Sagulung-BerkatNews.com. Bekerjasama dengan Seksi Kerasulan Awam (Kerawam) Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi (MBPA), Pemuda Katolik Komcab Batam dan WKRI MBPA peringati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dengan Ekaristi dan Upacara Bendera.
Bertempat di Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi, Sagulung-Batam, acara tepat dimulai pukul 08.00 WIB dengan Ekaristi Hari Raya Kemerdekaan RI. Perayaan dipimpin RD. Fenantius Manse bersama tiga imam konselebran. Dalam Homilinya Romo Manse mengajak umat untuk mensyukuri rahmat kemerdekaan yang telah diperjuangan dengan jiwa dan raga para pahlawan kusuma bangsa. 500an umat yang menghadiri perayaan Ekaristi kemudian mengikuti apel Upacara Bendera di halaman Gereja Paroki MBPA.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya petugas diberikan kepada Orang Muda Katolik (OMK), kali ini para petugas Upacara Bendera diberikan kepada Ormas Katolik yaitu Pemuda Katolik dan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), sedangkan OMK bertugas pada Upacara Penurunan Bendera.
“Ya benar sekali, tahun ini seksi Kerawam bekerjasama dengan Pemuda Katolik dan WKRI, sedangkan nanti sore OMK akan bertugas saat Penurunan Bendera…” ujar Hamja Sagala, Ketua Pemuda Katolik Anak Cabang Batuaji diwawancarai BerkatNews.com sesaat sebelum Upacara dimulai.
Bertindak selaku Pembina Upacara Seksi Kerawam Paroki MBPA, Bapak Herman Josep Simbolon. Dalam amanatnya Wakil Ketua Kadin Batam tersebut kembali menggelorakan semangat kecintaan akan tanah air Indonesia. “Tepat hari ini 73 tahun yang lalu, dihari yang sama hari Jumat, di Jalan Pegangsaan Timur, Pukul 10.00 WIB Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia… Hari ini juga di depan Gereja Katolik ini kita melakukan hal sama… Ini sebagai tanda bahwa kita 100% Indonesia dan 100% Katolik, Pro Ecclesia et Patria…“, ujar Herman di awal amanat. Bapak Herman Simbolon juga mengingaktkan tanggungjawab orang Katolik dalam mengisi kemerdekaan melalui berbagai keterlibatan mulai dari lingkup yang paling kecil sampai keterlibatan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan lainnya yang lebih luas.
Upacara berlangsung dengan khidmat walaupun dilaksanakan di tengah terik matahari. Salah satu faktor kunci adalah para petugas yang telah dipersiapkan dengan baik sehingga membantu umat dalam mengikuti upacara bendera tersebut.
Ditemui setelah upacara selesai, Herman menambahkan bahwa persiapan seluruh petugas langsung dibina oleh aparat TNI. “Tentu kami selaku Seksi Kerawam, atas nama Paroki MBPA sangat berterimakasih kepada Bapak Kap. Inf W Sinaga selaku Danramil 02 Batam Barat, juga Bapak Letkol Inf. Romel J Wardhana selaku Dandim Batam yang tentu atas ijin beliau-beliau menugaskan Bapak Kopda Jamintar Manalu untuk selalu bersama kita selama tiga tahun terakhir melatih petugas upacara bendera…“, tambah Herman.

Kopda Manalu
Sementara itu, ditemui di sayap kanan Gereja, Bapak Kopda Jamintar Manalu merasa bangga kepada para petugas yang walaupun sangat awam dalam baris-berbaris tetapi mau terus dilatih hingga dapat bertugas dengan sangat baik. “…Ya, selain bangga, saya pribadi juga merasa terharu karena umat begitu banyak mengikuti upacara bendera dari tahun ke tahun… saya berharap di tahun depan dapat semakin mantap lagi, kalau bisa petugas pengibar bendera dapat ditambahkan lagi untuk semakin menyemarakkan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI…“, tambah Pak Manalu yang juga sebagai Koordinator Satgas Tim Keamanan Internal Paroki MBPA.
Salah seorang petugas upacara Dionisius Pani (Pemimpin Upacara) mengungkapkan kesan setelah bertugas; “Saya merasa bangga dapat menjalankan tugas dengan baik, terlebih ini yang pertama bagi saya…“. Dion yang juga seksi Satgas Pemuda Katolik Komac Sagulung menambahkan sebagai orang muda dapat mengisi kemerdekaan ini dengan meningkatkan skill dan kompetensi agar dapat bersaing dengan pekerja dari negara lain.
Setelah upacara selesai umat tidak langsung meninggalkan lokasi, selain ber-swa foto, ibu-ibu WKRI juga mengiringi dengan lagu-lagu perjuangan yang dinyanyikan dengan penuh semangat. Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 73.*
Foto dok.






costmust/BerkatNews.com
Kegiatan yang dikemas dengan sederhana ini bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi dan mempererat persaudaraan antar kelompok pemuda yang ada di kota Batam sekaligus menjadi momentum refleksi detik-detik jelang HUT PROKLAMASI RI ke 73 yang jatuh pada keesokan harinya, yang sesuai rencana akan digelar Upacara Bendera di Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi, Sagulung-Batam.




Pemerintah Provinsi Kepri tidak setengah-setengah dalam relokasi ini. Keseriusan Pemerintah Provinsi ditunjukkan dengan menyediakan lahan yang tidak jauh dari gereja yang lama dan membangunnya untuk umat katolik di Kijang ini. Tidak tanggung-tanggung, biaya milyaran rupiah digelontorkan untuk membangun gedung gereja dengan ukuran 14,5 m x 40 m, beserta dengan ruangan sekretariat, pastoran dan aula yang bisa menampung sekitar 400 orang, yang akan berdiri tepat di samping kanan gereja.

Kamis, 9 Agustus 2018, hari yang bersejarah bagi umat di Senggarang. Kunjungan pastoral Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM ke paroki Hati Santa Maria Tak Bernoda, menjadi suatu kebahagiaan bagi umat di sana. Karena Mgr. Adrianus berkenan memberkati kapela tempat mereka beribadah.




Rabu sore tanggal 8 Agustus 2018, setibanya rombongan di jalan masuk ke kapela, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM disambut dengan 4 adat NTT, yaitu adat Lembata dengan tarian Hedung, ditandu, diarak dan dielu-elukan laksana panglima yang menang dalam pertempuran. Lalu perarakan tandu disambut dengan tarian Ja’i dari Bajawa, tarian Hegong yang diiringi alat musik tradisional Gongwaning dari Maumere dan tarian Sai dari Manggarai.
Pemberkatan ini juga dihadiri oleh suster provinsial JMJ Jakarta; Sr. Vinsensia Siunta, JMJ. Turut hadir dalam pemberkatan Sr. Natalia, JMJ, Sr. Yulita JMJ, serta Sr. Agnes, JMJ dari Rampang-Batam. Biara ini nantinya akan menjadi rumah bagi Sr. Ivonne Pusung, JMJ dan Sr. Vinsentia Elmika Anri Jama, JMJ yang akan mendampingi 41 remaja putri yang tinggal di asrama putri Batu Kucing.
bukan hanya menjadi house, tapi benar-benar menjadi home bagi para penghuninya. Mgr. Adrianus juga berpesan untuk menjadikan biara ini menjadi rumah doa, yang penghuninya selalu bahagia, saling mendukung, saling melengkapi, saling mengasihi dan tidak mendendam satu dengan yang lain. Karena jika ada dendam, disitulah setan yang sudah mengintai, memiliki kesempatan masuk ke dalam hati penghuni rumah itu.







