Kementerian Kominfo dan KWI Kerjasama Adakan Workshop Literasi Media di Batam

Batam-BerkatNews.com. Tsunami informasi begitu mencekam perputaran informasi, yang dengan mudah diakses melalui gawai. Penggunaan media sosial ini semakin populer karena sifatnya yang murah, cepat, populis, berdampak massif, dan mudah diakses. Oleh karena itu, banyak ditemui berita bohong (hoaks) dan berita palsu (fake news), yang membutuhkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan teknis untuk mengindentifikasi sehingga tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar. Inilah kondisi di tengah generasi milenial yang sejak kecil sudah “gadget-nature”. Kondisi tersebut masih diperparah oleh kesengajaan oknum-oknum tertentu yang ingin mengambil keuntungan dari tsunami informasi di dunia virtual. Bahkan, tidak jarang ada pihak-pihak yang menunggangi penggunaan media sosial untuk kepentingan politis dan ekonomis secara tidak bertanggung jawab. Apalagi, tahun ini hingga tahun depan merupakan dua tahun politik yang dinilai cukup krusial bagi kehidupan bersama bangsa Indonesia. Dua tahun politik ini diprediksi akan mengapitalisasi pemanfaatan penggunaan media sosial.

Berangkat dari concern yang sama tersebut, bertempat di Batam View Hotel, Kamis-Jumat (23-24/8) KWI dan Kementerian Kominfo bersinergi untuk memberikan edukasi terkait literasi media kepada 100 orang muda, baik dari OMK, Siswa Yayasan Katolik dan dari Ormas Pemuda Katolik.

RD. Kamilus Pantus, Sekretaris Eksekutif Komsos KWI yang hadir dalam kegiatan ini mengharapkan peserta menjadi agen-agen literasi media ketika kembali ke parokinya masing-masing. Sementara itu RD. Stefanus Tomeng, Komsos Keuskupan Pangkalpinang menyampaikan pesan Mgr. Adrianus Sunarko, OFM Uskup Pangkalpinang bahwa acara tersebut harus dibuat supaya bergema dan dapat membawa sukacita baru kepada semua orang, “…Hendaklah pulau-pulau bersukacita, sebagaimana motto bapa Uskup kami…”, tambah Romo Stef.

Membuka Workshop Deputi Bidang Penyedia Informasi Kementerian Kominfo, Bapak Nursodik Gunarjo menegaskan pesan RD. Kamilus untuk mengisi ruang publik media sosial dengan konten-konten yang positif.

Pada sesi pertama RD. Kamilus memberi pendasaran bagaimana gereja memandang kemajuan teknologi, termasuk di dalamnya kehadiran internet dan media sosial. Gereja memandang itu semua sebagai sarana tugas-tugas misioner Gereja.

Direktur Penyedia Informasi Kementerian Kominfo Bapak Sellamata Sembiring yang hadir pada hari kedua memberikan gambaran situasi media sosial di Indonesia.

Sampai berita ini diturunkan, masih berlangsung sesi interaktif mempertajam kesadaran akan realitas media sosial saat ini.

Batam sebagai kota pertama dari road 10 Kota di Indonesia yang akan juga melakukan kegiatan yang sama.*


costmust/BerkatNews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *