Dabo Singkep, Berkatnews.com — Umat Katolik Stasi Santo Paulus, Dabo Singkep, merayakan 50 tahun perjalanan Gereja mereka dalam suasana syukur yang dijalani bersama. Perayaan ulang tahun Gereja ini dirangkai dengan Perayaan Ekaristi sekaligus pelantikan Tim PIPA Paroki Santo Carolus Boromeus Ujung Beting–Lingga, Minggu, (25/01/2026).
Bagi umat Stasi Santo Paulus Dabo, tanggal 25 Januari selalu punya makna khusus. Setiap tahun, bertepatan dengan pesta Bertobatnya Santo Paulus, umat merayakan pesta pelindung stasi sekaligus ulang tahun gereja. Tahun ini terasa lebih istimewa karena genap setengah abad gereja berdiri dan melayani umat.
Usai Perayaan Ekaristi, umat melanjutkan sukacita dengan acara ramah tamah bersama. Perayaan emas ini juga tidak lepas dari semangat kebersamaan yang telah ditunjukkan umat sebelumnya. Dalam menyambut HUT ke-50, umat Stasi Santo Paulus Dabo memilih bergerak bersama dengan bergotong royong melanjutkan pembangunan gereja yang sempat terhenti akibat keterbatasan dana. Upaya itu menjadi bagian nyata dari syukur dan kepedulian umat terhadap gereja mereka.

Momen kebersamaan perayaan HUT Gereja Katolik Stasi Santo Paulus, Dabo Singkep
Saat diwawancarai tim Berkatnews melalui pesan WhatsApp, Minggu sore (25/1), Pastor Paroki Santo CB Ujung Beting, Romo Yohan Deona, membagikan kesannya atas perayaan tersebut.
“Hari ini, 25 Januari 2026, merupakan momen istimewa bagi umat di Dabo karena boleh merayakan ulang tahun gereja yang ke-50, ulang tahun emas,” ungkapnya.
Romo Yohan yang sudah melayani selama 4 tahun dan akan masuk tahun ke 5, juga membagikan pengalamannya selama melayani umat di Paroki Ujung Beting, termasuk Stasi Santo Paulus Dabo. Ia menilai umat memiliki kepedulian sosial yang kuat dan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Ada kebiasaan umat di stasi ini untuk melakukan kegiatan sosial, misalnya mengunjungi orang sakit, mengunjungi narapidana, dan membantu orang yang secara ekonomi bisa dikatakan lemah. Ada kepedulian terhadap sesama yang lemah dan menderita,” lanjutnya.
Ia juga menyoroti kesetiaan umat dalam menghidupi kehidupan menggereja. Menurutnya, meski dengan keterbatasan dan tantangan, umat Stasi Santo Paulus Dabo tetap tekun dan setia.
“Dalam kehidupan menggereja, umat stasi Dabo setia dan tekun menghidupinya, walau sedikit harus berjuang,” katanya.
Di akhir pesannya, Romo Yohan menyampaikan harapan agar perayaan pesta pelindung dan HUT gereja ini menjadi sumber inspirasi bagi umat untuk terus bertumbuh dalam iman.
“Semoga dengan perayaan pesta pelindung dan HUT Gereja Santo Paulus ini, umat Stasi Santo Paulus Dabo terinspirasi oleh semangat Rasul Paulus yang setia mewartakan Kristus, sehingga iman umat semakin bertumbuh dan berkembang,” tutupnya. (vsh)

