Vatican, Berkatnews.com –Paus Leo XIV merilis intensi doa bulan Februari, dan mengajak umat Katolik untuk berdoa bersamanya agar dapat mengenali wajah Allah dalam setiap anak yang menderita.
“Ya Tuhan Yesus, yang menyambut anak-anak dalam pelukan-Mu dan memberkati mereka dengan lembut, hari ini kami membawa ke hadapan-Mu anak-anak yang hidup dengan penyakit yang tak bisa disembuhkan.”
Paus Leo XIV membuka video Doa Bersama Paus bulanan dengan doa untuk anak-anak yang menderita.
Ia mengingatkan bahwa “tubuh mereka yang rapuh” adalah tanda kehadiran Yesus, dan senyum mereka di tengah rasa sakit menjadi kesaksian tentang Kerajaan Allah.
“Kami memohon kepada-Mu, Tuhan, agar mereka tidak kekurangan perawatan medis yang layak, perhatian yang manusiawi dan penuh kasih, serta dukungan dari komunitas yang mendampingi mereka dengan cinta.”
Paus Leo mendoakan keluarga anak-anak yang sakit, para pengasuh, dan dokter mereka, dengan harapan Roh Kudus akan memberkati keputusan mereka serta memberikan kesabaran dan kelembutan.
“Ya Tuhan, ajarlah kami untuk mengenali wajah-Mu dalam setiap anak yang menderita,” ujarnya. “Semoga kerentanan mereka membangkitkan kasih sayang kami, dan mendorong kami untuk merawat, mendampingi, dan mengasihi dengan tindakan nyata solidaritas.”
Sebagai penutup, Paus Leo mengajak umat Katolik untuk berdoa agar Gereja dapat mengetahui cara menopang kerentanan dan menjadi sumber penghiburan di tengah penderitaan.
Jutaan Orang Berdoa untuk Anak-anak yang Menderita
Sebuah siaran pers dari Jaringan Doa Sedunia Paus, yang mengorganisir inisiatif Doa Bersama Paus, mengatakan bahwa Paus Leo membawa anak-anak yang menderita dalam hatinya bulan ini.
Video yang menyertai intensi doanya direkam di Gereja St. Pellegrino di Vatikan. Saat berbicara, Paus tampak memegang gambar-gambar dari anak-anak yang menderita berbagai penyakit dan dirawat di Rumah Sakit Pediatrik Bambino Gesu di Roma.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 400.000 anak dan remaja didiagnosis menderita kanker setiap tahun, menjadikannya salah satu penyebab utama kematian pada bayi dan remaja.
UNICEF, badan PBB untuk anak-anak, menyatakan lebih dari 2,1 miliar anak dan remaja di bawah 20 tahun terdampak oleh penyakit kronis atau kondisi kesehatan jangka panjang. Sekitar 1 juta anak di bawah 20 tahun meninggal setiap tahun karena penyakit-penyakit ini.
Seperti yang dikatakan Fr. Cristóbal Fones, Direktur Jaringan Doa Sedunia Paus, “Menyenangkan hati mengetahui bahwa lebih dari 20 juta orang di lebih dari 90 negara ikut berdoa untuk niat ini. Hal ini berarti bahwa realitas yang menantang dan sulit ini menyentuh hati mereka dan memperdalam komitmen mereka.” (da silva, pr)
Doa Paus Leo untuk Anak-anak dengan Penyakit yang Tak Bisa Disembuhkan
Ya Tuhan Yesus,
yang menyambut anak-anak dalam pelukan-Mu dan memberkati mereka dengan lembut,
hari ini kami membawa ke hadapan-Mu anak-anak yang hidup dengan penyakit yang tak bisa disembuhkan.
Tubuh mereka yang rapuh adalah tanda kehadiran-Mu,
dan senyum mereka, meski di tengah rasa sakit, adalah kesaksian tentang Kerajaan-Mu.
Kami memohon, Tuhan, agar mereka tidak kekurangan perawatan medis yang layak,
perhatian yang manusiawi dan penuh kasih,
dan dukungan dari komunitas yang mendampingi mereka dengan cinta.
Kuatkanlah keluarga mereka dalam harapan,
di tengah keletihan dan ketidakpastian,
dan jadikan mereka saksi iman yang tumbuh lebih kuat melalui ujian.
Berkatilah tangan-tangan dokter, perawat, dan pengasuh,
agar pekerjaan mereka selalu menjadi wujud kasih aktif.
Semoga Roh-Mu memberi penerangan dalam setiap keputusan sulit,
dan menganugerahi mereka kesabaran serta kelembutan untuk melayani dengan martabat.
Tuhan, ajarlah kami untuk mengenali wajah-Mu dalam setiap anak yang menderita.
Semoga kerentanan mereka membangkitkan kasih sayang kami,
dan mendorong kami untuk merawat, mendampingi, dan mengasihi
dengan tindakan nyata solidaritas.
Jadikanlah kami Gereja yang,
digerakkan oleh perasaan Hati-Mu
dan terpanggil oleh doa serta pelayanan,
tahu bagaimana menopang kerentanan,
dan di tengah penderitaan, menjadi sumber penghiburan,
benih harapan, dan pemberitaan kehidupan baru.
Amin.

