Home GEREJA Minggu Palma Awali Pekan Suci 2026, Umat Paroki Santa Bernadeth Diajak Refleksi Diri

Minggu Palma Awali Pekan Suci 2026, Umat Paroki Santa Bernadeth Diajak Refleksi Diri

by Veronika Suci Handayani

PANGKALPINANG ,Berkatnews.com— Perayaan Minggu Palma menjadi pembuka rangkaian Pekan Suci Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Paroki Santa Bernadeth Pangkalpinang, Minggu (29/3/2026). Perayaan diawali dengan perarakan umat dari halaman SMP St. Theresia menuju Gereja Paroki Santa Bernadeth sebagai tempat perayaan Ekaristi.

Sebelum perarakan dimulai, Pastor RD Yosef Setiawan yang memimpin perayaan Ekaristi terlebih dahulu memberkati daun palma yang dibawa umat. Daun palma tersebut kemudian digunakan dalam prosesi sebagai simbol penyambutan Yesus Kristus yang memasuki Kota Yerusalem dengan penuh kemuliaan, sebagaimana disambut oleh orang banyak dengan daun-daun palem.

Pemberkatan daun palma

Ibadat pemberkatan daun palma dan perarakan menuju gereja

Minggu Palma yang dirayakan satu minggu sebelum Paskah ini menandai awal Pekan Suci, sebuah masa yang menghadirkan keseimbangan antara sukacita penyambutan Sang Raja dan permenungan akan sengsara serta pengorbanan-Nya di kayu salib. Dalam tradisi Gereja, daun palma melambangkan kemenangan, pujian, dan kemuliaan atas kemenangan Yesus melawan dosa dan kematian, sekaligus menjadi simbol iman dan harapan yang senantiasa hidup dalam diri umat.

Dalam perayaan tersebut, umat juga diajak merenungkan kisah sengsara Yesus Kristus. Pembacaan kisah sengsara itu menjadi pengingat bahwa kemuliaan yang diraih Kristus tidak terlepas dari jalan penderitaan yang Ia jalani.

Dalam homilinya, Pastor Yosef Setiawan mengajak umat untuk tidak hanya merayakan secara seremonial, tetapi juga mempersiapkan hati memasuki Pekan Suci dengan refleksi yang mendalam.

“Mari kita menyambut Yesus, tetapi juga bersiap memasuki Pekan Suci dengan hati yang terbuka dan penuh pertobatan,” ujarnya.

Umat padati Gereja misa Minggu Palma

Ia juga mengingatkan umat untuk melakukan introspeksi diri melalui kisah sengsara Kristus. Pastor Yosef mengajak umat bertanya dalam diri masing-masing, apakah dalam kehidupan ini mereka hadir sebagai pribadi yang setia mengikuti Yesus, atau justru menjadi bagian dari mereka yang pernah berseru, “Salibkan Dia.”

Lebih lanjut, ia menyinggung sikap dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membantu sesama. Ia mengajak umat untuk merenungkan apakah tindakan kebaikan yang dilakukan selama ini murni karena kasih, atau masih disertai harapan akan imbalan materi.

Melalui perayaan Minggu Palma ini, umat Paroki Santa Bernadeth diharapkan semakin memaknai perjalanan iman menuju Paskah, tidak hanya dalam simbol dan tradisi, tetapi juga dalam pembaruan hidup yang nyata. Pekan Suci pun menjadi momentum untuk meneguhkan iman, memperdalam kasih, dan memperbarui komitmen dalam mengikuti teladan Kristus hingga pada kemenangan Paskah.

Sumber : Komsos Paroki St. Bernadeth Pangkalpinang

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi