Romo Arun Pindah Tugas ke Bandung, Wilayah Batu Merah Adakan Perpisahan

Batam-BerkatNews.com. RP. Kornelis Arundati Gaga, SS.CC atau akrab disapa Romo Arun pada Rabu malam (28/11) menghadiri acara perpisahan bersama umat Gereja St. Mikael Wilayah Batu Merah Paroki St. Damian Bengkong – Batam.

Kurang lebih hampir 4 (empat) tahun melayani umat Paroki St. Damian Bengkong sebagai Pastor Paroki sejak 1 Juni 2014 silam. Beliau dipindahtugaskan ke seminari St. Damian Bandung sebagai formatur Postulan . “Dalam masa kepemimpinan Romo Arun geliat kehidupan pastoral sampai pada tingkat KBG mengalami pertumbuhan iman yang pesat sebagaimana visi misi gereja partisipatif ciri khas dan identitas umat Allah Keuskupan Pangkalpinang“, Tutur Bapak Aloysius Derosari ketua Wilayah St. Mikael Batu merah dalam sambutannya. Kami kehilangan sosok yang membuat kami nyaman karena selama berada di Bengkong apapun yang menjadi keluh kesah kita selalu di dengar. Saya mengajak kepada semua umat untuk senantiasa mendoakan beliau di tempat tugasnya yang baru, lanjutnya.

Sementara Bapak Agustinus Ama Baro mewakili ketua-ketua KBG menyampaikan bahwa “Karakter kepemimpinan beliau membuat orang bangkit, tidak diam dalam zona nyaman dan Bengkong menjadi semakin baik salah satu contohnya dalam ritual liturgi. Semenjak kehadiran Romo Arun memberi dampak yang luar biasa selain KBG tumbuh dengan sangat baik semua komunitas kategorial juga diberi ruang untuk hidup dan berkembang dengan pendampingan yang maksimal “.

‌Kemudian Maria Simonita mewakili OMK dan Misdinar turut menyampaikan kesan dan pesan mewakili rekan-rekannya kepada Romo Arun , “Kami belajar banyak hal dari Romo terutama tentang kedisiplinan dan ketelitian Beliau ketika hendak mempersembahkan misa mingguan di gereja St. Mikael Batu Merah” .

‌Sedangkan Romo Arun sendiri dalam sambutannya mengisahkan tentang perjalanan pelayanannya selama di Paroki Bengkong . “Di tempat baru saya memulai dengan pelayanan yang baru satu bulan di Bandung. Untuk kursus di daerah rongkali Jawa tengah selama 7 bulan, kursus menjadi formatur Postulan yang handal. Melayani Umat beriman multi etnis di Batam dengan warna kulit, bahasa, gaya hidup yang berbeda beda sampai pada akhirnya cerita menjadi lain adalah sebuah pengalaman yang luar biasa. Orang Batu Merah ( baca: umat ) ramah-ramah. Saya ingat bahasa alm. Mgr. Hilarius Moa Nurak, SVD , beliau mengatakan bahwa kalau habis misa jangan langsung pulang, duduk dulu makan ubi, pisang goreng dan minum kopi bersama umat dan itu juga saya lakukan di wilayah Batu Merah meskipun tidak semua rumah umat. Pun ketika kami sakit siapa lagi yang mau memperhatikan kami kalau bukan keluarga-keluarga dari KBG. Saya mendapatkan orang tua di Batam yang perduli, saya mendoakan anda semua yang telah dengan tulus memperhatikan saya dalam seluruh perjalanan pastoral saya…” Acara ditutup dengan pemberian cenderamata dan santap malam bersama. (Artikel kiriman – Simeon Senang).

foto dok.

arun1

arun2

arun3

arun4


editor: costmust/berkatnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.