Home Asian ChurchAsian News Paus Leo: Teknologi Harus Melayani Pribadi Manusia, Bukan Menggantikannya

Paus Leo: Teknologi Harus Melayani Pribadi Manusia, Bukan Menggantikannya

(Dari Vatican News; 24 Januari 2026)

by Veronika Suci Handayani

Vatican,Berkatnews.com –  Dalam pesannya untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60, Paus Leo XIV menyoroti pentingnya memastikan bahwa inovasi teknologi, khususnya kecerdasan buatan, melayani pribadi manusia dan tidak menggantikan atau mengurangi martabat manusia.

Wajah dan suara merupakan ciri unik setiap pribadi dan menjadi dasar identitas serta relasi manusia. Berangkat dari kebenaran ini, Paus Leo XIV membuka Pesannya untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60, yang akan dirayakan pada 17 Mei 2026, dengan fokus pada komunikasi digital dan kecerdasan buatan, seraya menegaskan perlunya melindungi martabat manusia di tengah zaman yang semakin dibentuk oleh inovasi teknologi.

Manusia, kenang Paus, diciptakan menurut gambar dan rupa Allah serta dipanggil untuk menjalin relasi melalui Sabda. Karena itu, menjaga wajah dan suara berarti melindungi jejak ilahi yang hadir dalam setiap pribadi dan meneguhkan panggilan yang tak tergantikan dari setiap kehidupan manusia.

Tantangan antropologis teknologi

Paus memperingatkan bahwa teknologi digital, khususnya sistem kecerdasan buatan yang mampu meniru suara, wajah, dan emosi, berisiko mengubah dimensi-dimensi mendasar komunikasi manusia.

Tantangan tersebut, tegasnya, bukan terutama bersifat teknologis, melainkan antropologis; ini menyangkut perlindungan identitas manusia dan relasi yang autentik.

Ia juga menyoroti dampak algoritma media sosial yang memprioritaskan reaksi emosional yang cepat daripada refleksi, sehingga melemahkan daya pikir kritis dan mendorong polarisasi sosial.

Ketergantungan yang semakin besar pada kecerdasan buatan untuk memperoleh informasi, berkarya, dan mengambil keputusan, tambahnya, juga berisiko mengurangi kemampuan analitis, imajinasi, dan tanggung jawab pribadi.

Realitas, simulasi, dan dampak sosial

Paus Leo menyoroti kesulitan membedakan antara realitas dan simulasi di lingkungan digital, di mana agen otomatis dan chatbot dapat memengaruhi perdebatan publik serta pilihan individu, sekaligus membentuk respons emosional dan interaksi pribadi.

Dinamika semacam ini, katanya, dapat berdampak tidak hanya pada individu, tetapi juga pada kehidupan sosial dan budaya.

 

Tanggung jawab, kerja sama, dan pendidikan

Untuk menghadapi tantangan-tantangan ini, Paus menegaskan bahwa tanggung jawab, kerja sama, dan pendidikan merupakan pilar-pilar yang esensial. Para pengembang teknologi, otoritas politik, profesional media, dan para pendidik dipanggil untuk mendorong transparansi, menjaga martabat manusia, dan memastikan integritas informasi.

Kerja sama antar-lembaga dan lintas sektor, tulisnya, diperlukan untuk mengarahkan inovasi digital demi kebaikan bersama.

Literasi media dan kesadaran digital

Akhirnya, Paus Leo menekankan pentingnya pendidikan dalam literasi media, informasi, dan kecerdasan buatan, guna menumbuhkan kesadaran kritis, melindungi identitas pribadi, serta mendukung budaya komunikasi yang bertanggung jawab.

Perhatian yang diperbarui terhadap wajah dan suara, tutupnya, tetap menjadi kunci dalam menjaga dimensi manusiawi komunikasi dan mengarahkan kemajuan teknologi agar sungguh melayani pribadi manusia (dasilva, pr)

 

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi