Oleh RD. Hans K. Jeharut*

RD. Hans K. Jeharut
Oleh RD. Hans K. Jeharut*

RD. Hans K. Jeharut
Tentang Oratorio: Sejarah dan Identitas
Oratorio adalah pusat pembinaan anak dan remaja adalah salah satu struktur paroki untuk pelayanan pastoral anak dan remaja. Pada awalnya Oratorio adalah tempat umat berkumpul untuk berdoa. Dari kata nya sendiri orare (latin) artinya berdoa. Perubahan visi, dari tempat bedoa umat menjadi tempat pembinaan anak dan remaja, dimulai oleh oleh Santo Filipus Neri, pada tahun 1550. Kala itu ia bermaksud menciptakan satu bentuk hidup comunio antara kaum religius dan awam dengan semangat para rasul. Pada tahun 1575 Paus Gregorius XIII mendirikan Kongregasi Oratorio. Visi Oratorrio kala itu adalah berdoa, pusat studi dan sharing Kitab Suci dan pendidikan anak dan remaja
Pada tahun 1841, Santo Yohanes Bosco mengembangkan apa yang sudah dimulai oleh Santo Phlipus. Cintanya pada pendidikan kaum muda, mendorongnya untuk memdirikan pusat pendidikan kaum muda, dan mempertahankan nama Oratorio. Di pusat pembinaan ini, selain gedung untuk pembinaan in door, dibangun juga lapangan kecil untuk aktivitas. Sejak saat itu Oratorio menjadi tempat pembinaan religius dan kepribadian yang berkembang di seluruh parrocchia di Italia
Sejak tahun 2001 Oratorio di akui oleh pemerintah Italia sebagai “tempat bersosialisasi dan pendidikan anak dan remaja”. Karena itu dibutuhkan pengembangan dan restrukturisasi Oratorio Untuk mendukung pengembangan pastoral kaum muda, Konferensi Wali Gereja Italia, pada tahun 2013 mengeluarkan nota pastoral, Il laboratorio dei talenti (Laboratorium Bakat-Bakat). Nota pastoral terserbut antara lain menegaskan mengenai identitas Oratorio:
«Oratorio merupakan tempat di mana Gereja mendampingi pertumbuhan dan perkembangan manusiawi dan spiritual generasi-generasi baru dan sarana pemberdayaan kaum awam, agar mereka menjadi pemeran utama dalam pendidikan. Oratorio menjadi tempat di mana diungkapkan wajah dan cinta akan pembinaan komunitas. Di sana animator, ketekis dan orang tua mengungkapkan tanggungjawab mereka dalam pendidikan anak dan remaja lewat proyek pastoral yang diarahkan untuk mendampingi anak dan remaja kepada keseimbangan antara iman dan hidup. Sarana-sarana dan bahasa yang digunakan adalah sarana dan bahasa kaum remaja dan anak-anak: berkumpul, berolah raga, bermain dan belajar» (Bdk. Kata Pengantar)
Aktivitas Anak dan Remaja Oratorio
Berdasarkan identitas itu kita bisa membayangkan bagaimana struktur Oratorio. Biasanya Oratorio terletak di sekitar gedung gereja paroki: ada bangunan untuk pembinaan (in door). Di sini anak-anak dan remaja didampingi untuk pengembangan iman dan pengembangkan kreativitas mereka; ada ruang bermain, dan “bar” (tempat makan dan minum bersama. Selain itu ada lapangan bermain, biasanya lapangan sepak bola kecil, Futsal, Teater, dan Dapur. Oratorio dimanage oleh Pastor paroki bersama team animator-animatris.

Gambar 1: aktivitas musim dingin-katekese dan kreativtas
Selama musim dingin aktivitas Oratorio biasanya berpusat pada katekese dan pembinaan kreativitas anak dan remaja. Aktivitas indoor, serta latihan atau sekolah sepak bola untuk anak-anak berdasarkan kelompok usia. Tak a heran jika banyak pemain sepak bola italia terkenal merupakan buah dari pembinaan ini.

Gambar2: Aktivtas Musim Dingin-Indoor
Pada liburan musim panas, Juli-Agustus kegiatan di Oratorio menjadi lebih hidup. Anak-anak SD dapat melaksanakan aneka aktifitas indoor dan outdoor di oratorio, sementara itu untuk anak-anak SMP diselenggarakan apa yang mereka sebut Campi estivi (“Lapangan Musim Panas”). Anak-anakbiasanya pergi ke tempat tertentu di pegunungan atau di pantai. Di sana mereka mengadakan “liburan khusus”, dengan tujuan pembinaan dengan aneka kegiatan. Para animator-animatris (Remaja SMA dan Universitas) mempersiapkan modul-modul kegiatan: animasi, bermain, sport, jalan-jalan.

Gambar 3: Sekolah Sepak Bola 1
Di akhir kegiatan ini, anak-anak dan remaja,. Dengan bantuan animator-animatris menyelenggaran pertujukan seni sekaligus menutup seluruh kegiatan Oratorio musim panas. Pendampingan anak dan remaja ini boleh, dikatakan sebagai pendapingan bertahap. Sudah sejak SD kelompok anak-anak seusia atau seangaktan didampingi oleh team animator dan animatris yang sama, sampai mereka berada di kelas 3 SMP. Pada usia SMA, mereka ini menjadi animator dan animatris bagi adik-adiknya yang masih di SD. Team animator dan animatris ini didampingi oleh para koordinator.

Gambar 4: Sekolah Sepak Bola Oratorio Sant’Anna
Sharing Pengalaman dalam Gambar
Saya kira, aktivitas Oratorio musim panas bisa dikategorikan semacam Jambore Tahunan Anak dan Remaja Paroki. Saya sendiri mengalami kegiatan musim panas anak dan remaja, dua tahun berturut-turut (2015 dan 2016) di tempat pembinaan Paroki Sant’Anna Turin, di Wilayah Melezet, sebuah dusun kecil di Kabupaten Bardonecchia, yang ebrada di ketinggian 1367 m di atas permukaan laut.
Tahun ini saya mengikuti kegiatan musim panas anak-anak SMP kelas 3. Apa saja kegiatan mereka? Biarkan foto foto ini bercerita.















Paroki MBPA BerkatNews.com. Hari orang muda adalah perayan iman Katolik bagi Orang Muda, yang menjadi kesempatan kaum Muda untuk merefleksikan Iman Katolik serta merayakan dengan sukacita. Sebagai sarana pewartaan, IYD 2016 bertujuan membawa OMK pada Kristus dengan cara yang khas OMK serta menggairahkan kehidupan Gereja. IYD juga menjadi sarana untuk membangun komunio antar sesama OMK se-Indonesia juga menjadi media untuk sharing pengalaman akan keberadaan dan perjuangan hidup sesama OMK dari masing-masing Keuskupan serta membangun rasa solidaritas antar sesama OMK dalam satu cita rasa Indonesia. Pada akhirnya IYD dapat pula menjadi sarana untuk membekali dan mendorong OMK menjadi pewarta yang penuh sukacita dalam masyarakat yang majemuk, membangun semangat toleransi dan kerukunan ditengah masyarakat Indonesia yang pluralistik.
Sebelum menuju keacara puncak IYD, Keuskupan-keuskupan di Indonesia mengadakan acara Pra IYD dengan aneka kegiatan devosional maupun aksidental yang bertujuan untuk membangun komunio diantara sesama kaum muda di Paroki-paroki.
Bersempena dengan itu, Keuskupan Pangkalpinang pun tidak ketinggalan dalam mengadakan kegiatan pra IYD ini. Dalam agenda kegiatan yang dibuat oleh Panitia Keuskupan, terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan oleh OMK se-Keuskupan Pangkalpinang antara lain : Perarakan salib IYD yang dibagi dalam dua kevikepan yakni Kevikepan Bangka-Belitung dan Kevikepan Kepri, ada kegiatan Novena IYD, serta penggalangan dana yang diadakan baik secara parokial maupun kevikepan.
Pantauan Kontributor BerkatNews.com pada acara perarakan salib IYD Kevikepan Kepri di Gereja Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi, berjalan cukup meriah. Acara yang dikemas dalam nuansa khas OMK ini berawal dari perarakan salib IYD dari Paroki Kerahiman Ilahi-Tiban yang diikuti dengan rombongan OMK Paroki Kerahiman Ilahi-Tiban dan diterima dengan tarian gempita dipelataran Gereja Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi. OMK Paroki Kerahiman Ilahi-Tiban, mengarak salib IYD dengan tarian Cakalele dan iringan musik tradisional “Gong Waning” serta disambut dengan tarian Tor-tor khas daerah Sumatera Utara dari OMK tuan rumah Paroki MBPA.
Malam sebelumnya (Sabtu, 16 Juli 2016) setelah reservasi bagi OMK yang datang dari dua Paroki luar Batam, yakni OMK Paroki Hati Santa Maria Tak Bernoda dan Santo Yoseph-Tanjung Balai yang menginap di Aula Paroki dan Pastoran Griya Pratama, dilanjutkan dengan malam keakraban yang dikemas sederhana untuk membangun komunio diantara sesama OMK se-Kevikepan Kepri.
Alex Waton, wakil ketua Panitia IYD Kevikepan Kepri menuturkan bahwa Paroki MBPA menjadi Paroki terakhir dalam perziarahan salib IYD Kevikepan Kepri ini. Sebagai Paroki terakhir, salib IYD Kevikepan Kepri akan ditahktakan selama dua setengah bulan di Paroki ini. Selama Salib IYD berada di paroki MBPA, ada beberapa agenda yang dibuat guna membangun spiritualitas iman OMK diparoki MBPA antara lain mengadakan Misa bersama sebagai ungkapan Keberpusatan Pada Kristus dengan dihadiri utusan OMK se-Kevikepan Kepri yang disatukan pada hari minggu, 17 Juli 2016. Setelah perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan penggalangan dana sebagai wujud solidaritas umat utuk mendukung keberangkatan perwakilan OMK ke kegiatan IYD yang akan berlangsung di Manado oktober mendatang. Lebih lanjut Pemuda asal Lembata ini menjelaskan bahwa khusus OMK Paroki MBPA, akan ada jadwal khusus untuk perarakan salib IYD Kevikepan Kepri ini mengunjungi kapel-kapel seputar Paroki MBPA dan diadakan tuguran bersama umat KBG yang secara bergilir yang diatur sesuai jadwal yang ditetapkan koordinator wilayah masing-masing.
Ditemukan ditempat terpisah, Saudara Nolfus Baha, salah satu OMK Paroki MBPA menggambarkan tentang latar belakang perarakan salib IYD dengan mengambil tema Sosialisasi Salib IYD, Jalan Menuju Kebangkitan OMK Paroki MBPA. Bagi Nolfus, perarakan dan kunjungan salib IYD merupakan rangkaian kegiatan yang dikemas untuk menyambut pertemuan akbar Orang Muda Katolik se-Indonesia (Indonesia Youth Day) yang akan berlangsung di Manado, tanggal, 01 – 06 Juli 2016. Lewat perarakan salib IYD yang dibuat oleh hampir semua Keuskupan di Indonesia ini, OMK dibantu untuk membekali diri dengan spiritualitas martyria, yakni penghayatan rohani yang melahirkan semangat dan kesediaan untuk berkorban, melayani tanpa pamrih dan untuk mewartakan kabar sukacita dengan memberikan kesaksian iman ditengah masyarakat. Dengan pemahaman iman yang baik dan matang, OMK akan berkembang kepada kedewasaan dalam cara berpikir, merasa, melihat dan bertindak. Maka dari itu moment IYD menjadi jalan menuju kebangkitan OMK Paroki MBPA menuju habitus baru yang berlandaskan Visi-misi Keuskupan Pangkalpinang.
Alex Waton dan Nolfus Baha sepakat bahwa semoga dengan kunjungan salib IYD di Paroki ini mampu membangkitkan semangat OMK Paroki MBPA untuk terus menerus mendekatkan diri dan mengarahkan seluruh hidupnya kepada Yesus, membangun relasi yang erat antar sesama kaum muda, dan terlibat dalam misi perutusan Kristus ditengah-tengah KBG, dan Paroki sebagaimana semboyan IYD yang menggelora tahun ini yakni “Kristus di dadaku, Injil di Hidupku”.
Perpustakaan Vatikan
Perpustakaan Vatikan didirikan pada 1475 dan merupakan salah satu perpustakaan tertua di dunia, dan juga salah satu yang terbesar dan paling aman dijaga. Saat ini, Perpustakaan Vatikan memegang sekitar 75.000 naskah kuno, 85000 incunabula dan sekitar 1,1 juta buku. Terlepas dari semua ini, ada sekitar 400.000 koin dan medali, jutaan foto, cetakan, dan gambar. Perpustakaan memiliki koleksi mulai dari era pra-Kekristenan sampai koleksi saat ini. Perpustakaan Vatikan adalah koleksi yang sangat besar, terdiri dari banyak bahasa mulai dari Barat sampai Timur, juga tentang Matematika, Sains, Ilmu Sosial dan mata pelajaran penting lainnya.
Apa itu DVL (Digital Vatican Library) ?
DVL adalah layanan perpustakaan digital. Ini menyediakan akses secara gratis melihat koleksi digital Perpustakaan Vatikan, naskah dan incunabula. Hal ini dimungkinkan dengan adanya sebuah teknologi International Image Interoperability Framework (IIIF), sehingga konten-konten digital dapat dengan mudah di akses dan dapat berguna. Siapa saja dapat mengakses, tentu saja dengan koneksi internet.
Bagaimana caranya?
Sekarang tidak perlu jauh-jauh ke Roma untuk melihat buku-buku yang ada di perpustakaan Vatikan. Lewat akses internet Anda, perpustakaan Vatikan sudah bisa diakses secara online. Anda tinggal mencari buku atau manuskrip apa yang Anda ingin baca.
Mudah saja, tinggal anda klik http://digi.vatlib.it, maka anda akan masuk pada halaman depan Perpustakaan Online Vatikan yang disebut : Digital Vatican Library (DVL). ***
disarikan dari: http://epicpew.com/
/de mariam numquam satis [costmust]
Kijang-BerkatNews.com. Keseluruhan proses Jambore Akbar Remaja Misioner (JARI) di Kepulauan Riau selalu terbagi dalam tiga bagian utama; yaitu PRA, PRO, dan POST. Pra-Jambore adalah keseluruhan proses sebelum hari “H”: animasi sebelum jambore dilaksanakan; modul animasi sesuai tema yang diusung, pembentukan panitia lokal Paroki/wilayah, proses registrasi, proses seleksi, Novena Rahasia untuk Imam, dll. Pro-Jambore adalah keseluruhan acara yang dikemas panitia JARI pada hari “H” nya, dan Post-Jambore adalah tindak lanjut proses animasi remaja ketika pulang dari jambore.
Salah satu efek sederhana post-jambore bagi remaja misioner di Kijang adalah bertambahnya anggota legioner junior, demikian penuturan Yosafat Ayung, Pendamping Legio Junior di stasi St. Cosmas & Damianus-Kijang. “Saya kaget kok setelah pulang jambore remaja yang kumpul semakin banyak, ke depan kami ingin membentuk presidium baru…” terang Yosafat ketika dihubungi BerkatNews.com.
Saat ini Legio Maria junior yang sudah terbentuk adalah presidium Maria Pintu Surga, dengan anggota 17 remaja, rapat mingguan setiap Minggu sore pukul 16.30 WIB dan dilanjutkan dengan rapat Legio Maria Senior presidium Maria Ratu Semesta Alam. Walaupun aturan Legio Maria sangat ketat, namun Buku Pegangan juga menganjurkan rapat di alam terbuka, itulah salah satu strategi yang akan dijalankan pendamping junior di Kijang selain tugas rutin mingguan.
Masa remaja merupakan masa paling singkat dalam jenjang hidup manusia, sekaligus masa yang paling rawan dan kritis dengan berbagai tantangan sosial masa kini. Dibutuhkan pendampingan yang serius sekaligus lembut untuk menjadi teman mereka; menanamkan nilai-nilai Katolisitas, kecintaan dan kebanggaan akan Iman Katolik. ***
Legio Senior Kijang

Presidium Maria Ratu Semesta Alam
/de Mariam numquam satis [costmust]
Paus Fransiskus pada Jumat (8 Juli 2016) menerima audiensi pribadi dengan Prefek Kongregasi Penggelaran Kudus, Kardinal Angelo Amato SDB. Selama audiensi, Paus Fransiskus menyetujui kongregasi untuk melakukan promulgasi beberapa dekrit terkait orang kudus, diantaranya:
sumber: Radio Vatikan
Foto: His Eminence Cardinal Angelo Amato, S.D.B (http://mondieuetmontout.com/)
/de Maria numquam satis [costmust]
MBPA-BerkatNews.com. Sepanjang tahun 2016, ditetapkan sebagai Tahun Yubileum Agung Kerahiman Ilahi. Bapa suci, Paus Fransiskus dalam Bulla, “Misericordes Sicut Pater” (Luk 6: 36) mengajak kita untuk terus merefleksikan belaskasihan Allah dalam seluruh hidup harian kita. Senada dengan itu, almarhum Bapa Uskup Hilarius Moa Nurak, SVD, melalui Surat Gembala, “Murah Hatilah seperti Bapa”, menghendaki dan mengutus kita semua, Umat Katolik di Keuskupan Pangkalpinang ini, untuk menjadi rasul-rasul kerahiman dan belaskasih Bapa dimana pun kita berada.
Agenda Tahun Kerahiman yang selama ini dikemas melalui modul-modul pendalaman iman di KBG-KBG, akhirnya menggerakan hati umat Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi-Sagulung, untuk mengadakan aksi nyata modul sepanjang bulan Februari dengan memberikan perhatian khusus bagi pasangan-pasangan Katolik yang selama ini tinggal bersama tanpa ikatan perkawinan, untuk meninggalkan cara hidup lamanya dan mempersiapkan diri menerima Kerahiman Allah melalui rahmat sakramen perkawinan.
Alhasil, peserta yang terdaftar dalam Kursus Persiapan Perkawinan kali ini mencapai angka seratus tiga (103) pasangan, yang sedang dalam proses KPP. Dalam pertemuan perdana bersama semua peserta KPP ini, RD.Emanuel Vengi Nivak selaku Pastor Paroki memberikan perjelasan tentang pentingnya KPP bagi pasangan yang hendak menikah secara Katolik. “ Banyak perkawinan menjadi rusak karena hal-hal yang seharusnya dipersiapkan sebelum menikah justru tidak diperhatikan; sementara hal-hal yang sesungguhnya sekedar pelengkap dijadikan sebagai perhatian utama” demikian RD. Eman menegaskan kepada peserta yang memadati pelatan samping Gereja Paroki MBPA, Minggu, 26 Juni 2016 sore.
Lebih lanjut, mantan pastor Paroki S.Yoseph Tanjung Balai ini menegaskah bahwa karena perkawinan katolik itu sekali untuk selamanya, maka Gereja memandang perlu untuk mempersiapkan anggota-anggotanya yang hendak menikah, dengan berbagai hal penting yang harus diperhatikan, agar anggota-anggota Gereja itu sungguh siap untuk menjadikan perkawinan sebagai sebuah panggilan dan memiliki bekal dalam perjalanan menempuh hidup perkawinan, sehingga segala rencana Tuhan atas perkawinan dihayati dan dialami sebagai berkat.
Agenda pertemuan bagi para peserta KPP ini dibagi dalam beberapa kali tatap muka yakni tiga kali bersama Pastor dan selanjutnya dibagi kewilayah-wilayah untuk dianimasi lebih lanjut dibawah pendampingan seksi keluarga Paroki.
Semoga Rahmat Kerahiman Ilahi merasuk ke dalam keluarga-keluarga yang sedang mengikuti KPP ini serta menggerakan para peserta, untuk menjadi pribadi-pribadi yang dengan sadar : menerima, menghayati dan menghadirkan Kerahiman Ilahi bagi sesama anggota keluarganya dan bagi sesama umat dalam KBG-nya. /Atan
Foto Dokumentasi



BerkatNews.com. Kasus perdangan manusia atau biasa disebut Human Trafficking dilaporkan semakin meningkat. Berdasarkan hasil laporan dari PBB; United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) sebagaimana dimuat dalam laman resminya, bentuk paling umum dari perdagangan manusia (79%) adalah eksploitasi seksual. Para korban eksploitasi seksual sebagian besar adalah perempuan dan anak perempuan.

MOST REV. RUPERTO CRUZ SANTOS, D.D.
(CBCP Episcopal Commission on Migrants)
Di tempat terpisah, para uskup Filipina mendesak pemerintah Filipina untuk semakin meningkatkan upaya dalam memerangi perdagangan manusia. Sebagaimana dilansir Radio Vatikan (05/07/2016), Mgr. Ruperto Santos, ketua Komisi Migran dan Perantau Konferensi Uskup Filipina mengatakan bahwa perdagangan manusia adalah “momok utama” negara yang membutuhkan upaya bersama dari semua lapisan masyarakat untuk mengatasi masalah itu.
Gereja Katolik bulan lalu melakukan inisiatif dengan “perjanjian kemitraan” bersama-sama dengan Dewan Nasional Gereja-Gereja di Filipina dan Dewan Gereja Injili Filipina untuk melawan perdagangan manusia. Gereja-gereja berjanji untuk menjadi “tempat untuk menerima, penyembuhan dan perhatian” bagi korban trafficking, memberikan bantuan hukum, dana darurat, dan dukungan medis dan psikologis. Gereja-gereja juga akan terus terlibat dalam melobi melalui jaringan internasional dan nasional untuk memastikan bahwa semua bentuk perdagangan manusia dapat ditangani oleh pemerintah.
/de Maria numquam satus [costmust]
Minggu yang lalu, media sosial Katolik dihebohkan dengan trending topik menganai seorang suster yang meninggal dengan tersenyum. BerkatNews.com juga ingin mendokumentasikannya dalam artikel yang diambil dari terjemahan Fanpage Lumen Ecclesia, berikut:
Ia adalah Suster Cecilia, seorang Karmelit dari Santa Fe Argentina, yang memberi bukti cintanya bagi Kristus dalam perjuangannya melawan kanker paru-paru.
Kematian adalah tragedi bagi manusia fana, namun dengan iman pada keabadian dan pengharapan akan pelukan Bapa surgawi kita, kematian seperti itu menjadi sesuatu yang bercahaya.
Berita kematian Suster Cecilia, seorang Karmelit dari Santa Fe di Argentina, yang menderita sakit kanker paru-paru, membuat banyak orang yang membacanya heran dan takjub. Suster yang sedang kesakitan menanggung kankernya itu, wajahnya tiba-tiba berubah menjadi tersenyum manis penuh kelembutan sambil menutup matanya dari dunia ini.
Banyak foto beredar di sosial media, foto suster Cecilia tampak seperti seorang kekasih yang telah tiba untuk pertemuan dengan sosok terkasih yang telah lama ia rindukan.
Ordo Karmel dari Santa Fe mengumumkan tentang kematian Suster Cecilia kepada saudara-saudara dan teman-teman dari Karmel, dengan catatan singkat namun mendalam.
Salam saudara, saudari dan teman-teman. Yesus! Hanya beberapa baris kata untuk membiarkan Anda tahu bahwa adik yang sangat kami sayang telah tertidur dengan lembut di dalam Tuhan, setelah penyakit yang sangat menyakitkan, yang selalu ia alami dengan sukacita dan berserah kepada Pasangan Ilahi nya.
Kami mengirimkan semua kasih sayang saudara, berterima kasih atas dukungan dan doa dalam situasi yang menyedihkan ini dan juga begitu mengagumkan. Kami percaya bahwa dia langsung berada di surga, tapi mengingat bahwa kita semua adalah manusia yang sama, kami meminta Anda untuk tetap berdoa baginya. Dari surga, dia akan membalas doa-doa Anda.
/De Maria Numquam Satis [costmust]