Home #Pekan Suci Ratusan Umat Padati Gereja Paroki Belinyu dalam Prosesi Ibadat Jumat Agung

Belinyu, BerkatNews.com – Suasana khidmat dan penuh penghayatan terasa begitu kuat saat ratusan umat memadati Gereja Paroki Belinyu dalam Prosesi Ibadat Jumat Agung, Jumat, 3 April 2026, pukul 15.00 WIB. Ibadat yang dipimpin oleh RD Marsen Damanik ini menjadi momen bagi umat untuk masuk lebih dalam ke dalam misteri sengsara dan wafat Yesus Kristus demi penebusan dosa manusia.

Perayaan dimulai dalam suasana hening. Para petugas liturgi bersama imam bergerak perlahan dari ruang Ekaristi menuju altar, menciptakan nuansa sakral yang mengajak umat untuk menenangkan diri. Setibanya di depan altar, Pastor Marsen langsung melakukan prostratio, tindakan tiarap sebagai simbol kerendahan hati sekaligus ungkapan dukacita mendalam atas wafatnya Yesus Kristus. Seluruh umat pun mengikuti dengan berlutut, larut dalam keheningan yang sarat doa dan refleksi.

Atas: Petugas lektor dan Pemazmur
Bawah: Petugas Passio

Dalam keheningan tersebut, umat tidak sekadar diam, tetapi diajak untuk mempersiapkan hati memasuki liturgi sabda dan penghormatan salib. Bacaan dari Kitab Yesaya dan Ibrani serta kisah sengsara (passio) menggema di dalam gereja, mengajak umat merenungkan pengorbanan Kristus. Meski gereja dipadati hingga ke bagian luar, perhatian umat tetap terpusat pada altar, mendengarkan setiap sabda dengan penuh khidmat.

Dalam homilinya, Pastor Marsen menegaskan bahwa peringatan Jumat Agung bukan sekadar mengenang peristiwa masa lalu, melainkan sebuah panggilan nyata bagi umat beriman. Ia mengajak umat untuk memaknai salib bukan hanya sebagai simbol rohani, tetapi sebagai sumber kekuatan yang mampu mentransformasi hidup melalui empati dan solidaritas.

“Yesus sebagai Hamba Yahweh yang taat telah memulihkan martabat manusia dengan menanggung dosa di kayu salib. Salib yang dahulu menjadi simbol penghinaan, kini justru menjadi sumber keselamatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, umat diajak untuk menjadi “salib-salib hidup” dalam kehidupan sehari-hari dengan cara berani mati terhadap dosa, meninggalkan egoisme, serta menjauhi sikap haus kekuasaan dan perilaku yang merendahkan sesama. Iman, lanjutnya, harus nyata dalam pikiran, perkataan, dan tindakan yang membawa kehidupan bagi orang lain.

Prosesi Penciuman Salib

Ibadat kemudian dilanjutkan dengan prosesi penciuman salib. Dalam suasana hening, umat maju satu per satu untuk menundukkan kepala dan mencium salib, sebagai ungkapan iman dan penghormatan kepada Kristus yang telah mengorbankan diri-Nya demi keselamatan manusia.

Perayaan Jumat Agung di Gereja Paroki Belinyu ini pun menjadi momen refleksi mendalam bagi umat. Di tengah kesibukan dan dinamika hidup, umat diingatkan kembali akan makna pengorbanan, kasih, dan kesetiaan yang diteladankan oleh Yesus Kristus. Dengan hati yang diperbarui, umat diharapkan mampu melangkah menuju perayaan Paskah dengan semangat iman yang lebih hidup dan penuh harapan.

Foto: Dok. Komsos Paroki Belinyu

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

phone hack apply job vacancy nonton film streaming teknosehat blog kesehatan, kecantikan, dan teknologi