Toboali, Berkatnews.com — Di balik kemeriahan Pemberkatan Salib dan Pembukaan HOMS 2026, Salib HOMS yang dihadirkan menyimpan makna mendalam. Bukan sekadar tanda iman, Salib HOMS 2026 dirancang dengan identitas khas Bangka Belitung. Hal ini disampaikan Romo Wenslaus Pantaleon, Ketua Komkep Keuskupan Pangkalpinang saat ditemui tim Berkatnews.com usai rangkaian kegiatan, Minggu (15/3/2026).
Keunikan Salib HOMS 2026 langsung tampak pada sosok Yesus yang tidak mengenakan kain putih seperti lazimnya, melainkan dibalut songket Melayu berwarna hijau. Pilihan ini bukan tanpa makna, melainkan menjadi simbol kuat perjumpaan iman dengan budaya lokal.

Romo wens bagikan cerita pembuatan salib Homs 2026
“Salib ini secara keseluruhan berbicara tentang iman yang berakar, bertumbuh, dan berbuah di tanah Melayu,” ungkap Romo Wens. Ia menjelaskan, Salib HOMS sengaja dirancang berbeda agar karya Kristus benar-benar dialami dan dihidupi di tanah Bangka Belitung.
Tak hanya pada balutan songket, keunikan juga tampak pada bahan Salib. Kayu yang digunakan berasal dari akar kayu khas Bangka Belitung. Kayu tersebut tidak diukir, melainkan dibiarkan dalam bentuk aslinya dan hanya dikupas kulitnya.
Menurut Romo Wens, kayu ini dikenal sangat kuat dan hanya dapat ditemukan di wilayah Bangka Belitung.
“Kayu ini melambangkan iman OMK yang kuat. Seperti akar yang menghujam, iman orang muda diharapkan kokoh, tidak mudah goyah,” ujarnya.
Romo Wens menambahkan, Salib ini juga menjadi penegasan perutusan Orang Muda Katolik. OMK dari berbagai daerah di Indonesia hadir di Bangka Belitung bukan hanya sebagai peserta kegiatan, tetapi sebagai pewarta Kerajaan Allah di tengah masyarakat Melayu yang majemuk.

Para OMK se – Kevikepan Bangka Belitung
“OMK-lah yang bertugas mewartakan Kerajaan Allah di Bangka Belitung. Karena itu, Salib ini dihadirkan dengan simbol budaya Melayu, agar iman sungguh menyatu dengan kehidupan setempat,” jelasnya.
Romo Wens berharap orang muda Katolik di wilayah Keuskupan Pangkalpinang, khususnya Bangka Belitung, terus berakar, bertumbuh dan berbuah di wilayah Keuskupan Pangkal Pinang khususnya Bangka Belitung. (Vsh)
