BerkatNews.com. Remaja Katolik yang tergabung dalam Wilayah Ratu para Orang Kudus Paroki MBPA menjalankan program kerja BIAR wilayah, yaitu devosi Jalan Salib ke Pulau Galang pada Selasa (28/3). Wilayah Ratu para Orang Kudus ini terdiri dari 10 KBG. Program pertama masa Prapaskah ini diikuti oleh 145 remaja, didampingi oleh 35 orang yang terdiri dari para ketua KBG dan animator remaja.
Acara dimulai dari Gereja paroki pukul 08.00 WIB dengan ibadat singkat. Sekitar pukul sebelas siang para remaja berdevosi Jalan Salib hingga lewat tengah hari. Setelah devosi Jalan Salib para remaja juga mengajak remaja KBG Hati Kudus Yesus Galang untuk ikut sharing bersama tentang pengalaman iman mereka.
Rangkaian acara ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin parokus MBPA, RD. Eman Nivak.
“Setelah kegiatan ini masih ada program-program pendampingan remaja lainnya yang telah mereka buat“, ujar Mama Tere, salah satu pembina BIAR.***
foto doc




Foto source: https://www.flickr.com/photos/53915628@N04/sets/72157678620124053
costmust/BerkatNews.com

Wajar bila Pastor Rusdi juga merasa kehilangan Erwin. Meskipun baru beberapa bulan menjadi pastor pendamping misdinar, Pastor Rusdi yang dikenal dengat dengan anak-anak dan remaja itu sering datang berkunjung ke rumah keluarga Erwin. Mengajak ngobrol dan bercanda, memberikan Komuni Kudus, juga memberikan Sakramen Perminyakan.
Kepergiannya membuatnya tidak jadi bertugas misdinar di Hari Raya Jumat Agung. Di masa sakitnya, ia selalu mendambakan bertugas melayani imam dalam Misa Jumat Agung dan berkesempatan membawa salib paling besar. Teman-temannya menyemangati agar cepat sembuh sehingga kuat mengangkat salib besar yang selubung ungunya dibuka oleh imam sambil menyanyikan: Lihatlah kayu salib…di sini…bergantung Kristus….penyelamat dunia.
Bersama teman misdinar sebayanya, ia dijuluki Sengklek Bersatu. Sebuah julukan yang mencerminkan kedekatan, keakraban, dan soliditas antaranggota misdinar. Bersama kesembilan kawannya ia selalu bertanggung jawab dalam setiap tugas yang diemban. Ia tidak pernah pulang jika tugasnya belum selesai. Setelah benar-benar tuntas, tempat acara juga kembali bersih, barulah ia lega pulang ke rumah. Ke mana-mana, mereka selalu bersama. Dengan beberapa motor mereka berboncengan, saling menjemput dan mengantar, pergi latihan dan pertemuan, tugas misdinar, juga sekadar menghabiskan hari Minggu dengan makan di warung atau bermain di warnet.














Pelatihan diadakan pada hari Minggu 4 September 2016, di Batam Oase Centre (BOC), Tanjung Piayu, dengan tema “ Mengembangkan diri dalam pelayanan dengan semangat Kerahiman Illahi”. Diawali oleh RP Sargius Rusdi Santosa SS.CC membawa peserta mengolah Spiritualitas Pendamping BIAR melalui terang Kitab Suci dari Injil Matius, yaitu sebuah perumpamaan tentang talenta (Mat 25:14-30). Seorang diberi talenta sesuai kemampuannya. Dan setiap pendamping (animator/animatris) juga diberi talenta dan kepercayaan. Tujuan kepercayaan itu untuk dikembangkan (bukan untuk disimpan), tidak mudah menyerah, memiliki motivasi, meskipun motivasi itu terkadang berbeda; karena terpaksa, ingin coba-coba, atau daripada tidak ada kerjaan di rumah, atau juga memang karena merasa terpanggil. Dalam perjalanan waktu melalui pembinaan dan pengolahan seseorang akan dibimbing sampai kepada kesadaran akan tugas perutusan melanjutkan misi Kristus (Yoh 20:21). Hal itu juga ditegaskan Santo Paulus dalam suratnya kepada umat di Galatia tentang buah-buah Roh. Roh Kudus memberi kekuatan yang memampukan para animator/ animatris untuk terus menerus membarui diri dan setia melaksanakan tugas perutusan yang diberikan oleh Yesus Kristus. Sehingga para animator/ animatris bisa menghasilkan buah-buah Roh: kasih, Suka cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, dan penguasaan diri ( Galatia 5 :22-23).
Seorang animator-animatris hendaknya juga menghidupi Tiga Bintang Sinode karena mereka yang akan menumbuhkannya dalam diri generasi kedepan. Semangat hidup para animator/ animatris yang berpusat pada Kristus, Yesus adalah Pokok Anggur Yang Benar, Yoh 15:1-8, hidup dan tinggal bersama Yesus ( Pokok Anggur dan animator/ animatris adalah ranting-rantingnya), berarti : 1. Hidup seperti Kristus, 2. Mengikuti gaya kerja Kristus, 3. Bersatu dengan Kristus ( menyatukan diri dengan Yesus dan kehendak-Nya dalam keheningan doa, kontemplasi, studi dan refleksi pribadi), 4. Pergi bersama Kristus ( ambil dalam tugas perutusan , dan berkorban dan menyerahkan hidup seperti Kristus). Dengan demikian, menjadi seorang animator/ animatris bukan hanya sekedar pendengar Sabda, tetapi sebagai pelaksana Sabda.
Pada sesi berikutnya peserta pelatihan yang berjumlah 124 orang ini mendapat materi tentang bagaimana mengenali anak dengan karakter mereka masing-masing, dan memahami anak-anak yang mereka damping, yang disampaikan oleh Ibu Anastasia Eliati (Ibu Els), seorang psikolog dari Jakarta, yang sekarang aktif memberikan konseling kepada anak-anak di sekolah Budi Luhur. Pada sesi ini para peserta diajak untuk menjadi contoh bagi anak-anak. Berawal dari menjadi contoh bagi anak-anak yang sudah dipercayakan Tuhan pada kita, lalu menjadi contoh bagi anak-anak yang lain. Meskipun sebagian besar peserta tidak memiliki dasar pendidikan yang berlatar psikolog, atau pendidikan, tapi sebagian besar mempunyai motifasi melayani, merasa terpanggil, maka dalam praktiknya dalam pelayanan , seringkali peserta menghadapi anak-anak yang mempunyai energi lebih. Pada usia tertentu, anak-anak merasa menjadi “Raja dan Ratu kecil”, dan setiap anak akan melalui fase itu. Berkarakter keras kepala, mau menang sendiri, suka meledek, dan fase yang perlu perhatian lebih ini akan berulang pada saat mereka memasuki masa remaja. Masa dimana mereka ingin mencari jati diri dan eksistensi diri. Dan para peserta diajak untuk bisa memahami dan tetap mendampingi mereka.
Dalam sesi ini, para peserta juga diajak untuk mempelajari bagian-bagian otak dan fungsinya. Otak depan. Cerbral Cortex Cerebrum (Neo korteks): adalah bagian yg berhubungan dengan fungsi otak yang tinggi, diantaranya menerima dan memproses informasi, berfikir, memahami dan mengeluarkan bahasa, merasakan dan mengendalikan fungsi motorik atau otot.





Perayaan Ekaristi bisa berjalan dengan lancar jika semua petugas liturgi menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik, termasuk petugas Misdinar/ Putra Putri Altar. Peran mereka melayani Pastor dalam mempersiapkan peralatan Misa, sangat diperlukan.
Jumlah misdinar yang terdaftar hingga saat ini berjumlah sekitar 120 anak, dan 50%nya adalah misdinar baru, yang baru bergabung pada bulan Juni lalu. Komunitas ini dikoordinasi oleh kak Vivi (Savitri), kak Putri dan ibu Theresia Dana. Ketiganya dibantu oleh 15 kakak pendamping. Mereka melaksanakan 3 bintang (berpusat pada Kristus, berkomunio dan bermisi) bersama-sama dalam keceriaan.





















