Home KATEKESE Renungan Hari Rabu, 02 Februari 2022

Renungan Hari Rabu, 02 Februari 2022

by Alfons Liwun

Pekan Biasa ke IV

Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah

Bacaan pertama Mal. 3: 1-4, Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya; Mazmur 24: 7.8.9.10, Tuhan semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan; Bacaan Injil Lukas 2: 22-40, Mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu.

Pengorbanan Yesus, Bukti Cinta-Nya bagi Manusia

Sanak keluarga yang terkasih….

Hari ini, kita merayakan Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah, oleh kedua orang tuanya, Yusuf dan Maria. Pesta ini kita rayakan empat puluh hari setelah kita merayakan Hari Kelahiran Yesus (Natal). Perayaan ini juga untuk mengenangkan bagaimana orang tuanya melaksanakan apa yang diperintahkan oleh hukum taurat, “semua anak sulung harus dikuduskan bagi Allah”. Itulah sebabnya, Yusuf dan Maria datang ke Bait Allah dan mempersembahkan Yesus kepada Tuhan.

Injil mengisahkan bahwa kedua orang tua Yesus, Yusuf dan Maria adalah keluarga yang sederhana. Hal ini tampak dari persembahan yang mereka bawa sebagai persembahan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

Terlepas dari persembahan yang dibawa oleh kedua orang tuanya, dalam pesta ini, iman kita kembali diteguhkan oleh Tuhan sendiri, bahwa Allah  mewahyukan kepada kita semua, Putra-Nya, Yesus Kristus, Dialah Juruselamat semua orang. Dialah yang kedatangan-Nya dirindukan segenap bangsa, dan segala suku.

Kidung Simeon ketika menerima dan menatang Kanak-Kanak Yesus menegaskan kepada kita semua, tentang sebuah kerinduan besar yang kini terpenuhi dalam diri Yesus. Bagi Simeon, tidak ada yang lebih indah lagi dalam hidupnya, sebab ia telah melihat keselamatan yang datang dalam diri Yesus Kristus, “Tuhan, sekarang biarlah hamba-Mu berpulang dalam damai, sebab mataku telah melihat keselamatan yang Engkau sediakan di hadapan segala bangsa.”

Simeon Menerima Kanak-kanak Yesus di Bait Allah (foro:mirificanews.com)

 Ramalan Simeon tentang Yesus, juga menegaskan misteri iman kita bahwa Dia yang dipersembahkan oleh kedua orang tuanya, akan menerima penderitaan dan salib, untuk membawa kita yang berdosa mengalami keselamatan yang telah Bapa janjikan kepada kita semua. Dia yang adalah Tuhan, telah mengambil rupa seorang manusia, sama seperti tubuh manusiawi kita, agar Ia lebih dekat dengan kita apapun kondisi hidup kita. Ia datang ke Bait Allah dan dikuduskan menjadi Imam Agung untuk kita semua sebagai gambaran awal yang akan Dia sempurnakan dalam Paskah-Nya. Dialah yang menjadi satu-satunya kurban untuk menghapus dosa kita, ketika Ia memeteraikan Tubuh dan Darah-Nya di kayu salib.

Pada saat itulah, Dia menyempurnakan Diri-Nya, sebagai Kurban yang paripurna dan yang berkenan pada Allah yang tak tergantikan oleh kurban manapun. Selamat Pesta:  Yesus Dipersembahkan di Bait Allah…

*). Imam Keuskupan Pangkalpinang, Pastor Paroki Paroki Regina Pacis Tanjungpandan

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.