Home GEREJA Masih Untung di Usia 40 Tahun, Buku Refleksi Romo Untung Sinaga Hadir dari Pengalaman Nyata

Masih Untung di Usia 40 Tahun, Buku Refleksi Romo Untung Sinaga Hadir dari Pengalaman Nyata

by Veronika Suci Handayani

Pangkalpinang, Berkatnews.com — Di hari ulang tahun kelahiran yang ke-40, Sabtu, 28 Februari 2026, Romo Antonius Untung Sinaga menghadirkan sebuah buku karya reflektif berjudul Masih Untung. Buku ini lahir dari perjalanan iman serta pengalaman hidup nyata yang ia kumpulkan selama menjalani tugas pelayanan.

Romo Untung, yang saat ini bertugas sebagai Pastor Vikaris di Paroki Santa Bernadeth, menulis Masih Untung sebagai ajakan untuk melihat hidup dari sudut pandang syukur. Melalui kisah-kisah reflektif, pembaca diajak menyadari bahwa di balik pengalaman pahit, selalu ada kemujuran dan kebaikan yang sering luput disadari.

Dalam perbincangan bersama tim Berkatnews, Romo Untung menceritakan salah satu pengalaman yang menjadi bagian puncak dalam buku tersebut. Kisah itu terjadi saat ia bertugas di Paroki Belinyu. Saat itu, dua anak mengambil kunci motor Paroki tanpa seizin dirinya. Kejadian tak diinginkan pun terjadi, keduanya mengalami luka-luka akibat kecelakaan.

Buku “MASIH UNTUNG” karya Romo Untung

Menanggapi peristiwa itu, Romo Untung mengenang ucapannya kepada kedua anak tersebut.

“Mereka ambil kunci motor itu tanpa seizin saya. Ketika mereka pulang dan datang pada saya, mereka sudah dalam keadaan luka-luka karena menabrak orang. Saya mengatakan, untung kalian tidak mati, dan untung tidak pecah kepala kalian. Kalau tidak, saya bisa dipenjarakan sama orang. Jadi saya masih untung,” tuturnya.

Pengalaman itu, menurutnya, menjadi puncak refleksi yang menguatkan pesan utama buku Masih Untung , bahwa dalam perjalanan hidup, manusia kerap menerima kemujuran dan kebaikan, baik dari sesama maupun dari Tuhan, meski sering kali tertutup oleh peristiwa pahit.

Dalam wawancara tersebut, Romo Untung juga menyampaikan pesan yang ingin ia bagikan kepada para pembaca.

“Dalam perjalanan hidup ini kita harus dapat melihat yang mujur, yang untung, yang baik yang diberikan oleh Tuhan. Ingatlah bahwa dalam perjalanan hidup itu masih banyak yang sangat baik yang kita alami,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa kesusahan, kepahitan, sakit, dan pengalaman tidak menyenangkan kerap mengaburkan hal-hal baik yang pernah diterima manusia. Karena itu, kemampuan untuk mengingat dan mensyukuri kebaikan menjadi hal penting dalam menjalani hidup.

Romo Untung juga menekankan nilai menulis sebagai sarana refleksi.

“Menulis itu sangat menguntungkan. Di situ ada proses untuk mengumpulkan dan merancang kembali kehidupan, belajar lagi tentang kehidupan. Menulis adalah karya untuk mewariskan pengalaman-pengalaman itu kepada yang lain. Saya kira tidak ada kegiatan lain yang sangat memperkaya kita kecuali menulis. Kalau mau tidak dilupakan, atau kalau mau diingat, menulislah,” ungkapnya.

Saat ditanya alasan merilis buku di usia 40 tahun, Romo Untung mengaku terdorong untuk merangkum perjalanan hidup yang telah dilaluinya.

“Saya terdorong untuk menulis buku. Ketika saya berhasil membuat buku ini, ini menjadi suatu kebanggaan bagi saya. Mengumpulkan banyak pengalaman hidup dan itu menjadi kekayaan, terutama juga untuk menghadiahi diri saya sendiri,” ujarnya.

Sebagai informasi, buku Masih Untung akan tersedia di Toko Buku Kanisius. Sejumlah buku juga akan disumbangkan sekolah-sekolah dan beberapa perpustakaan terutama perpustakaan asal Seminari Romo Untung Sinaga yaitu Seminari Tinggi St. Petrus (STSP), Sinaksak, Pematangsiantar dan Sekolah Tinggi Fiksafat dan Teologi (STFT), Sinaksak, Pematangsiantar, selain itu juga akan disumbangkan ke Seminari Menengah Mario John Boen, Pangkalpinang. Bagi umat yang ingin memiliki buku tersebut, juga dapat menghubungi langsung ke Paroki Santa Bernadeth. (Vsh)

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi