Home GEREJA Fokus Pastoral Keuskupan Pangkalpinang Dijalankan Lewat Langkah Kecil di Sebuah Komunitas

Fokus Pastoral Keuskupan Pangkalpinang Dijalankan Lewat Langkah Kecil di Sebuah Komunitas

by Veronika Suci Handayani

Pangkalpinang,Berkatnews.com — Pemeliharaan rumah bersama yang menjadi fokus Pastoral Keuskupan Pangkalpinang kini dijalankan lewat langkah kecil di tingkat komunitas.

Generasi Hijau (Green Generation) sebuah komunitas yang peduli lingkungan, diresmikan dalam Perayaan Ekaristi di Gua Maria Segala Bangsa, Cambai, Sabtu (7/2/2026), dipimpin oleh Romo Antonius Untung Sinaga bersama Diakon Lorensius Novensus.

Generasi Hijau merupakan komunitas orang muda yang ingin belajar dan peduli pada lingkungan alam. Komunitas ini dibentuk di Paroki Santa Bernadeth pada Sabtu (24/01/2026) oleh Diakon Lorensius Novensus bersama Suster Sebastiana, SSpS. Kehadiran komunitas ini menjadi salah satu program yang sejalan dengan arah pastoral Keuskupan Pangkalpinang, Bertanggung Jawab Bersama dalam Melaksanakan Misi untuk Memelihara Rumah Bersama.

Dalam homili , Romo Untung mengajak komunitas yang baru dibentuk ini untuk tidak ragu bertumbuh, meski dimulai dari langkah kecil. Ia mengangkat perumpamaan biji sesawi dari Injil Matius 13:31–32.

Romo Untung memerciki air suci pada kaum muda Komunitas Generasi Hijau

“Di mana pun, kapan pun, dalam kondisi apa pun, dengan siapa pun, kita bisa bertumbuh seperti biji sesawi,” ungkap Romo Untung.

Ia menggambarkan iman yang kecil namun hidup dapat bertumbuh menjadi tempat bernaung bagi kehidupan, sebagaimana Generasi Hijau yang berawal sederhana dan diharapkan berkembang menjadi komunitas yang merawat alam ciptaan Tuhan.

Usai homili, para anggota Generasi Hijau mengucapkan janji sebagai ungkapan isi hati dan niat mereka kepada Tuhan. Janji tersebut kemudian diteguhkan oleh Romo Untung Sinaga. Peneguhan ini menjadi tanda bahwa komunitas Generasi Hijau dibangun bukan sekadar sebagai ruang berkumpul, melainkan sebagai komunitas yang berakar pada iman dan melibatkan Tuhan dalam setiap langkahnya untuk menjaga dan merawat bumi.

34 anak (SD -SMA/SMK) melakukan klasifikasi tanaman

Berakhirnya perayaan ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan tour alam di lingkungan Puri Sadhana. Dalam kegiatan ini, para peserta diajak mengenal berbagai jenis tanaman dan tumbuh-tumbuhan ,juga melakukan klasifikasi tanaman secara langsung di alam terbuka sebagai bagian dari proses belajar bersama.

Suster Sebastiana, SSpS

“Awalnya fokus untuk umat Katolik karena searah dengan keuskupan. Namun sekarang terbuka, sehingga teman-teman dari agama Kristen juga sudah ikut. Ke depan diharapkan dari paroki lain, dari keuskupan, bahkan dari agama lain bisa bergabung bersama,” ujarnya.

Selain kegiatan di lapangan, komunitas Generasi Hijau juga menyiapkan aktivitas rutin. Kegiatan tersebut meliputi doa bersama, belajar dan diskusi dokumen Gereja tentang lingkungan alam, aktivitas menyenangkan di alam terbuka, serta berbagai kegiatan menarik lainnya.

Diakon Aven sebagai pencetus awal pembentukan Generasi Hijau

Diakon Aven turut menjelaskan tujuan utama dibentuknya Generasi Hijau. Menurutnya, komunitas ini menjadi ruang belajar untuk mencintai lingkungan secara menyeluruh.

“Minimal anak-anak bisa belajar mencintai lingkungan. Lingkungan itu bukan hanya soal tanaman, tapi juga sampah. Pengolahan sampah, penggunaan botol minum tanpa plastik, memakai tumbler, sampai pemisahan sampah organik dan non-organik,” jelasnya.

Ia juga berharap komunitas ini semakin solid dan setia dalam proses belajar bersama.

 “Semoga masih ada orang-orang muda, khususnya OMK, yang terpanggil untuk masuk komunitas ini, supaya kita bisa belajar bersama,” harapnnya. (Vsh)

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi