Pangkalpinang, Berkatnews.com – Umat Katolik Paroki Katedral Santo Yosef Pangkalpinang menutup rangkaian doa Rosario selama Bulan Oktober dengan Perayaan Ekaristi di Gua Maria Yung Fo, Keuskupan Pangkalpinang, Jumat (30/10/2026). Perayaan Ekaristi yang dipimpin Pastor Paroki Katedral Santo Yosef Pangkalpinang, RD. F. Indrajati Hendri Santoso, ini menjadi ungkapan syukur atas kebersamaan umat dalam mendaraskan doa Rosario sepanjang bulan.
Selama Bulan Rosario, umat diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa bersama Bunda Maria, sekaligus merenungkan teladan iman dan kesetiaannya dalam mengikuti kehendak Allah.

Suasana ekaristi di Gua Maria Yung Fo
Dalam homilinya, Romo Indrajati mengajak umat untuk melihat kembali bagaimana iman dihayati dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, iman bukan sekadar bagian tambahan dalam kehidupan, melainkan anugerah Tuhan yang perlu diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata.
Ia mengingatkan bahwa manusia sering kali terjebak dalam berbagai perasaan, kekhawatiran, dan persoalan pribadi hingga sulit berdamai dengan keadaan. Dalam situasi tersebut, Bunda Maria menjadi teladan bagaimana iman kepada Allah tidak menjauhkan seseorang dari persoalan kehidupan, tetapi justru mendorongnya untuk semakin peduli terhadap sesama.

Umat Katolik Paroki Katedral hadir dalam penutupan Bulan Rosario

Homili Romo Jati
Romo Indrajati kemudian mengangkat kisah Bunda Maria yang segera mengunjungi Elisabet setelah menerima kabar dari Malaikat Tuhan. Meskipun sedang menghadapi pergumulan dalam dirinya, Maria tidak membiarkan kekhawatiran menghalanginya untuk hadir membantu saudarinya.
“Bunda Maria justru mendekatkan dirinya dengan pengalaman orang-orang yang membutuhkan pertolongan, orang-orang yang barangkali juga tidak mendapatkan perhatian dari orang lain,” ungkapnya.
Selain itu, Romo Indrajati juga mengingatkan kesetiaan Bunda Maria yang tetap mendampingi Yesus hingga wafat di kayu salib, serta hadir bersama para murid ketika menantikan kedatangan Roh Kudus. Melalui kisah tersebut, umat diajak untuk meneladani iman Maria yang tetap teguh dalam berbagai keadaan.
Ia mengajak umat agar tidak hanya berfokus pada kesulitan pribadi, tetapi juga membuka hati terhadap orang-orang di sekitar yang membutuhkan perhatian dan pertolongan. Dengan demikian, kehidupan beriman dapat menjadi sumber harapan bagi sesama.
Romo Indrajati juga mengingatkan bahwa rahmat Allah senantiasa hadir dalam kehidupan manusia, termasuk ketika menghadapi berbagai kesulitan. Kesadaran akan penyertaan Tuhan menjadi alasan bagi umat untuk terus bersyukur dan menjalani kehidupan dengan penuh harapan.
Mengakhiri homilinya, Romo Indrajati berharap ketekunan umat dalam mendaraskan doa Rosario selama satu bulan tidak berhenti setelah Bulan Oktober berakhir, tetapi terus diwujudkan melalui kehidupan sehari-hari.

Ia mengajak umat menemukan kebahagiaan bukan hanya ketika memperoleh sesuatu yang diinginkan, melainkan ketika kehidupan mereka dapat membawa kebaikan bagi orang lain.
“Terutama bahagia karena Tuhan memakai hidup kita untuk membawa sesuatu yang baik dengan pengalaman kita masing-masing, di komunitas kita, di tengah masyarakat kita,” pesannya.
Dengan berakhirnya Bulan Rosario ini, umat diharapkan semakin meneladani kesetiaan dan kepedulian Bunda Maria, serta terus bertumbuh sebagai murid Kristus yang membawa harapan dan kebaikan bagi sesama. (Vsh)