Pangkalpinang, Berkatnews.com – Novis II Kongregasi Suster Dina Keluarga Suci (KKS) resmi menerima jubah biara dalam Perayaan Ekaristi di Kapel Biara Novisiat KKS, Sabtu, 15 Agustus 2026. Perayaan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan hidup religius Suster Godeliva KKS dan Suster Flaviana KKS.
Perayaan Ekaristi bertepatan dengan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga dan dipimpin oleh Vikjen Keuskupan Pangkalpinang, Romo Antonius Moa Tolipung, bersama para imam konselebran. Perayaan dihadiri para suster, keluarga, serta umat yang turut memberikan dukungan dan doa bagi kedua suster.

Ekaristi Kaul Perdana 2 Suster Novis II
Dalam homilinya, Romo Anton mengajak kedua suster untuk menyadari bahwa hidup membiara merupakan bentuk penyerahan diri kepada Tuhan. Melalui kaul kemurnian, kemiskinan, dan ketaatan, mereka diajak percaya bahwa Allah hadir dalam setiap perjalanan hidup dan persaudaraan yang dijalani.
“Profesi perdana yang diikrarkan, para suster KKS menjadikan hidup mereka, persaudaraan mereka sebagai Nazaret baru di tengah dunia,” ungkap Romo Anton.

Homili Romo Anton
Pesan tersebut menjadi peneguhan bagi kedua suster dalam menjalani panggilan. Kehadiran mereka di tengah Gereja dan masyarakat diharapkan dapat menjadi kesaksian bahwa Allah tetap hadir dalam kehidupan manusia.
Rangkaian perayaan diawali dengan pemberkatan jubah dan kerudung, kemudian dilanjutkan dengan penerimaan jubah biara yang diberikan langsung oleh Pemimpin Umum Kongregasi KKS. Setelah menerima jubah yang telah diberkati, kedua postulan meninggalkan kapel untuk berganti pakaian.


Pemberkatan Jubah dan Kerudung


Beberapa saat kemudian, Suster Godeliva dan Suster Flaviana kembali memasuki kapel dengan mengenakan jubah biara untuk pertama kalinya. Keduanya kemudian menuju altar, menyalakan lilin, dan mengucapkan rumusan kaul yang telah ditulis dengan tangan mereka sendiri. Lembaran kaul kemudian diletakkan di atas altar dan ditandatangani.
Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan Konstitusi dan atribut berupa kalung salib sebagai tanda kaul dan penerimaan resmi dalam keluarga besar tarekat atau kongregasi.

Dalam sambutannya, Suster Godeliva dan Suster Flaviana mengungkapkan bahwa proses pembinaan yang mereka jalani tidak selalu mudah. Namun, melalui pendampingan, keduanya belajar mengenal dan menerima diri serta semakin mampu membedakan kehendak Allah dalam hidup.
“Proses pembinaan tidak selalu mudah bagi para pendamping untuk berjalan bersama kami. Namun melalui pendampingan yang diberikan, kami belajar mengenal diri, menerima diri, dan semakin bertumbuh membedakan kehendak Allah dalam hidup kami,” ungkap keduanya.
Keduanya juga menyampaikan bahwa perjalanan hingga tahap ini bukan semata-mata karena kekuatan mereka sendiri, melainkan karena kebaikan Tuhan yang terus menguatkan dan memampukan.

Sambutan pimpinan umum kongregasi
Sementara itu, Pemimpin Umum KKS menjelaskan makna nama panggilan kedua suster. Godeliva berarti “diberkati”, sedangkan Flaviana berarti “bercahaya”. Makna tersebut menjadi harapan bagi keduanya untuk menjalani hidup sebagai pribadi yang diberkati dan menjadi cahaya bagi sesama.
“Peristiwa malam ini adalah bahwa mereka mengucapkan Magnificat, bukan hanya Maria tetapi mereka mengucapkan Magnificat dalam hidupnya. Singkat saja harapan kongregasi bahwa mereka menjadi cahaya dan menjadi orang yang diberkati,” ungkap Pemimpin Umum KKS.
Romo Anton juga berharap kehidupan kedua suster bersama para suster KKS dapat membantu Gereja dan masyarakat semakin mengenali kehadiran Allah dalam setiap peristiwa kehidupan.
“Semoga kedua suster ini dan para suster KKS memberikan keyakinan yang teguh bahwa Allah yang penuh kasih, murah hati dan maharahim itu hadir di dalam peristiwa hidup umat apapun yang terjadi,” harapnya.
Setelah Perayaan Ekaristi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panggilan hidup para suster dan postulan yang menjalani tahapan baru dalam hidup membiara. (Vsh)



















