“Identitas sebagai Cara Hidup”; Rekoleksi Fasilitator dan Pengurus KBG, Paroki St. Damian Bengkong

Oleh L V Evy Puspitosari (Fasilitator AsIPA St. Damian)
Oleh L V Evy Puspitosari (Fasilitator AsIPA St. Damian)

Bengkong-Berkatnews.com. Rekoleksi fasilitator dan pengurus KBG selalu menjadi agenda penting dalam on going formation bagi para pemimpin dalam komunitas. Pada program kerja fasilitator yang dikoordinasi oleh Bpk. Lambertus Kape ini, memasukkan rekoleksi fasilitator dan pengurus KBG dalam program kerja tahun 2018 ini.

Setelah persiapan beberapa minggu, rekoleksi yang diketuai oleh Ibu Maria Lidwina Ika Haryundari ini, akhirnya terlaksana sesuai tanggal yang direncanakan, yaitu tanggal 25 Februari 2018, dengan 2 orang pewara, yaitu RD. Nikolaus Duli, S. Ag. S.H. M.M. (Ketua STIE Bentara Persada) dan RD. Bernard Somi Balun DCL (Vikaris Yudisial Keuskupan Pangkalpinang).

Pada sesi pertama, Romo Niko mengajak peserta menyadari bahwa Fasilitator adalah pelayan, sedang pada sesi kedua Romo Benny mengajak para pemimpin komunitas tersebut becermin, apakah peserta sebagai umat KBG, Paroki dan Keuskupan sebagai Gereja lama atau Gereja baru. Peserta diajak menggali ciri-ciri Gereja baru dari beberapa dokumen Gereja, dan mengajak peserta menggunakan talenta untuk mewujudkan Gereja baru itu, yaitu Gereja Partisipatif.

Disampaikan oleh Bpk. Yosef Deki Antalius, seksi pendaftaran, rekoleksi ini diikuti oleh 131 orang perwakilan 62 KBG dari 75 KBG dari Bengkong (82.67%), dan 31 orang perwakilan 18 KBG dari 32 KBG yang berada di wilayah Stasi St. Yosef, Kabil (56.25%). Rekoleksi yang dimulai pada pukul 09:30 wib dan ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipersembahkan oleh Romo Benny, panggilan RD. Bernard Somi Balun DCL (Doctor of Canon Law).

Ketika diwawancarai oleh kontributor Berkatnews.com tentang apa harapan ketua panitia, Bu Ika, demikian panggilan beliau, berharap Fasilitator makin paham identitas keuskupan Pangkalpinang yang juga berarti identitasnya sebagai Gereja, sehingga kekhasan identitas keuskupan itu bisa sungguh membuat mereka mafhum tentang visi, misi dan spiritualitas keuskupan. Dengan identitas yang terintegrasi dalam setiap umat, maka gerak menuju Gereja Partisipatif tidak perlu waktu lama. Dan beliau berharap para peserta rekoleksi ini juga menularkan tentang identitas tersebut pada umat di KBG mereka masing-masing.

Semoga harapan untuk mewujudkan Gereja Partisipatif , segera terlaksana. Amin.* (LVEP)

Foto dok.

WhatsApp Image 2018-03-01 at 11.11.32 PM (1) WhatsApp Image 2018-03-01 at 11.11.32 PM WhatsApp Image 2018-03-01 at 11.11.31 PM WhatsApp Image 2018-03-01 at 11.11.30 PM (1) WhatsApp Image 2018-03-01 at 11.11.30 PM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *