Home KWI Natal Bersama Karyawan KWI, Uskup Adrianus Sampaikan Pesan “Jangan Takut” Bagi Karyawan Yang Memasuki Masa Purna Karya

Natal Bersama Karyawan KWI, Uskup Adrianus Sampaikan Pesan “Jangan Takut” Bagi Karyawan Yang Memasuki Masa Purna Karya

Sumber : MIRIFICA.NET

by Veronika Suci Handayani

Jakarta, Berkatnews.com — Pesan sederhana disampaikan Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, saat memimpin Perayaan Ekaristi dalam rangka Natal bersama karyawan KWI, Rabu (7/1/2026). Di tengah rangkaian serah terima jabatan dan pelepasan karyawan purna karya, ia mengajak seluruh pelayan Gereja untuk berani melangkah dalam masa transisi dengan satu pesan Injil: “Jangan takut.”

Natal bersama yang digelar di Gedung KWI tersebut dirangkaikan dengan serah terima jabatan Sekretaris Dewan Moneter (Demon) dan Dana Solidaritas Antar Keuskupan (DSAK) KWI, Serah Terima Sekretaris Eksekutif KWI, serta pelepasan tujuh karyawan yang memasuki masa purna karya setelah bertahun-tahun melayani Gereja.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, didampingi Ketua Demon KWI, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF. Dalam pengantarnya, Uskup Adrianus menekankan bahwa pesan “Jangan takut” bukan sekadar penghiburan rohani, tetapi bekal iman dalam setiap fase pelayanan, terutama saat Gereja mengalami pergantian dan keberlanjutan karya.

Dalam khotbahnya, Uskup Adrianus secara jujur mengungkapkan perasaan pribadinya.
“Pada kesempatan ini justru saya merasa takut,” ungkapnya.
Ketakutan itu muncul bukan tanpa alasan, melainkan karena KWI harus melepas tujuh pribadi yang telah lama setia berkarya dan kini memasuki masa purna tugas.

(Atas: kiri-kanan) Rm. Sugeng, Mgr. Harjosusanto, Mgr. Sunarko, Rm. Jatmiko, dan Rm. Siswantoko.
(Bawah: kiri-kanan) Pak Andreas, Pak Adi Loviantoro, Pak Aloysius Maryadi, Sr. Maria Yasinta, FSGM., dan Ibu Rachel.
Foto: Komsos KWI

Namun, refleksi itu tidak berhenti pada rasa kehilangan. Dalam terang iman, Uskup Adrianus menegaskan bahwa Gereja hidup dari kasih Allah yang mendahului segala karya manusia. Kasih itulah yang menopang pelayanan, dari generasi ke generasi.

“Kasih saudara-saudari yang telah berkarya di KWI inilah yang membuat kita yakin untuk terus melanjutkan karya pelayanan ini,” tegasnya.

Menurutnya, dedikasi dan kesetiaan para Romo, Suster, dan karyawan yang purna tugas bukanlah akhir, melainkan fondasi bagi mereka yang melanjutkan pelayanan di KWI.

Usai Perayaan Ekaristi,  kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Natal Bersama. Momen ini dimanfaatkan untuk berbagi cerita serta mempererat relasi antarpelayan Gereja. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Natal Bersama. Para Uskup, imam, suster, bruder, dan seluruh pegawai ambil bagian melalui berbagai ekspresi kebersamaan, mulai dari tarian, nyanyian, hingga pembagian doorprize yang disiapkan panitia. (vsh)

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi