Belitung-BerkatNews.com. Dalam beberapa hari terakhir pulau Belitung dilanda bencara banjir. Hingga saat ini berbagai upaya dilakukan untuk membantu para korban. Tak mudah juga untuk menyalurkan bahan-bahan makanan karena hampir semua akses jalan tergenang dan hanya bisa dilalui dengan perahu karet.
Setidaknya itulah yang terjadi di Gantung. Semua bantuan tertahan 8 KM dari Gantung, demikian laporan RD. Beni Balun yang turut bersama parokus RD. Frengky terjun bersama relawan paroki. Saat ini Gereja Paroki Regina Pacis dijadikan posko utama bantuan kemanusiaan, sedangkan posko kedua di penyeberangan.
Menurut pantauan RD. Franky, Pak Servianus dan Bpk Danlanud, yang berhasil membawa makanan siap santap sampai ke Gantung, di Gantung sendiri ada 2 posko. Namun bntuan belum bisa disampaikan kepada semua korban banjir.
“Hingga saat ini banyak bntuan logistik dari Tanjung pandan numpuk di posko kita, karena tim paroki, menyiapkan tenda, dan genset, karena listrik mati total di daerah ini…“ungkap Romo Frengky.
Bagi umat yang tergerak untuk memberikan bantuan dapat menghubungi posko kemanusiaan Keuskupan Pangkalpinang, atau Paroki Regina Pacis, Kontak RD. Frengky atau Bp. Ahon.






costmust/BerkatNews.com
Untuk mencapai visi dan misi dalam Organisasi Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria (THS-THM) tidak luput dari proses Pengakaderan dalam mempersipakan Calon Anggota Baru yang sering disebut PENDADARAN agar Menjadi Anggota THS-THM yang Militan dan berbakti kepada bangsa dan gereja sebagaimana yang diajarkan dan dikehendaki dalam Gereja Katolik. Pendadaran Berasal dari Serapan Bahasa Jawa, yaitu “dadar” yang berarti memasak Telur dengan Bumbu Dapur secukupnya, ibarat telur calon Anggota baru dipecahkan dari Pribadi yang lama, kemudian dimasukkan kedalam Penggorengan berupa Serangkaian Proses Pemantapan dan diolah bersama Bawang,Garam, dan Lain-lain berupa Masukan yang berharga tentang THS-THM khususnya dan Hakikat kehidupan pada umumnya. Selanjutnya diangkat dan disajikan menjadi pribadi yang Baru (EF 4:22-24).Pendadaran dilaksanakan selama tiga hari tiga malam. Pemilihan Waktu ini Diasumsikan Bahwa Setiap Peserta Pendadaran diajak Mengikuti Kisah Mulia Tuhan Yesus Kristus, yang Dalam Tradisi Gereja Katolik disebut TRI HARI SUCI yakni Kamis Putih, Jumat Agung, dan Malam Paskah.Tahun ini THS-THM Distrik Keuskupan Pangkalpinang kembali melakukan kegiatan Pendadaran dengan total senior dan calon sekitar 400 lebih orang sedangkan jumlah calon anggota sebanyak 187 orang dari berbagai Ranting Paroki dan Unit Latihan. Dengan rincian 5 calon anggota dari Ranting Paroki Hati Santa Maria Tak Bernoda-Tanjung Pinang, 22 calon anggota dari Ranting St.Damian-Bengkong, 62 calon dari anggota dari Ranting Maria Bunda Pembantu Abadi-Batu Aji,1 calon anggota dari Ranting St.Petrus-Blok II, 15 calon anggota dari Unit Latihan St.Aloysius-Pancur, 25 calon anggota dari Unit Latihan St.Yoseph-Kabil, 57 calon anggota dari Unit Latihan St. Maria Bintang Laut-Taroka. Yang dimulai dari Kamis s/d Minggu, 22 s/d 25 Juni 2017.
Dilanjutkan kegiatan dimalam harinya lebih kepada mengacu mental dan spritualitas setiap calon anggota pendadaran sendiri. Pesan Ketua panitia (Kristianto Nugroho) dalam sambutanya mengucapkan banyak terimaksih kepada seluruh umat yang secara langsung melibatkan dirinya untuk berkontribusi atau kepada pihak yang sudah berdonasi sehingga pendadaran kali ini berjalan dengan baik sesuai harapan.










