Home GEREJA Keluarga Fransiskan Keuskupan Pangkalpinang Rayakan Pesta Fransiskus dari Asisi Bersama Bapa Uskup Adrianus

Keluarga Fransiskan Keuskupan Pangkalpinang Rayakan Pesta Fransiskus dari Asisi Bersama Bapa Uskup Adrianus

by Veronika Suci Handayani

Sungailiat, Berkatnews.com– Keluarga Fransiskan Keuskupan Pangkalpinang merayakan Pesta Santo Fransiskus dari Assisi dengan Perayaan Ekaristi di St. Francis of Assisi Chapel, kawasan Taman Bintang Samudra, Minggu (4/10/2026). Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, bersama para Imam konselebran.

Pesta Santo Fransiskus dari Assisi dirayakan setiap 4 Oktober untuk mengenang kehidupan, teladan, dan wafat Santo Fransiskus, yang dikenal sebagai pelindung hewan dan lingkungan hidup. Perayaan tahun ini juga menjadi bagian dari peringatan 800 tahun yubileum wafatnya Santo Fransiskus dari Assisi yang ditetapkan oleh Paus Leo XIV, berlangsung sejak 10 Januari 2026 hingga 10 Januari 2027.

Ekaristi di Kapel

Keluarga Fransiskan Keuskupan Pangkalpinang

Umat Komunitas Pelita Kasih

Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut dihadiri para suster OSF dari Komunitas St. Fransiskus Parit 3 dan OSF Santo Antonius Puri Sadhana, anggota OFS yang telah berprofesi, serta calon-calon OFS dari Pangkalpinang dan Parit 3. Hadir pula Komunitas Pelita Kasih dari Jakarta yang sedang berziarah dan mengunjungi kawasan Taman Bintang Samudra.

Dalam homilinya, Bapa Uskup Adrianus mengajak umat untuk kembali melihat teladan hidup Santo Fransiskus dari Assisi dalam membangun hubungan dengan Tuhan, sesama, dan alam ciptaan.

Homili Bapa Uskup Adrianus

Bapa Uskup Adrianus mengisahkan cerita tentang Santo Fransiskus yang menjinakkan serigala Gubbio. Saat itu, seekor serigala meneror penduduk sehingga menimbulkan ketakutan. Namun, Santo Fransiskus tidak menghadapi serigala tersebut dengan kekerasan. Ia justru mendekatinya dengan kasih dan mengajak serigala serta masyarakat untuk membuat kesepakatan agar dapat hidup berdampingan secara damai.

Dari kisah tersebut menunjukkan bahwa perdamaian dapat dibangun melalui kasih, kepedulian, dan rekonsiliasi.

“Dalam menjalani relasi dengan sesama, kerendahan hati menjadi salah satu kunci penting”, pesan Bapa Uskup Adrianus

Selain kisah serigala Gubbio, Bapa Uskup Adrianus juga menceritakan bagaimana Santo Fransiskus memilih untuk terus mewartakan Injil sesuai dengan kehendak Tuhan. Khotbahnya tidak hanya ditujukan kepada manusia, tetapi juga kepada burung-burung.

Dari kisah tersebut, Mgr. Adrianus mengajak umat untuk meneladani Santo Fransiskus yang membangun hubungan baik dengan Tuhan, sesama, dan seluruh ciptaan.

“Kuncinya adalah kerendahan hati. Santo Fransiskus membangun hubungan baik dengan Tuhan, hubungan baik dengan sesama, dan hubungan baik dengan alam ciptaan,” ungkap Bapa Uskup Adrianus usai menyampaikan homilinya.

Semoga semangat Santo Fransiskus terus dihidupi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun perdamaian dan menjaga kelestarian lingkungan hidup. (Vsh)

Keluarga Fransiskan bersama Bapa Uskup Adrianus

Komunitas Pelita Kasih bersama Bapa Uskup Adrianus

You may also like

Leave a Comment

hacked by rexom

hacked by rexom
phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi