Belinyu, Berkatnews.com – Malam itu, Selasa 6 Januari 2026, bukan sekadar tanggal di kalender gereja. Pada pukul 18.30 WIB, umat KBG Veronika, Paroki Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Belinyu, berkumpul dengan satu rasa dan satu hati. Mereka datang membawa kerinduan, syukur, serta harapan baru dalam perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 yang dirangkai bersama Misa rutin bulanan KBG. Dalam kesederhanaan perjumpaan itu, kasih Allah hadir dan bekerja nyata.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD. Marsen Damanik, yang melalui homilinya mengajak umat merenungkan makna hidup yang sesungguhnya. Dengan suara yang menenangkan namun menggugah, beliau menegaskan bahwa hidup Kristen tidak diukur dari apa yang kita kumpulkan, melainkan dari apa yang rela kita bagikan.
“Ukuran masuk surga,” ungkapnya, “bukanlah seberapa penuh tas yang kita bawa, tetapi seberapa banyak isi tas itu kita bagikan kepada sesama.”

Perayaan Natal & Tahun Baru KBG St.Veronika
Pesan tersebut sejalan dengan sabda Tuhan dalam Kitab Suci:
“Sebab Aku lapar, dan kamu memberi Aku makan; Aku haus, dan kamu memberi Aku minum.”
(Matius 25:35)
Sabda itu terasa hidup dan nyata malam itu. Sukacita Natal tidak berhenti sebagai perayaan liturgi, tetapi menjelma menjadi panggilan untuk menjadi berkat bagi orang lain. RD. Marsen menegaskan harapannya agar kegembiraan yang dirasakan oleh seluruh umat KBG Veronika tidak disimpan sendiri, melainkan dibagikan, sehingga orang-orang di sekitar, terutama mereka yang lemah dan membutuhkan, ikut merasakan kehangatan kasih Allah.
Usai Misa, kebahagiaan semakin mengalir saat umat saling bertukar kado. Bukan nilai atau harga yang menjadi ukuran, melainkan ketulusan hati. Setiap kado menjadi simbol cinta dan persaudaraan, sejalan dengan sabda Kitab Suci:
“Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
(2 Korintus 9:7)
Malam itu, tidak ada yang merasa lebih atau kurang. Semua duduk setara sebagai saudara, saling tersenyum, saling mendoakan, dan saling menguatkan. Perayaan ditutup dengan makan bersama, sebuah tanda sederhana namun penuh makna akan persekutuan sejati, seperti jemaat perdana yang “bertekun dalam persekutuan dan memecahkan roti bersama-sama dengan gembira dan tulus hati” (bdk. Kisah Para Rasul 2:46).
Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 bersama KBG Veronika menjadi kesaksian iman bahwa ketika sukacita dibagikan, kasih Allah sungguh menjadi nyata. Di sanalah Natal hidup, bukan hanya di palungan, tetapi di hati yang mau berbagi, di tangan yang terulur, dan di komunitas yang berjalan bersama dalam cinta.

