Sungailiat, Berkatnews.com — Satu abad perjalanan Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dirayakan penuh syukur dan sukacita di Gereja Katolik Paroki Maria Pengantar Segala Rahmat Sungailiat, Kamis malam, (09/04/2026).
Perayaan Ekaristi syukur 100 Tahun MSF sekaligus Promulgasi Komunitas Lokal Sungailiat dimulai pukul 18.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Uskup Adrianus Sunarko, bersama para Imam konselebran dan Diakon.

Para Imam Konselebran

Umat tampak memenuhi gereja, juga turut hadir para suster dari berbagai komunitas serta para bruder.
Para imam MSF yang hadir dikenal aktif berkarya dalam pastoral keluarga, panggilan, dan misi. MSF juga memiliki pusat kerasulan keluarga di Semarang yang selama ini menjadi rujukan karya pelayanan keluarga.

Para Suster, Bruder tampak hadir dalam perayaan

Seratus tahun kehadiran MSF di Indonesia ditandai sejak 27 Februari 1926, diawali dari Kalimantan, tepatnya di Lahab. Dari sana, karya MSF berkembang ke Jawa dan berbagai pulau lain di Indonesia.
Perayaan ini sebagai ungkapan syukur, bukan hanya atas karya MSF, tetapi atas karya Tuhan yang hadir melalui para misionaris MSF di tanah air.

Romo Yohanes Risdiyanto, MSF selaku Provinsial
Dalam perayaan ini syukur ini, hadir 12 imam MSF dari Regio Sumatra, Yogyakarta, dan Semarang. Dari Provinsi Jawa, para misionaris MSF juga telah diutus melayani hingga ke luar negeri, seperti Chile, Argentina, dan Prancis, Jerman, Italia, Texas, dan Amerika Serikat.
Romo Yohanes Risdiyanto, MSF selaku Provinsial, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran MSF di Sungailiat, Lampung, dan Nias menjadi tanda kehadiran yang semakin besar. Bagi MSF, hal ini merupakan undangan untuk semakin melayani dan terus belajar.

12 Para Imam MSF Regio sumatra, jogja, semarang
Romo yang akrab disapa Romo Risdi itu mengungkapkan bahwa setiap anggota MSF diajak dengan rendah hati masuk ke “sekolah” Yesus, Maria, dan Yusuf, berjumpa dengan Yesus yang penuh belas kasih, belajar keibuan dari Bunda Maria, serta menemukan perlindungan dan keteladanan dari Santo Yusuf sebagai penjaga yang setia.

Bapa Uskup Adrianus sampaikan pesan dan harapan untuk MSF di perayaan 100 Tahun
Sementara itu, Bapa Uskup Adrianus dalam menyampaikan pesan dan harapannya. Ia berharap MSF yang telah berusia 100 tahun tetap menjaga semangat muda dan menambah lahirnya semangat muda MSF.
“Yang baru lahir, cepat-cepatlah jadi orang muda. Yang tua, jagalah semangat muda,” ungkapnya.
Lebih lanjut ditegaskan bahwa kekuatan MSF terletak pada perjalanan bersama keluarga dan orang muda. Kharisma MSF yang menekankan kerasulan keluarga diharapkan terus memberi sumbangan nyata bagi pelayanan keluarga di Keuskupan Pangkalpinang.

Pesta 100 Tahun MSF dengan pemotongan tumpeng
Usai perayaan Ekaristi, sukacita dilanjutkan dengan pesta syukur sederhana melalui pemotongan tumpeng bersama para imam MSF, menutup perayaan 100 tahun MSF dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan. (Vsh)
