Mentok,Berkatnews.com — Umat Katolik di Mentok kini memiliki rumah duka yang menjadi tempat persemayaman, doa, dan pengharapan. Pada selasa sore, 24 Maret 2026, Bapa Uskup Adrianus Sunarko, OFM, Uskup Keuskupan Pangkalpinang, meresmikan Rumah Duka Bakti Kasih yang berlokasi di Perkuburan Katolik Menjelang.
Rumah duka ini mulai dibangun sejak peletakan batu pertama pada 8 Agustus 2025 dan rampung sekitar dua minggu lalu, pada pertengahan bulan Maret 2026.
Peresmian diawali dengan prosesi pemotongan pita oleh Bapa Uskup Adrianus, didampingi para donatur, Pastor Paroki Mentok Romo Markus Malu, Pastor Vikaris Romo Raymandus Raja Doren, serta turut dihadiri Bupati, Camat dan umat setempat.

Bapa Uskup Adrianus melakukan pemotongan pita didampingi para romo, bupati dan camat
Rumah Duka Bakti Kasih dihadirkan sebagai bentuk pelayanan kasih Gereja kepada sesama, terutama dalam mendampingi keluarga yang sedang mengalami duka.
Usai prosesi peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi atau Misa Syukur yang dipimpin langsung oleh Bapa Uskup Adrianus. Misa ini menjadi ungkapan syukur atas selesainya pembangunan rumah duka, sekaligus dilanjutkan dengan pemberkatan salib, arca Yesus dan Maria, serta pemercikan air suci di seluruh area Rumah Duka Bakti Kasih.

Suasana perayaan ekaristi pemberkatan Rumah Duka Bakti Kasih
Kehadiran rumah duka ini bertujuan melayani umat Tuhan yang membutuhkan tempat persemayaman jenazah, sekaligus menjadi ruang untuk merawat dan mendoakan para arwah yang menantikan keselamatan.
Bapa Uskup Adrianus menyampaikan bahwa Rumah Duka Bakti Kasih ini merupakan rumah duka yang paling megah di Keuskupan Pangkalpinang, karena hingga saat ini belum ada rumah duka serupa selain yang berada di Paroki Bernadeth.
Sementara itu, Pastor Paroki Mentok Romo Markus Malu, yang akrab disapa Romo Marco, saat ditemui wawancara oleh tim Berkatnews.com melalui telpon, menjelaskan makna di balik penamaan Rumah Duka Bakti Kasih.

Bapa Uskup, Romo Marco, Romo Raymandus bersama para Donatur, Ketua Panitia Pembangunan, Ketua RT/RW , Camat dan Bupati

Bapa Uskup Adrianus bersama Pemuda Katolik dan Bupati Barbar

Bapa Uskup Adrianus Bersama Tim Pralaya
“Dukanya itu sebenarnya kami ingin hilangkan. Karena orang datang harus dengan suatu batin yang damai. Penuh sukacita.
Kita mendoakan agar arwah itu diselamatkan dan memperoleh sukacita abadi. Jadi jangan datang hanya dukanya. Tetapi harus memiliki pengharapan. Itu yang benarnya. Sebagai nama akrab bisa disebut rumah duka bakti kasih, namun penekanannya bakti kasih. Kerjasama melayani itu yang penting. Ya intinya bakti kasih itu mau menekankan karya melayani umat yang kecil, yang sederhana dengan penuh kasih,” ujar Romo Marco
Lebih lanjut, Romo Marco juga mengajak seluruh umat, secara khusus para pengurus Pralaya, untuk terlibat aktif dalam karya pelayanan ini.
“Untuk itu saya mengajak kepada seluruh umat dan secara khusus pengurus Pralaya, mari kita kerja sama dan saling membantu dalam karya kasih ini. Semoga semua rencana dan tujuan yang kita harapkan dapat terwujud dan berjalan dengan lancar sesuai dengan kehendak Tuhan,” tutupnya. (vsh)
Sumber Foto : Bapak Happy
