Belinyu, Berkatnews.com – Perjalanan Salib Hari Orang Muda Sedunia (HOMS) 2026 memasuki waktu yang semakin dekat dengan Puncak HOMS. Setelah sebulan berjalan bersama OMK Paroki Santa Bernadeth, Salib HOMS 2026 kini tiba di Paroki Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda, Belinyu, Sabtu, 1 Agustus 2026. Paroki Belinyu ini akan menjadi tempat puncak kegiatan HOMS 2026 yang akan berlangsung pada November mendatang.
Kedatangan Salib HOMS disambut meriah oleh OMK Belinyu dan umat yang hadir. Penyambutan diisi dengan tarian pengantar dari OMK Santa Bernadeth, dan tarian Batak penyambutan dari Paroki Belinyu, serta pengalungan bunga kepada Salib HOMS.

Pengantaran Salib HOMS oleh OMK Bernadeth

Pengalungan Salib HOMS

Penyambutan Salib dengan tarian batak oleh Paroki Belinyu
Kirab Salib HOMS berlangsung selama dua hari, 1–2 Agustus 2026, di Aula RPU. Setelah tiba, Salib HOMS diarak menuju aula untuk ditahtakan dan dilanjutkan dengan ibadat bersama yang diikuti OMK dari berbagai paroki.
Pada hari pertama, para OMK mendapatkan pendalaman materi tentang Magnifica Humanitas. Materi yang dibawakan oleh tim ASIPA, yakni Romo Benny didampingi Bapak Alfonz, mengajak OMK memahami pesan Paus Leo XIV mengenai perkembangan dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang harus disertai tanggung jawab dan kebijaksanaan agar melayani kepentingan seluruh umat manusia.

Materi I

Ice Breaking

Renungan Malam di Gua Maria
Setelah pendalaman materi, kegiatan berubah dengan suasana sukacita dan hiburan dengan ice breaking yang dipandu Romo Grego, kemudian memasuki sesi renungan malam. Para OMK berkumpul di Gua Maria sambil memegang lilin dan merefleksikan pertanyaan yang kerap muncul dalam setiap Kirab Salib, yakni, “Mengapa Aku Ada di Dunia?”
Rangkaian Kirab Salib berlanjut pada hari kedua melalui Perayaan Ekaristi penerimaan Salib HOMS 2026. Perayaan dipimpin oleh Romo Wendilinus Pantaleon, didampingi Romo Bernardus Somi Balun dan Romo Gregorius Gilberto Casandei.

Perayaan Ekaristi penerimaann Salib HOMS

Perarakan sebelum ekaristi
Perayaan Ekaristi diawali dengan perarakan Salib HOMS. Para OMK dari setiap paroki membawa vandel masing-masing dan diiringi tarian Jawa.
Dalam homilinya, Romo Wendilinus mengajak OMK menghidupi tema HOMS 2026, “Berani Bersaksi, Merawat Rumah Bersama.” Ia mengingatkan bahwa keberanian untuk bersaksi lahir dari pengalaman akan ketenangan, kedamaian, sukacita, dan keyakinan bahwa hidup diberkati Tuhan.

Homili

Bangku Gereja dipenuhi padat oleh para OMK
“Kalau diri kita tidak mengalami ketenangan, kedamaian, sukacita dan rasa bahwa kita diberkati Tuhan, tidak mungkin seorang yang penuh dengan kekhawatiran berani bersaksi. Maka kalian mampu untuk mewartakan Kristus dengan percaya diri, OMK menjadi saksi kasih Tuhan. Dan ingatlah, Yesus sendiri yang memilihmu dan mengutusmu ke dunia ini. Yesus yang akan memenuhi segala kebutuhanmu. Segala kekhawatiran, kecemasan, dan pastilah semua ditanggung Kristus. Yang terpenting, menyatu dengan Kristus, memikul salibnya bersama dengan Dia, ke mana pun kita pergi,” ungkap Romo Komkep itu.
Pesan tersebut mengajak OMK untuk tidak hanya membawa Salib HOMS sebagai simbol, tetapi juga berani menjadi saksi kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari serta terlibat dalam kehidupan menggereja dan merawat lingkungan.

Penyerahan Salib HOMS 2026

Berlutut dan doa bersama di hadapan Salib HOMS

Foto bersama
Sebelum berkat penutup, dilaksanakan penyerahan Salib HOMS oleh Ketua OMK Santa Bernadeth kepada Romo Wendilinus selaku Pastor Paroki. Selanjutnya, Salib HOMS diserahkan kepada OMK Belinyu sebagai tanda dilanjutkannya perjalanan Salib HOMS 2026, dan kini Salib HOMS siap kembali dijalankan menuju KBG dan Stasi.
Usai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan pendalaman bersama Romo Grego. Sesi ini kembali mengangkat pertanyaan “Mengapa Aku Ada di Dunia?” yang telah menjadi bahan refleksi para OMK pada renungan malam sebelumnya dan sering menjadi refleksi di setiap kegiatan kirab salib.

Sesi materi refleksi OMK
Melalui dialog bersama, Romo Grego mengajak OMK memahami bahwa kehidupan tidak selalu terbebas dari penderitaan. Tuhan tidak menghilangkan penderitaan, tetapi membantu manusia menjalaninya bersama Dia agar semakin kuat dalam menghadapi kehidupan.
“Tuhan tidak akan menghilangkan penderitaan. Tapi Tuhan itu membantu kau untuk menjalani penderitaan itu bersama dengan Dia, supaya engkau semakin kuat menjalani hidup di dunia ini. Kalau Tuhan menghilangkan penderitaan, maka engkau sama seperti robot yang tak punya perasaan, tak punya pikiran untuk menjalani hidup,” tegas Romo Grego.
Dari refleksi tersebut, para OMK diajak melihat bahwa alasan keberadaan manusia bukan semata-mata tentang profesi atau jabatan. Hidup merupakan anugerah dan panggilan. Manusia ada karena Allah menghendakinya, dipanggil untuk mengenal, mengasihi, dan menghadirkan kasih Allah di tengah dunia.

Aksi nyata menanam pohon
Rangkaian Kirab Salib HOMS 2026 ditutup dengan aksi nyata penanaman pohon di sekitar Gua Maria. Kegiatan ini menjadi bentuk keterlibatan OMK dalam mewujudkan tema HOMS 2026, yakni berani bersaksi sekaligus merawat dan melestarikan alam sebagai rumah bersama.
OMK tetap diharapkan terus memiliki semangat muda, penuh sukacita dan kegembiraan dalam memikul salib serta berani menjadi saksi Kristus di tengah Gereja, masyarakat, dan lingkungan. (Vsh)

Foto bersama semua OMK di akhir acara (foto : Komsos Belinyu)
