Pada Hari Lahir Pancasila, Mgr Adrianus Ajak Umat Katolik Agar Aktif Membangun Relasi Antar Umat Beragama.

Pangkalpinang, Berkatnews.com– Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni, Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr Adrianus Sunarko mengajak masyarakat untuk kembali mengingat sejarah lahirnya Pancasila yang menjadi dasar Negara Indonesia, serta pentingnya pengimplementasian nilai-nilai luhur Pancasila dalam dalam merawat kerukunan di dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari, Selasa (1/6/2021).

“Penting sekali mengingat sejarah lahirnya Pancasila pada masa-masa awal menjelang kemerdekaan Bangsa Indonesia dimana Pancasila kemudian menjadi dasar negara kita,” katanya.

Menurut Ketua Komisi Teologi Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) ini, pemikiran para pendiri bangsa saat itu sangatlah luar biasa dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar negara sehingga mampu menyatukan perbedaan dari segenap rakyat Indonesia yang terdiri dari beragam suku, budaya, agama, dan ras.

“Pancasila telah menjadi dasar yang sangat kuat bagi masyarakat Indonesia yang saat itu akan merdeka untuk bisa hidup bersama di dalam perbedaan menuju cita-cita bersama yaitu kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya.

Uskup kelahiran Merauke Papua ini juga mengungkapkan keprihatinannya akan faham trans-nasional yang radikal yang telah menjadi ancaman di tanah air. Untuk itu ia mengajak masyarakat agar mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

“Saya kira tadi Presiden Joko Widodo sempat pidato dan menyinggung tentang ancaman faham trans nasional yang radikal yang menghalalkan aksi kekerasan, dan itu merupakan ancaman bangsa kita,” katanya.

“Maka masyarakat penting sekali mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam rangka membangun hidup yang rukun dan damai meskipun di tengah masyarakat yang beraneka ragam,” ungkapnya.

Lebih khusus Uskup yang murah senyum ini, mengajak umat Katolik untuk menjaga kerukunan antar sesama masyarakat dari berbagai latar belakang agama, suku, dan bahasa dengan menjaga kebiasaan baik yaitu membangun relasi dan komunikasi yang baik antar umat beragama.

“Kita jangan merasa minder karena jumlah kita yang sedikit ini, tetapi kita harus aktif membangun relasi yang baik dengan orang-orang dengan berbagai macam latar belakang agama, jangan menunggu ada masalah dulu baru berelasi,” pesannya.(JnP/berkatnews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.