Home GEREJA Perayaan Hari Pangan Sedunia dan Hari Minggu Misi Sedunia 2026 di Stasi Santo Petrus Air Semut

Perayaan Hari Pangan Sedunia dan Hari Minggu Misi Sedunia 2026 di Stasi Santo Petrus Air Semut

by Veronika Suci Handayani

AIR SEMUT Berlatnews.com— Ada yang istimewa dan menghangatkan hati umat Katolik di wilayah Air Semut dan sekitarnya pada pertengahan Oktober 2026 ini. Perayaan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober 2026 dan dipadukan dengan Hari Minggu Misi Sedunia ke-100 (18 Oktober 2026) dirayakan secara bersamaan dalam balutan iman, sukacita, serta aroma racikan bumbu nusantara di Stasi Santo Petrus Air Semut.

Perayaan iman ini tidak berhenti di dalam gedung gereja. Rangkaian acara berlanjut dengan kemeriahan penuh keakraban yang melibatkan seluruh umat melalui lomba masak kolak dan urap antar-Kelompok Basis Gerejawi (KBG) dari tiga stasi, yakni Stasi Santo Petrus Air Semut, Stasi Santa Elisabeth Kampung Baru, dan Stasi Santo Emanuel Batu Betumpang.

Dari Meja Ekaristi Menuju Meja Persaudaraan

Puncak perayaan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang khidmat dipimpin oleh RP. Baltasar Mili, SS.CC. Dalam pengantarnya, RP. Baltasar, SS.CC mengingatkan kembali Sabda Tuhan dalam Imamat 25:23 yang menjadi tema Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026, bahwa bumi adalah milik Tuhan dan manusia hanyalah pendatang yang dipercayakan untuk menjaganya. Pesan ini selaras dengan Fokus Pastoral Keuskupan Pangkalpinang tahun 2026, yaitu “Bertanggung Jawab Bersama dalam Melaksanakan Misi untuk Memelihara Rumah Bersama.” Umat diajak bukan hanya bersyukur atas berkat pangan yang diberikan Tuhan, tetapi juga terpanggil untuk berbagi dengan sesama, menjaga lingkungan, serta mewartakan kasih Tuhan melalui tindakan nyata sehari-hari. Marilah kita merayakan Ekaristi ini dengan hati penuh syukur dan membangun komitmen bersama untuk merawat bumi sebagai rumah kita Bersama, ujarnya.

Dapur Darurat dan Semarak Lomba Masak: Simbol Keragaman

Begitu Perayaan Ekaristi selesai, halaman stasi seketika berubah menjadi dapur raksasa yang riuh dengan gelak tawa dan semangat kompetisi yang sehat. Para perwakilan dari setiap KBG dan stasi beradu kreativitas menyajikan menu tradisional yang sarat makna filosofis: kolak yang manis dan urap dengan paduan bumbu kelapa serta sayuran segar.

Menariknya, kemeriahan kompetisi ini juga melibatkan proses penilaian yang objektif dan partisipatif dari dewan juri yang terdiri atas perwakilan dari pusat paroki serta perwakilan dari masing-masing ketiga stasi. Kehadiran juri gabungan ini semakin memperkuat semangat sinodal dan kolaborasi nyata antara pusat paroki dan stasi-stasi.

Refleksi dan Pengumuman Pemenang: Esensi Sejati Kebersamaan

Setelah melalui proses penilaian yang ketat dan penuh canda tawa di dapur darurat, tibalah saat yang dinanti-nanti yakni pengumuman pemenang. Berdasarkan keputusan dewan juri, predikat Juara 1 untuk kategori lomba masak kolak berhasil diraih oleh KBG dari Stasi Santo Emanuel Batu Betumpang, Juara 2  KBG Lusia -Air Semut, Juara 3 KBG Santa Agnes-Kampung Baru, Juara 4 KBG Sisilia – Air semut;  sedangkan Juara 1 Masak urap kembali diraih oleh  KBG dari stasi  Batu Betumpang, Juara 2 KBG Yohanes Pembaptis- Air Semut, Juara 3 KBG Santa Agnes- Kampung Baru, Juara 4  KBG Petrus-  Kampung Baru.

Namun, lebih dari sekadar kompetisi yang mencari menang atau kalah, esensi sejati dari perlombaan ini adalah proses—usaha, kerja sama, dan kekompakan yang terjalin erat sejak awal persiapan hingga selesai. Gelak tawa, saling bantu, dan keringat yang bercampur di dapur darurat tersebut menjelma menjadi wujud nyata sinergi antarumat.

Merajut Kasih Lintas Stasi yang Berkesan

Kehadiran umat dari Stasi Santo Petrus Air Semut, Stasi Santa Elisabeth Kampung Baru, dan Stasi Santo Emanuel Batu Betumpang membuktikan bahwa batas geografis stasi bukanlah sekat, melainkan kekayaan untuk saling melengkapi. Aroma masakan tradisional yang berpadu dengan kehangatan sapaan akrab berhasil merajut kembali tali persaudaraan yang semakin erat di antara umat.

Melalui tema tahun ini, umat diingatkan kembali bahwa menjadi seorang misionaris tidak selalu harus pergi ke tempat yang jauh. Kita bisa memulainya dari hal-hal sederhana: menghargai setiap butir pangan yang kita santap, merawat bumi tempat kita tinggal, serta menyapa tetangga dan saudara seiman dengan hati yang tulus.

Menyalakan Kembali Semangat Keterlibatan: Panggilan untuk Kita Semua

Perayaan Hari Pangan dan Minggu Misi Sedunia 2026 di Stasi Air Semut ini ditutup dengan momen yang paling ditunggu dan bermakna: menyantap bersama hasil masakan lomba. Sebuah pemandangan sederhana, namun sarat makna mendalam—ketika umat bersatu dalam Ekaristi, sukacita Injil terpancar nyata lewat semangkuk kolak, sebakul urap, dan senyuman persaudaraan sejati.

Dari perayaan yang penuh berkat ini, sebuah ajakan hangat diserukan kepada seluruh umat dari ketiga stasi untuk menyambut perayaan Hari Pangan Sedunia di tahun-tahun selanjutnya dengan antusiasme yang lebih besar, kreativitas yang lebih kaya, dan kebersamaan yang semakin kokoh. Terlebih khusus, seruan kasih ini juga ditujukan bagi semua saudara-saudari seiman yang selama ini mungkin belum terlibat aktif di lingkungan gereja, Kelompok Basis Gerejawi (KBG), maupun dalam kegiatan-kegiatan kategorial lainnya.

Ingatlah bahwa keterlibatan di dalam Gereja tidak hanya sebatas hadir pada perayaan Ekaristi di hari Minggu, melainkan terpanggil untuk terlibat aktif dalam seluruh dinamika kehidupan menggereja. Gereja adalah rumah kita bersama, dan setiap tangan serta hati yang ikut ambil bagian akan membuat persekutuan umat Allah semakin hidup, hangat, dan berbuah lebat.

Mari melangkah bersama, merawat bumi, membagikan pangan, dan menghidupkan misi kasih di tengah dunia!

Penulis : Komsos Toboali

 

You may also like

Leave a Comment

hacked by rexom

hacked by rexom
phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi