PANGKALPINANG, Berkatnews.com– Enam calon religius memasuki tahap baru dalam perjalanan hidup membiara Kongregasi Suster Dina Keluarga Suci (KKS). Empat calon diterima sebagai Novis I, sementara dua Novis II memperbaharui janji dalam Perayaan Ekaristi di Kapel Biara Novisiat KKS, Rabu (12/08/2026).
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Keuskupan Pangkalpinang, Romo Martin Da Silva, Pr. Rangkaian penerimaan diawali dengan pemberkatan seragam novis, dilanjutkan penerimaan seragam oleh para calon Novis I. Setelah itu, para calon novis menuju sakristi untuk berganti pakaian dan kemudian berarak menuju altar.

Pemberkatan Seragam calon novis

Penyerahan seragam calon novis oleh pimpinan umum

Penghormatan dan permohonan pada pimpinan umum KKS
Dalam prosesi tersebut, para calon novis menyampaikan penghormatan dan permohonan kepada Pemimpin Umum KKS. Setelah mengucapkan niat, Pemimpin Umum menyerahkan Kitab Suci, Konstitusi, dan Direktorium KKS kepada para novis baru. Selanjutnya, para novis diserahkan kepada Pemimpin Novis untuk menjalani masa pembinaan.
Sementara itu, dua Novis II melanjutkan tahap pembinaan dengan pembaharuan janji di hadapan Pemimpin Umum. Tahap Novis I merupakan masa kontemplatif selama satu tahun dengan fokus pada pembinaan dan persiapan kerohanian. Sedangkan Novis II memasuki tahun kerasulan dengan praktik karya di luar komunitas. Tahap ini diawali dengan orientasi karya kongregasi selama tiga bulan sebelum kembali melanjutkan proses pembinaan.

Penyerahan Kitab Suci, Konstitusi, dan Direktorium KKS

Pembaharuan janji Novis II
Seragam Novis I yang dikenakan dibalut kain berwarna biru sebagai simbol anak Putri Maria yang mengikuti keteladanan Bunda Maria.
Dalam homilinya, Romo Martin mengajak para novis untuk memahami makna menjadi milik Tuhan sebagai kesediaan memberikan diri untuk dibentuk oleh-Nya. Masa novisiat menjadi waktu untuk membiarkan Tuhan membentuk hati yang terbuka dan memiliki kerinduan untuk bertumbuh.

Pesan Homili oleh Romo Martin
“Masa novisiat bukan tempat menyembunyikan kelemahan, tapi tempat Tuhan mengolah kelemahan-kelemahan kita menjadi sebuah pertumbuhan yang baik dalam tugas perutusan yang dijalani,” ungkap Romo Martin.
Pesan tersebut menjadi peneguhan bagi para novis yang sedang menjalani proses pembinaan. Tahap novisiat tidak hanya menjadi masa untuk mempersiapkan diri secara rohani, tetapi juga kesempatan untuk belajar, berproses, dan membiarkan diri dibentuk dalam menjalani panggilan hidup membiara.

Sambutan para Novis
Diakhir sebelum berkat penutup, para Novis I mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan yang telah mereka lalui.
“Setiap langkah yang kami lalui bukan semata-mata karena kekuatan kami sendiri, tetapi karena Tuhan yang berkenan menguatkan dan memampukan kami. Sampai pada tahap ini, bukan berarti kami sudah sempurna atau memahami semuanya. Justru karena kami datang sebagai pribadi-pribadi yang mau dibentuk, belajar, dipulihkan, dan berproses dari hari ke hari,” ungkap para Novis I.

Sambutan pimpinan umum, Sr. Agustine, KKS
Sementara itu, Pemimpin Umum KKS, Suster Agustine, KKS, menyampaikan bahwa para pendamping menjadi sarana yang dipakai Tuhan untuk membantu para novis bertumbuh dalam panggilan.
“Komitmen kita untuk hidup religius bahwa kita mau hidup bersama, kita belajar untuk hidup bersama, berbenah diri agar semakin mantap mewujudkan dan melangkah melayani Tuhan, siap berbenah diri, siap diutus untuk menjadi Suster KKS,” ungkap Suster Agustine.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan malam bersama sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panggilan hidup para suster dan postulan yang memasuki tahapan baru dalam hidup membiara. (Vsh)

