Pangkalpinang, Berkatnews.com – Sebanyak 26 Orang Muda Katolik (OMK) perwakilan dari sembilan paroki mengikuti Kaderisasi Dasar Kerawam Kevikepan Bangka Belitung di Puri Sadhana, 28–30 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kader muda Katolik agar semakin berakar dalam iman, memiliki karakter Katolik, serta siap melayani Gereja dan masyarakat.
Kegiatan mengusung tema “Berakar dalam Kristus, Bertumbuh dalam Iman, Berkarakter Katolik untuk Melayani dan Merawat Rumah Bersama.” Selama tiga hari, peserta mengikuti pembinaan yang dibawakan enam narasumber dengan materi yang mencakup pengembangan diri, keterampilan, iman, hingga keterlibatan dalam Gereja dan masyarakat.
Kaderisasi Dasar ini bertujuan membentuk OMK yang memiliki iman Katolik yang kuat, setia kepada Kristus, serta mampu menghidupi nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga dibekali keterampilan dasar seperti menulis jurnal dan notulensi, public speaking, serta kemampuan berkomunikasi secara efektif.

Perayaan Ekaristi pembukaan kegiatan
Kegiatan ini juga dipersiapkan sebagai tahap awal menuju Kaderisasi Madya dan Kaderisasi Utama. Pelaksanaannya menjadi tindak lanjut dari kesepakatan para Uskup se-Regio Sumatra mengenai kaderisasi berjenjang bagi orang muda Katolik di setiap Keuskupan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi pembukaan yang dipimpin Sekretaris Jenderal Keuskupan Pangkalpinang, Romo Martin Da Silva. Ia didampingi Ketua Komisi Kerawam, Romo Agus Riyanto, MSF, Romo Yohanes Agus Susanto, Ketua Komkep Tanjung Karang sekaligus Tim Kaderisasi Regio Sumatra, serta Ketua Komkep Keuskupan Pangkalpinang, Romo Wendilinus Pantaleon.

Perayaan Ekaristi dipimpin 4 Imam yang hadir

Homili disampaikan Romo Martin Da Silva
Dalam homilinya, Romo Martin mengaitkan proses kaderisasi dengan peringatan Santo Agustinus. Ia mengajak peserta memahami bahwa menjadi kader Katolik bukanlah tentang mencari jabatan atau kekuasaan, melainkan mengikuti Kristus yang datang untuk melayani.
“Menjadi kader Katolik bukan pertama-tama mencari jabatan atau kekuasaan, melainkan belajar mengikuti Kristus yang datang untuk melayani. Seorang pemimpin Kristiani harus berani berkorban dan mengambil tanggung jawab,” ungkap Romo Martin.
Ia mengajak peserta menggunakan proses kaderisasi sebagai kesempatan untuk membentuk diri menjadi pribadi yang beriman, bijaksana, berkarakter, siap melayani, dan berani mengambil tanggung jawab.


Ketua Komisi Kerawam, Romo Agus, MSF
Ketua Komisi Kerawam, Romo Agus Riyanto, MSF, dalam sambutannya mengingatkan peserta agar menjaga kekompakan dan melanjutkan semangat kaderisasi setelah kegiatan berakhir.
“Kekompakan, saudara satu sama lain yang harus dipelihara. Kaderisasi tidak berhenti sampai di sini. Diharapkan kompak dan membantu kaderisasi angkatan dasar dua. Angkatan satu harus ambil bagian nanti. Akan terus berkelanjutan, membangun Gereja yang lebih hidup dan bergairah,” ungkap Romo Agus.
Rangkaian pembinaan dilanjutkan dengan sesi-sesi yang telah disiapkan. Pada hari pertama, peserta mengikuti Session 1: Perkenalan dan Tujuan Kaderisasi, kemudian Session 2: Seven Habits yang dibawakan Romo Samuel.

6 narasumber hadir berikan Kaderisasi Dasar
Melalui sesi Seven Habits, peserta diajak membangun kesadaran akan pentingnya pengembangan diri, melihat alternatif yang relevan untuk bertumbuh, melakukan refleksi bersama, menentukan langkah konkret, serta meneguhkan komitmen pribadi.
Hari kedua dilanjutkan dengan Session 3: SWOT yang dibawakan Romo Yohanes Agus Susanto. Peserta diajak melihat kondisi diri maupun komunitas atau organisasi dengan mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan.
Analisis SWOT digunakan sebagai metode untuk mengenali diri secara jujur dan membantu merancang langkah berikutnya. Pengenalan terhadap kelemahan dan kekuatan bukan untuk memberikan label, melainkan menjadi dasar dalam merencanakan masa depan dan melihat dampak yang dapat diberikan.
Pembinaan kemudian dilanjutkan melalui Session 4: Public Speaking, Session 5: 5W+1H, dan Session 6: Katolisitas. Peserta juga mengikuti Session 7: Aku Makhluk Sosial dan Peluangku di Gereja & Masyarakat, yang mengajak mereka melihat diri sebagai bagian dari kehidupan bersama serta menemukan ruang keterlibatan di Gereja dan masyarakat.

Malam ke 2 kegiatan di tutup dengan Renungan dan Api Unggun
Pada hari ketiga, kegiatan ditutup dengan Session 8: RTL dan Komitmen RTL (Pribadi dan Paroki) dan Ekaristi penutupan kegiatan. Peserta menyusun tindak lanjut agar hasil pembinaan dapat diterapkan dalam kehidupan pribadi maupun keterlibatan di paroki. Akhirnya rangkaian kegiatan Kaderisasi Dasar ini diakhiri dengan Ekaristi penutupan kegiatan.
Seluruh materi dalam kaderisasi memadukan spiritualitas iman Katolik, pengenalan diri, penguatan karakter, kepemimpinan, serta keterampilan hidup. Peserta diarahkan agar proses kaderisasi tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diwujudkan melalui perubahan sikap, perilaku, dan keterlibatan nyata.
Melalui Kaderisasi Dasar ini, para peserta diharapkan semakin siap melayani Gereja dan masyarakat, memiliki integritas dan semangat kepemimpinan, serta melanjutkan proses pembinaan pada jenjang Kaderisasi Madya dan Kaderisasi Utama. (Vsh)

Kaderisasi Kevikepan Bangka Belitung