Home GEREJA Ada Kisah Menarik Dalam Siaran Perdana Radio Gita Palupi Lestari Bersama Uskup Adrianus

Ada Kisah Menarik Dalam Siaran Perdana Radio Gita Palupi Lestari Bersama Uskup Adrianus

by Veronika Suci Handayani

Pangkalpinang, Berkatnews.com – Usai memimpin ibadat pemberkatan Radio Gita Palupi Lestari, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, langsung menjadi narasumber dalam siaran perdana radio tersebut, Rabu, 23 September 2026. Siaran perdana ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan tahbisan episkopal ke-9 tahun Uskup Adrianus.

Siaran perdana Radio Gita Lalupi Lestari ini di pandu oleh Penyiar yang bawa oleh Veronika Suci dan Moderator oleh Johan yang akrab disapa Bedul.

Foto usai siaran perdana

Dalam perbincangan tersebut, Uskup Adrianus menceritakan kembali awal mula dirinya dipanggil dan ditunjuk menjadi Uskup Keuskupan Pangkalpinang. Ia juga membagikan tiga kata yang menurutnya dapat memaknai perjalanan selama sembilan tahun menjalankan tugas sebagai Uskup, yakni bersyukur, gotong royong, dan bela rasa.

Kata pertama yang dipilih Uskup Adrianus adalah bersyukur. Ia mengungkapkan rasa syukur atas dukungan dan kebaikan hati yang diterimanya sejak awal kedatangannya di Pangkalpinang.

“Kalau diminta kata pertama, kata bersyukur. Sejak awal kedatangan, kemudian dari tahun ke tahun saya mengalami banyak sekali dukungan, kebaikan hati, kemurahan hati masyarakat maupun umat di Pangkalpinang ini,” katanya.

Talkshow bersama Uskup Adrianus

Kata kedua adalah gotong royong. Menurutnya, perjalanan pelayanan selama menjadi Uskup tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak dalam membangun masyarakat dan Gereja.

“Yang kedua adalah gotong royong. Itu juga yang saya alami, kerja sama dari banyak pihak bersama-sama membangun masyarakat, tapi terutama memang membangun Gereja,” ujarnya.

Sementara kata ketiga adalah bela rasa. Uskup Adrianus mengaitkannya dengan panggilan untuk memberi perhatian kepada orang-orang yang mengalami kesulitan.

“Yang ketiga, bela rasa. Kita dipanggil untuk saling menunjukkan perhatian, khususnya bagi orang-orang yang mengalami kesulitan. Saya di satu sisi mengalami banyak sekali kebaikan-kebaikan, di lain pihak saya juga melihat bahwa ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Ada orang-orang yang perlu dibantu, didukung, dihibur, dikuatkan. Itu perlu ada bela rasa yang kuat supaya bisa saling mendukung,” ungkapnya.

Dalam perbincangan tersebut, Uskup Adrianus juga berbagi pengalaman ketika masih menjadi seorang awam dan kenangan yang dimilikinya tentang radio. Menurutnya, radio pernah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, termasuk untuk mendengarkan cerita, drama, hingga berita olahraga.

“Kita sama-sama mendengarkan kadang sambil makan, sambil mendengarkan drama, cerita. Itu sangat mengesankan karena juga bersambung dan menegangkan. Kita bisa, karena enggak melihat gambar, membayangkan. Lalu yang kedua juga sering berita-berita dulu kalau ada laporan pertandingan bulu tangkis,” ceritanya.

Memasuki perayaan tahbisan episkopal ke-9 tahun, Uskup Adrianus juga membagikan doa yang terus ia panjatkan, terutama bagi mereka yang sedang mengalami penderitaan dan kesulitan.

Ia berharap orang-orang yang sedang menghadapi kesulitan tidak menjalani keadaan tersebut seorang diri, tetapi mendapatkan teman dan orang-orang yang bersedia memberikan dukungan serta bantuan.

“Saya selalu berusaha mendoakan agar khususnya orang-orang yang menderita, orang-orang yang mengalami kesulitan, selalu boleh mendapat teman dan tidak sendirian, sehingga bisa dibantu sejauh itu mungkin,” katanya.

Uskup Adrianus juga menyampaikan doa bagi dirinya sendiri agar tetap mampu mensyukuri kebaikan Tuhan dan memiliki kerendahan hati dalam melayani.

Crew di belakang layar

“Untuk saya sendiri saya tentu selalu bersyukur atas kebaikan Tuhan dan mohon kerendahan hati untuk selalu bisa melayani makin banyak orang,” ujarnya.

Menutup perbincangan dalam siaran perdana tersebut, Uskup Adrianus menyampaikan harapannya terhadap kehadiran Radio Gita Palupi Lestari. Ia berharap radio dapat menjadi media untuk menyebarkan kabar gembira kepada masyarakat, termasuk menjangkau umat dan masyarakat di berbagai pulau.

“Saya sangat berharap bahwa melalui media ini, melalui radio ini, kita dapat mewartakan, menyebarkan kabar gembira kepada seluruh masyarakat. Tentu juga anggota Gereja, tapi juga karena kiranya jangkauannya bisa luas sampai ke pulau-pulau, mewartakan Injil, mewartakan kabar gembira,” tutupnya (Vsh)

You may also like

Leave a Comment

hacked by rexom

hacked by rexom
phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi