hanya bagi umat Katolik Belinyu tetapi juga bagi masyarakat luas yang datang berkunjung. (Tri)

Bapa Uskup, para Imam dan petugas liturgi