Sagulung, MBPA-BerkatNews.com. Salah satu ciri dari KBG adalah melaksanakan Aksi Nyata Injili. Merangkum pendalaman modul-modul APP, Komunitas Basis St. Angelus, MBPA sepakat untuk mengunjungi saudara-saudarinya yang berada di Pulau; dari hasil kesepakatan bersama maka diputuskan untuk mengunjungi umat di Teluk Paku. Selain kunjungan umat diajak untuk juga berbagi; sembako dan pakaian layak pakai. Dihungi BerkatNews.com, Ketua KBG St. Angelus Bpk. Poltak Sihombing mengatakan bahwa aksi nyata ini bagian dari kepedulian setelah mendalami modul-modul. “Kehadiran kami adalah sebagai aksinyata KBG sebagai pelaksana Sabda modul APP dan juga sekaligus aksinyata Hari Raya Kerahiman Illahi yang kita rayakan minggu yg lalu…” tegas Ketua KBG.
Untuk mengorganisir kegiatan ini, Ketua KBG yang beranggotakan 30 KK ini membentuk tim kecil, di setiap perumahan ada umat yang ditunjuk untuk mengumpulkan pakaian layak pakai dan dana pembelian sembako.
Akhirnya, pada Minggu (15/4) 9 orang perwakilan umat KBG St. Angelus dengan menyewa “pompong” berangkat menyeberang menuju Teluk Paku. “Ya…kami bersembilan berangkat diminta karena anggota yangg lain ada yg mengikuti studi modul kerwam, ada yang rapat juga di Paroki dan ada pertemuan pembina calon Komuni Pertama”, ungkap sang Ketua. Sambutan hangat dari umat di Teluk Paku menerima saudara/i nya.
Pak Poltak Sihombing pertama memberikan sambutan, mejelaskan tujuan kedatangan mereka. Menutup sambutannya beliau berharap kepada umat di Teluk Paku: “Kami juga mendoakan agar pembangunan kapel yg saat ini sedang dalam proses perencanaan dapat berjalan dengan baik agar segera dapat digunakan untuk pengembangan pelayanan di Teluk paku dan harapan kami kunjungan pertama kali kali ini bukan sebagai kunjungan yg terakhir namun kami kemungkinan akan kembali lagi berkunjung ke tempat ini di lain waktu dengan jumlah umat yang lebih banyak lagi…Umat KBG St Angelus hanya bisa berdoa bagi bapak ibu di tempat ini agar selalu dalam keadaan sehat. Terkusus pada pak Vincent yang saat ini dalam keadaan sakit agar secepatya diberikan kesembuhan. ” Pak Vincent adalah ketua KBG St. Bibiana Teluk Paku.
Di akhir kegiatan, Pak Vincent mengucapkan limpah terimakasih atas kunjungan persaudaraan umat KBG St. Angelus. Tak lupa sebelum pulang umat Teluk Paku meberi “oleh-oleh” kelapa muda yang masih segar. Ada juga keluarga Pak Hugo yang membeli ayam kampung dari umat Teluk Paku.*


costmust/BerkatNews.com
Turut hadir dalam perjumpaan berharga ini RD. Laurensius Dihe Sanga sebagai Pastor yang membawahi Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) wilayah Kevikepan Utara Keuskupan Pangkal Pinang, Bakal calon pengurus Komda lainnya serta pengurus Komcab Kota Batam , ketua dan sekretaris.


































Sebelum menjelaskan tentang merangkai bunga altar, Pastor Philips lebih dulu menjelaskan tentang liturgi. Liturgi adalah perayaan misteri keselamatan Allah. Liturgi dilaksanakan oleh Yesus Kristus, Sang Imam Agung bersama Gereja-Nya di dalam ikatan Roh Kudus. Karenanya, liturgi disebut juga perayaan Tuhan atau perayaan iman. Disebut perayaan Tuhan karena Tuhan yang berinisiatif menjumpai manusia, Allah yang mencari dan mengundang manusia. Dan disebut perayaan iman karena dalam liturgi manusia menanggapi undangan Tuhan untuk terlibat dalam perjamuan-Nya. Dengan demikian, dalam liturgi terjadilah perjumpaan antara Allah dan manusia. Perjumpaan ini membawa anugerah keselamatan bagi manusia, baik yang merayakan dan yang didoakan.
Dilihat dari kegiatannya, liturgi memiliki 2 unsur yaitu kebersamaan dan keresmian. Unsur kebersamaan liturgi nampak dalam kehadiran umat. Umat yang hadir bukan penonton tetapi dipanggil berpartisipasi secara sadar dan penuh, yakni berpartisipasi dengan jiwa dan raganya serta dikobarkan dengan iman, harapan dan kasih. Unsur keresmian liturgi nampak dari adanya ketentuan-ketentuan, aturan-aturan/pedoman yang ada. Secara umum pedoman liturgi mengacu pada Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR). Dengan demikian liturgi bukan sembarang kegiatan dan sembarang perayaan, karena harus memenuhi unsur-unsur tersebut di atas. Dan sebagai salah seorang petugas liturgi, seorang perangkai bunga altar harus memahami benar tentang hal ini.
Semua umat dipanggil untuk berpartisipasi secara sadar dan aktif dalam liturgi. Partisipasi tersebut meliputi: partisipasi batin (penghayatan pribadi), partisipasi lahir (keikutsertaan dalam berbagai tugas) dan partisipasi sacramental (menerima komuni)








