Pangkalpinang,Berkatnews.com – Memasuki usia 68 tahun, Yayasan Tunas Karya (YTK) kembali melihat perjalanan pelayanan pendidikannya sekaligus meneguhkan arah ke depan. Perayaan HUT ke-68 YTK pada 9 September 2026 mengusung tema “Mewujudkan Layanan Pendidikan yang Adil dan Humanis” dan mempertemukan keluarga besar YTK dari berbagai unit di Pulau Bangka.
Perayaan syukur diawali dengan Perayaan Ekaristi di Gereja Santa Bernadeth Pangkalpinang yang dipimpin oleh Bapa Uskup Adrianus Sunarko, OFM, Uskup Keuskupan Pangkalpinang juga selaku Dewan Pembina Yayasan Tunas Karya, bersama para imam konselebran.

Ekaristi HUT YTK

Homili Bapa Uskup Adrianus
Dalam homilinya, Uskup Adrianus mengajak keluarga besar YTK menghubungkan tema perayaan dengan bacaan Kitab Suci tentang “waktu yang singkat” dan pengharapan akan datangnya zaman baru. Menurutnya, pengharapan tersebut perlu diwujudkan melalui perhatian kepada mereka yang tertinggal.
“Humanis Kristiani harus memberikan perhatian pada mereka yang menderita dan tertinggal. Kita harus menjadi humanis dalam pendidikan dengan memberi perhatian pada yang tertinggal. Tidak hanya itu, kita juga harus memberikan perhatian pada lingkungan hidup dan alam semesta,” tegas Uskup Adrianus.

Pesan tersebut menjadi ajakan bagi keluarga besar YTK untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya manusiawi dalam pelayanan kepada peserta didik, tetapi juga peduli terhadap lingkungan hidup.
Usai Perayaan Ekaristi, perayaan berlanjut di GOR SMP Santa Theresia. Kegiatan diikuti secara langsung oleh peserta yang hadir di tempat dan secara daring melalui Zoom meeting serta live streaming oleh komunitas YTK yang berada di luar Bangka Belitung.

Hadirin beridiri menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars YTK
Hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Pembina Yayasan Tunas Karya, para purna bakti, Pengurus, Pengawas, Direktur Bidang YTK, pimpinan unit, mitra perbankan, dunia usaha dan dunia industri, sponsor, para pendidik dan tenaga kependidikan, serta para suster dan bruder keluarga besar Yayasan Tunas Karya.
Rangkaian acara diawali dengan doa pembuka, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars YTK, kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia.
Selanjutnya, RD. Servasius Samuel, S. Psi., M. Psi., Psikolog, menyampaikan sambutan dengan mengajak keluarga besar YTK melihat perjalanan yayasan melalui tiga gagasan utama.

Sambutan Ketua Yayasan Tunas Karya
Ia menjelaskan bahwa sejak 2016, YTK berupaya membangun komunitas yang partisipatif, dinamis, dan hidup dengan melibatkan guru, pegawai, serta peserta didik sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.
Memasuki 2021, YTK merefleksikan keberadaan yayasan di tengah perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Dari refleksi tersebut, YTK diarahkan untuk membangun komunitas yang transformatif dan inovatif dengan berbasis pada teknologi, nilai, dan kemitraan.
Sementara pada 2026, YTK ingin membangun komunitas yang melab teknologi sekaligus berpihak pada kemanusiaan.
“Kita menginginkan Yayasan Tunas Karya ini menjadi komunitas yang melab teknologi dan berpihak pada kemanusiaan,” ujarnya.

Romo Samuel memperkenalkan kepengurusan Yayasan Periode yang baru (foto dari Live streming YTK)

Foto dari live streaming YTK
RD. Servasius juga menyampaikan terima kasih kepada para mitra, komunitas religius, serta sekolah negeri dan swasta yang selama ini ikut mendukung pengembangan pelayanan pendidikan YTK.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah bagi pemenang desain logo HUT ke-68 YTK dan penghargaan bagi mereka yang telah berkarya selama 25 tahun. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan launching SIPAS, buku pedoman parenting sekolah, dan buku cerita anak.

Penyerahan hadiah oleh Romo Martin pada pemenang design Logo HUT 68 YTK (foto dari live streaming YTK)

Penyerahan penghargaan pada Guru yang telah berkarya selama 25 tahun (foto dari live streaming YTK)

Launching SIPAS, buku pedoman parenting sekolah, dan buku cerita anak.
Dalam sambutan berikutnya dibawakan oleh Uskup Adrianus, Uskup mengingatkan keluarga besar YTK agar terus bergerak melakukan pembaruan, namun tetap tidak terburu-buru dalam menjalani setiap proses.
“Kita harus selalu cepat bergerak dan mengupayakan pembaruan-pembaruan, tapi juga tidak boleh terburu-buru,” ungkapnya.

Sambutan Bapa Uskup Adrianus
Uskup Adrianus kemudian mengajak keluarga besar YTK merawat apa yang disebutnya sebagai “realisme yang sehat”. Sikap tersebut, jelasnya, berada di antara idealisme yang ekstrem dan sikap sinis yang menyerah pada kenyataan.
“Realisme seperti ini memungkinkan kita untuk tetap menjaga harapan mewujudkan idealisme, tapi sabar menerapkannya dalam proses yang memang membutuhkan waktu dan ketekunan,” jelasnya.
Usai sambutan Uskup Adrianus kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun sebagai ungkapan syukur atas perjalanan 68 tahun Yayasan Tunas Karya.

Acara tiup lilin dan pemotongan tumpeng

Selain perayaan bersama, rangkaian HUT ke-68 YTK sebelumnya telah diisi berbagai kegiatan sosial di unit dan komunitas sekolah. Kegiatan tersebut meliputi pembagian sembako melalui program “Berbagi Kasih”, donor darah, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Kegiatan sosial tersebut melibatkan guru, karyawan, warga sekolah, dan instansi setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Acara kemeriahan masih terus berlanjut dengan makan bersama dan berbagai pentas seni dari komunitas YTK dari Mentok, Toboali, Pangkalpinang, Parittiga, Belinyu, Koba, dan Sungailiat. Acara juga diisi dengan doorprize dan ditutup dengan kegiatan selebrasi bersama. (Vsh)

Pensi dari berbagai Komunitas

Foto bersama Keluarga Besar Yayasan Tunas Karya
