Belinyu, BerkatNews.com – Perayaan Ekaristi Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani) yang sekaligus memperingati Hari Anak Misioner Sedunia ke-183 berlangsung meriah dan penuh sukacita di Gereja Paroki Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Belinyu, Minggu, 4 Januari 2026.
Perayaan Ekaristi kali ini tampak berbeda dari biasanya. Sejak awal, perhatian umat langsung tertuju pada barisan depan dan koor, di mana anak-anak Bina Iman Anak dan Remaja (BIAR) Paroki Belinyu tampil mengenakan kostum khas Tiga Raja. Kehadiran mereka bukan hanya memperindah liturgi, tetapi juga menghadirkan suasana Epifani yang hidup dan penuh makna.

Perayaan Ekaristi Hari Raya Penampakan Tuhan Dipimpin Oleh RD. Marsen Damanik
Ekaristi dipimpin oleh Pastor Marsen Damanik, dan dihadiri oleh ratusan umat Paroki Belinyu serta puluhan anak-anak BIAR dari berbagai Komunitas Basis Gereja (KBG). Kemeriahan perayaan sudah terasa sejak awal misa, ketika perarakan petugas liturgi diawali dengan tari-tarian yang dibawakan oleh anak-anak BIAR. Dendang lagu pembuka “Hai Mari Berhimpun” mengalun meriah, menyatukan hati dan pandangan umat untuk bersama menghadap altar Kristus.
Sepanjang perayaan Ekaristi, suasana sukacita semakin terasa melalui berbagai lagu dan tarian yang ditampilkan oleh anak-anak BIAR. Partisipasi aktif anak-anak ini menjadi wujud nyata keterlibatan generasi muda dalam kehidupan menggereja sekaligus menghidupkan semangat misioner sejak dini.
Dalam homilinya, Pastor Marsen Damanik mengajak umat, khususnya anak-anak, untuk mengenal lebih dalam makna Epifani melalui kisah Tiga Raja dari Timur, yakni Caspar, Melkhior, dan Baltasar, yang datang membawa persembahan bagi Yesus yang lahir ke dunia. Ia menegaskan bahwa Epifani mengajarkan tentang keberanian untuk mencari Tuhan dan kesediaan mempersembahkan yang terbaik bagi-Nya.

BIAR Paroki Belinyu Memperindah Suasana Perayaan Ekaristi
Secara khusus, Pastor Marsen berpesan kepada anak-anak BIAR agar semakin aktif, berani terlibat, dan setia berpartisipasi dalam kegiatan Gereja. Sementara itu, kepada para orang tua, ia mengajak agar terus mendukung, membimbing, dan tidak lelah mendorong anak-anak untuk semakin dekat dengan Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Perayaan Ekaristi ditutup dengan berkat perutusan bagi seluruh anak-anak BIAR yang akan melaksanakan kegiatan Tiga Raja dengan mengunjungi KBG-KBG di wilayah Paroki Belinyu. Berkat perutusan ini menjadi tanda pengutusan anak-anak sebagai pembawa sukacita dan pewarta kasih Kristus di tengah umat.
Melalui perayaan Epifani yang penuh warna dan semangat misioner ini, Paroki Belinyu kembali menegaskan bahwa Gereja hidup dan bertumbuh ketika anak-anak diberi ruang untuk terlibat, melayani, dan menjadi saksi iman sejak usia dini. Sukacita yang terpancar dari wajah anak-anak BIAR menjadi harapan akan masa depan Gereja yang semakin beriman, bersaudara, dan misioner.
Kontributor/Foto: KOMSOS Paroki Belinyu

