GALANG BATANG, Berkatnews.com– Perayaan Ekaristi dalam rangka peresmian Gereja Santo Yohanes Paulus II di Galang Batang berlangsung meriah dan khidmat, Sabtu (24/10/2026). Perayaan tersebut dihadiri umat Katolik dari Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan yang datang bersama-sama untuk mengikuti momen penting dalam perjalanan iman umat di Galang Batang.
Gereja yang memiliki ciri khas warna merah muda atau Pink Church ini menjadi simbol sukacita umat atas hadirnya rumah ibadah baru. Warna pink tersebut memiliki makna liturgis yang berkaitan dengan Minggu Laetare, yakni Minggu Sukacita dalam tradisi Gereja Katolik.

Prosesi penyambutan

Gereja Santo Yohanes Paulus II di Galang Batang
Makna ini sejalan dengan kebahagiaan umat yang telah melalui perjalanan panjang hingga akhirnya dapat memiliki gereja yang representatif untuk beribadah dan mengembangkan kehidupan iman.
Prosesi peresmian diawali dengan penyambutan Uskup Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, bersama Wakapolda Kepulauan Riau Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.S., menggunakan adat Flores.
Umat menyambut kedatangan para tamu dengan tarian tradisional Gong Waning, kesenian khas masyarakat Sikka, Maumere, Nusa Tenggara Timur. Penyambutan tersebut menjadi ungkapan sukacita sekaligus bentuk pelestarian budaya yang dibawa umat dari tanah asal mereka.

Suasana meriah penyambutan para tamu

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pengguntingan pita sebagai tanda peresmian gereja, kemudian pemberian berkat oleh Uskup Mgr. Adrianus Sunarko, OFM dengan menggunakan tongkat gembala atau baston.
Uskup membuat tanda salib pada pintu depan gereja sebagai bagian dari prosesi pemberkatan.
Dalam pesannya, Uskup Adrianus secara khusus mengingatkan umat di Galang Batang agar kemegahan bangunan gereja diimbangi dengan kehidupan iman yang kuat dan partisipasi aktif umat.
Ia berharap gereja yang telah dibangun dengan penuh perjuangan tersebut tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga dipenuhi umat ketika perayaan liturgi berlangsung.
“Jangan sampai gerejanya megah, tetapi umatnya kosong ketika perayaan,” demikian pesan Uskup kepada umat di Galang Batang.

Menurutnya, gereja bukan sekadar bangunan untuk beribadah, melainkan rumah bersama bagi umat untuk bertumbuh dalam iman, mempererat persaudaraan, dan mewujudkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Uskup juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam proses pembangunan Gereja Santo Yohanes Paulus II hingga akhirnya dapat diresmikan. Ia menceritakan bagaimana umat di Galang Batang saling bahu-membahu, bekerja sama, dan memberikan dukungan demi terwujudnya rumah ibadah tersebut.
Pembangunan gereja itu bukanlah perjalanan yang mudah. Prosesnya membutuhkan waktu panjang, tenaga, dan pengorbanan dari banyak pihak. Selain menghadapi berbagai tantangan pembangunan, lahan yang kini menjadi lokasi berdirinya gereja juga sempat mengalami konflik.
Namun, berbagai persoalan tersebut akhirnya dapat diselesaikan hingga pembangunan gereja bisa dituntaskan.
“Semua selesai bersama Roh Kudus,” ujar Uskup, menggambarkan perjalanan panjang pembangunan gereja yang akhirnya dapat diselesaikan melalui kebersamaan dan penyertaan Tuhan.
Lebih lanjut, Uskup berpesan agar kehidupan umat tidak hanya berpusat pada kegiatan peribadatan, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama. Ia mengingatkan agar jangan sampai ada umat yang mengalami penderitaan tanpa mendapatkan perhatian dan pertolongan dari saudara seiman.
Menurutnya, semangat hidup menggereja harus tercermin dalam sikap saling memperhatikan, membantu, dan menguatkan, terutama ketika ada sesama yang sedang menghadapi kesulitan.
Sementara itu, Pastor Paroki HSMTB Tanjungpinang, Romo Pramodo, mengatakan peresmian Gereja Santo Yohanes Paulus II merupakan momen iman yang penting bagi umat di Galang Batang.
Ia menyebut keberadaan gereja baru yang ikonik tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi umat untuk semakin menghidupi iman dalam keseharian.
“Semoga iman umat semakin bertumbuh dan berkembang serta berjalan bersama dalam mewujudkan iman yang nyata di tengah-tengah masyarakat,” ujar Romo Pramodo.
Pramodo juga mengatakan Peresmian Gereja Santo Yohanes Paulus II menjadi penanda perjalanan iman umat di Galang Batang. Kehadiran gereja yang dikenal dengan sebutan Pink Church ini bukan hanya menjadi kebanggaan karena keunikan bangunannya, tetapi juga membawa harapan agar sukacita umat terus bertumbuh melalui kehidupan menggereja, persaudaraan, dan pelayanan nyata di tengah masyarakat. (Rinto Situmorang)

Daftar Uskup, Imam, dan Diakon yang Hadir
Peresmian Gereja Santo Yohanes Paulus II turut dihadiri sejumlah uskup, imam, dan diakon, yaitu:
- Mgr. Adrianus Sunarko, OFM
- Rm. Vikjen Antonius Moa Tolipung
- Rm. Wilfridus Nong Yodi, Vikep Kepulauan Riau
- Rm. Pramodo, Vikep Kategorial sekaligus Pastor Paroki
- Rm. Poya, Pastor Paroki Allah Tritunggal Mahakudus
- Rm. Samuel, Ketua Yayasan Tunas Karya
- Rm. Kamilus, Kepala Sekolah SMP Katolik Tanjungpinang
- Rm. Yohan, Pastor Vikaris ATM
- Rm. Agung, OFM
- Rm.Mitsie Sitepu
- Diakon Adit
- Diakon Ricky
- Diakon Berto
- Diakon Aldi