Kata “Prapaskah” (Lent) berasal dari kata Latin “Quadragesima”/“Quadragesimae,” yang berarti “keempat puluh,” yakni “anggota keempat puluh dari suatu rangkaian.”
Prapaskah dikaitkan dengan 40 hari yang dijalani Yesus di padang gurun. Angka ini juga menggemakan beberapa peristiwa dalam Perjanjian Lama:
- 40 hari dan 40 malam air bah besar. (Kej 7:4)
- 40 tahun Musa menjadi gembala di padang gurun sebelum Allah memanggilnya untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan. (Kis 7:29–30)
- Musa berpuasa 40 hari 40 malam di Gunung Sinai sebelum menerima loh-loh perintah Allah. (Kel 34:28)
- 40 tahun bangsa Israel mengembara mencari Tanah Terjanji. (Yos 5:6)
- 40 hari Nabi Elia di padang gurun sebelum berjumpa dengan Allah di Gunung Horeb. (1Raj 19:8)
- 40 hari yang diberikan kepada penduduk Niniwe sebelum kehancurannya diumumkan. (Yun 3:4–5)
Namun, pernahkah Anda memperhatikan bahwa menurut kalender Prapaskah tidak berlangsung tepat 40 hari?
Pada tahun 2026, Prapaskah dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026, dan berakhir pada Kamis, 2 April 2026, sehingga totalnya ada 44 hari.
Hingga akhir abad keempat, Prapaskah dimulai pada hari Minggu setelah Rabu Abu (4 hari kemudian) dan berakhir—seperti sekarang—pada sore hari Kamis Putih. Secara resmi berlangsung 40 hari.
Beberapa abad kemudian, menjadi kebiasaan untuk memulai Prapaskah pada Rabu Abu dan mengakhirinya pada Sabtu Suci. Dengan demikian jumlahnya menjadi 46 hari, tetapi lima hari Minggu Prapaskah dan Minggu Palma tidak dihitung (karena bukan hari puasa), sehingga jumlahnya tetap tepat 40 hari.
Mengapa Prapaskah berlangsung sampai sore hari Kamis Putih?
Paus Paulus VI memaklumkan Calendarium Romanum Generale (Kalender Romawi Umum, yang dikenal sebagai kalender liturgi) melalui Surat Apostolik Mysterii Paschalis pada tahun 1969.
Kalender liturgi ini, yang menetapkan masa-masa dan perayaan Gereja Katolik saat ini, secara harfiah dalam bahasa Latin menyatakan: “Tempus Quadragesimae decurrit a feria IV Cinerum ad Missam in Cena Domini exclusive.”
Artinya dalam bahasa Indonesia: “Masa Prapaskah berlangsung dari Rabu Abu sampai Misa Perjamuan Tuhan (Kamis Putih) dan tidak termasuk Misa tersebut.”
Dengan demikian, Prapaskah berakhir pada sore hari Kamis Putih dan berlangsung selama 40 hari. (martin da silva, pr)
Sumber : IG ewtnvatican, Senin, 23 Februari 2026)

