Pangkalpinang,Berkatnews.com — Syukur atas perjalanan imamat selama 29 tahun RD. Antonius Moa Tolipung dan RD. Pieters Patrisius Padiservus dirayakan dalam Perayaan Ekaristi di Kapel Keuskupan Pangkalpinang, Senin (2/2/2026). Perayaan ini juga bertepatan dengan Hari Raya Yesus Dipersembahkan di Kenisah dan dipimpin langsung oleh kedua imam yang merayakan HUT imamat tersebut.
Dalam perayaan itu, umat yang hadir diajak merenungkan makna Yesus sebagai terang bagi bangsa-bangsa dan kemuliaan bagi umat Israel. Allah hadir dalam diri seorang bayi yang lemah, namun justru di sanalah Ia menyatakan diri sebagai Allah yang solidar, yang menerangi dan menuntun manusia di tengah persoalan, kelemahan, dan kerapuhan hidup. Kehadiran Allah itu memberi keberanian bagi setiap orang untuk berjumpa dengan-Nya dan mempersembahkan diri sebagai bagian dari sumber kehidupan.
Refleksi tersebut diperdalam melalui homili yang disampaikan Romo Anton, Vikaris Jenderal Keuskupan Pangkalpinang. Ia menyampaikan bahwa perayaan ini tidak hanya sebagai perayaan pribadi kedua imam, melainkan perayaan iman bersama
“Maka perayaan hari ini bukan hanya perayaan kami berdua, tapi itu adalah perayaan kita bersama. Kita diingatkan dalam iman kita bahwa dengan dibaptis atau menerima baptisan yang dianugerahkan bagi kita, kita semua dipersembahkan kepada Allah, dipersembahkan kembali kepada Allah seumur hidup.” ungkap Romo Anton

Romo Anton ungkap bahwa perayaan ekaristi ini adalah perayaan bersama
Ia juga memperjelas bahwa setiap orang beriman dipanggil untuk menghayati hidup sebagai persembahan, sebagaimana Yesus sendiri mempersembahkan diri-Nya. Dan dalam persembahan itu seperti Yesus, kita juga diajar untuk menjadi sarana terang bagi orang lain dan juga perjumpaan dengan Allah itu sendiri.
Romo Anton merangkum makna perayaan tersebut dalam tiga kata yang menjadi benang merah refleksi.
“Maka perayaan kita hari ini, kalau bisa kita ringkas dalam tiga kata ini adalah perayaan, persembahan, dan perjumpaan. Maka saudara-saudari, perayaan hari ini menjadi perayaan kita bersama,” ujarnya.
Kedua imam ini ditahbiskan pada tahun 1997. Perjalanan imamat selama 29 tahun tersebut merupakan kelanjutan dari anugerah persembahan diri yang telah dimulai sejak baptisan dan krisma, lalu diteguhkan melalui tahbisan imamat.
Melanjutkan homilinya, Romo Anton kembali mengajak umat untuk menyadari panggilan sebagai terang bagi sesama.
“Dan dalam persembahan diri itu, kita diajak untuk menyadari bahwa mari seperti Yesus, kita harus menjadi terang bagi orang lain. Sehingga dengan demikian, banyak orang mengalami perjumpaan dengan Allah,” pesannya

Perayaan Syukur HUT Imamat ke 29 tahun Romo Anton dan Romo Pieters
Perayaan Yesus Dipersembahkan di Kenisah, menurut Romo Anton, menjadi perayaan yang menggugah hati nurani umat.
“Peerayaan Yesus dipersembahkan di Kenisah adalah perayaan kita bersama yang menggugah kita untuk bertanya diri apakah kita sudah mempersembahkan diri kita seutuhnya kepada Allah, apakah kita sudah jadi terang kehidupan, apakah kita sudah menjadi sarana perjumpaan dengan orang lain, sarana perjumpaan dengan Allah itu sendiri,” tururnya
Usai Perayaan Ekaristi, kebersamaan dilanjutkan dalam suasana sederhana melalui pemotongan kue dan makan bersama dengan para Bapa Uskup Adrianus, para Imam, Diakon, Frater serta staff dan karyawan Keuskupan Pangkalpinang sebagai ungkapan syukur atas perjalanan imamat kedua imam ini. (vsh)

